IMOBILITAS



2
     MODUL



IMOBILITAS
A.    Pengertian Imobilisasi atau Imobilitas
Imobilitas adalah keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan. 
B.     Jenis Imobilitas
1.      Imobilitas fisik (Ketidakmampuan dalam melakukan gerakan fisik)
Pembatasan pergerakan secara fisik dengan tujuan mencegah terjadinya gangguan komplikasi pergerakan, contoh: pasien hemiplegi, fraktur.
2.      Imobilitas intelektual (Ketidakmampuan masalah keilmuan)
Merupakan keadaan ketika seseorang mengalami keterbatasan daya pikir, seperti pada pasien yang mengalami kerusakan otak akibat suatu penyakit.
3.      Imobilitas emosional (Ketidakmampuan mengatur/mengontrol emosi)
Keadaan ketika seseorang mengalamim pembatasan secara emosional karena adanya perubahan secara tiba-tiba dalam menyesuaikan diri, stres berat karena adanya bedah amputasi.
4.      Imobilitas sosial (Ketidakmampuan dalam melakukan hubungan dengan orang lain dan masyarakat)
Keadaan individu yang mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial karena keadaan penyakitnya sehingga mempengaruhi perannya dalam kehidupan sosial.







LATIHAN SOAL
 



Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar !
1.      Berikan masing-masing 1 contoh kasus dari keempat jenis imobilitas!
2.      Jelaskan peran perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien dengan gangguan mobilitas fisik!

























3
     MODUL



KEBUTUHAN MEKANIKA TUBUH DAN AMBULANSI
Mekanika tubuh adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat, membungkuk, bergerak dan melakukan aktivitas. Ambulasi merupakan upaya seseorang untuk melakukan latihan jalan atau berpindah tempat.
A.    Prinsip Mekanika Tubuh
1. Gravitasi. Memandang gravitasi sebagai sumbu dalam pergerakan tubuh.
a.       Pusat gravitasi, titik yang ada di pertengahan tubuh
b.      Garis gravitasi, merupakan garis imaginer vertical melalui pusat gravitasi
c.       Dasar tumpuan, merupakan dasar tempat seseorang dalam posisi istirahat untuk  menopang atau menahan tubuh.
2. Keseimbangan. Keseimbangan dicapai dengan mempertahankan posisi   garis gravitasi diantara garis gravitasi dan pusat tumpuan.
3. Berat. Berat benda akan mempengaruhi mekanika tubuh.

B.     Pergerakan Dasar dalam Mekanika Tubuh
1.      Gerakan (ambulating). Gerakan yang benar dapat membantu mempertahankan keseimbangan tubuh. Contoh: keseimbangan orang saat berdiri dan saat jalan akan berbeda. Orang yang berdiri akan lebih mudah stabil dibandingkan dalam posisi jalan. Dalam posisi jalan akan terjadi perpindahan dasar tumpuan dari sisi satu ke sisi yang lain, dan posisi gravitasi akan selalu berubah pada posisi kaki.
2.      Menahan  (squatting). Dalam melakukan pergantian, posisi menahan selalu berubah, contoh : posisi orang duduk akan berbeda dengan orang jongkok, dan tentunya berbeda dengan posisi membungkuk. Gravitasi adalah hal yang perlu diperhatikan untuk memberikan posisi yang tepat dalam menahan. Dalam menahan diperlukan dasar tumpuan yang tepat.
3.      Menarik (pulling). Menarik dengan benar akan memudahkan untuk memindahkan benda. Yang perlu diperhatikan adalah ketinggian, letak benda, posisi kaki dan tubuh dalam menarik, sodorkan telapak tangan dan lengan atas dipusat gravitasi pasien, lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki ditekuk, lalu dilakukan penarikan.
4.      Mengangkat (Lifting). Mengangkat merupakan pergerakan daya tarik. Gunakan otot-otot besar besar dari tumit, paha bagian atas, kaki bagian bawah, perut, dan pinggul untuk mengurangi rasa sakit pada daerah tubuh bagian belakang.
5.      Memutar (Pivoting) merupakan gerakan untuk memutar anggota tubuh dan bertumpu pada tulang belakang. Gerakan memutar yang baik memperhatikan ketiga unsur gravitasi agar tidak berpengaruh buruk pada postur tubuh.

C.    Faktor yang Mempengaruhi Mekanika Tubuh dan Ambulansi
1.      Status Kesehatan. Terjadi penurunan koordinasi yang disebabkan oleh penyakit berupa berkurangya melakukan aktifitas sehari-hari.
2.      Nutrisi. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kelemahan otot dan memudahkan terjadi penyakit. contoh: tubuh yang kekurangan kalsium akan lebih mudah fraktur.
3.      Emosi. Kondisi psikologi seseorang dapat mudah memudahkan perubahan perilaku yang dapat menurunkan kemampuan mekanika tubuh dan ambulasi yang baik.
4.      Situasi dan Kebiasaan. Situasi dan kebiasaan yang dilakukan sesorang misalnya sering mengangkat benda-benda yang berat.
5.      Gaya Hidup. Perubahan pola hidup seseorang dapat menyebabkan stress dan kemungkinan besar akan menyebabkan kecerobohan dalam beraktifitas, sehingga dapat menganggu koordinasi antara sistem muskulusletal dan neurologi, yang akhirnya akan mengakibatkan perubahan mekanika tubuh.
6.      Pengetahuan. Pengetahuan yang baik dalam pengguanaan mekanika tubuh akan mendorong seseorang untuk mempergunakannya dengan benar, sehingga mengurangi tenaga yang dikeluarkan. Sebaliknya, pengetahuan yang kurang memadai dalam penggunaan mekanika tubuh akan menjadikan seseorang beresiko mengalami gangguan koordinasi sistem neurologi dan muskulusletal.

D.    Dampak Mekanika Tubuh dan Ambulansi
1.      Terjadi ketegangan sehingga memudahkan timbulnya kelelahan dan gangguan dalam system muskuloskletal.
2.      Resiko terjadi kecelakaan pada system musculoskeletal. Seseorang salah berjongkok atau berdiri akan mudah terjadi kelainan pada tulang vertebra.
LATIHAN SOAL
 




Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar !
1.      Berikan masing-masing 1 contoh dari setiap faktor yang mempengaruhi mekanika tubuh dan ambulansi!
2.      Jelaskan peran perawat dalam kebutuhan ambulansi pada pasien!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD PKK 1 ( Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bayi 0-6 Hari)

LKPD PKK 1 (Konsep Dasar Home Care)

Imunisasi Dasar Balita