Imunisasi Dasar Balita

       

Imunisasi Dasar Balita

 

A.        TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.             Umum

Setelah mempelajari materi tentang “Imunisasi Dasar Balita” ini Anda diharapkan dapat memahami tentang pentingnya imunisasi bagi balita dengan benar.

 

2.             Khusus

Setelah selesai mempelajari materi “Imunisasi Dasar Balita ”, Anda diharapkan dapat:

1.             Menjelaskan pengertian imunisasi dasar balita dengan benar.

2.             Menjelaskan tujuan imunisasi dengan benar.

3.             Menjelaskan jenis kekebalan tubuh dengan benar

4.             Menjelaskan macam imunisasi dasar balita dengan benar

5.             Menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan imunisasi dengan benar

6.             Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi Dasar Balita dengan benar

7.             Menjelaskan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan benar

8.             Menjelaskan penanganan anak demam setelah diimunisasi dengan benar

 

B.       POKOK-POKOKMATERI

 

Berdasarkan tujuan diatas, maka pokok-pokok materi pada Topik ini adalah:

1.      Pengertian imunisasi dasar balita

2.      Tujuan imunisasi

3.      Jenis kekebalan tubuh

4.      Macam imunisasi dasar balita

5.      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan imunisasi

6.      Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi Dasar Balita

7.      Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

8.      Penanganan anak demam setelah diimunisasi

 

C.       URAIAN MATERI

1.    Pengertian Imunisasi Dasar Balita

Imunisasi adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja memberikan kekebalan (imunitas) pada bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit(Depkes, 2000). Imunisasi adalah suatu tindakan yang dengan sengaja bertujuan memberikan kekebalan (imunitas) aktif maupun pasif terhadap suatu penyakit dengan jalan memberikan vaksin ( virus/bakteri yang dilemahkan atau dimatikan/ toksoid). Vaksin adalah bahan yang dipkai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan.

   Imunisasi dasar balita adalah imunisasi yang wajib diberikan pada anak usia bawah 5 tahun. Imunisasi ini meliputi imunisasi hepatitis B (HBV), DPT, Polio, Campak dan BCG.

1.             BCG diberikan 1 kali (pada usia 1 bulan)

2.             DPT diberikan 3 kali (pada usia 2,3 dan 4 bulan)

3.             Polio diberikan 4 kali (pada usia 1,2,3 dan 4 bulan)

4.             Campak diberikan 1 kali (pada usia 9 bulan)

5.         Hepatitis B diberikan 1 kali (pada usia 0-7 hari 

 

2.    Tujuan Imunisasi

Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk pencegahan penyakit (memberikan kekebalan/imunitas) pada anak

 

3.    Jenis Kekebalan Tubuh

a.             Kekebalan pasif

          Kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh bukan dibuat oleh tubuh sendiri

Menurut terbentuknya, dapat diklasifikasikan menjadi:

1.      Kekebalan Pasif Bawaan (Passive Congenital):

          Adalah pemberian antibodi yang berasal dari hewan , manusia kepada manusia lain dengan tujuan memberi Perlindungan terhadap penyakit infeksi yang bersifat sementara karena kadar antibodi akan berkurang setelah beberapa Minggu, atau bulan (Depkes, 2000).

          Kekebalan yang didapat bayi baru lahir (neonatus) menurun Sampai usia 6 bulan yang didapat dari vaskularisasi pada Plasenta. Misal: difteri, tetanus, campak. Antibodi ini akan melindungi bayi dengan penyakit tertentu sampai usia 12 bulan.

2.      Kekebalan pasif didapat (Passive Acquired)

1)      Zat anti didapat dari luar yang berlangsung pendek yaitu 2 - 3 minggu karena zat anti seperti ini akan dikeluarkan lagi dari tubuh anak.

2)      Bahan zat anti demikian dapat berupa globulin gamma murni yang didapat dari darah orang yang pernah mendapat penyakit misal campak, tetanus, gigitan ular berbisa, rabies.

3)      Sebenarnya tidak hanya globulin gamma murni yang dapat digunakan tetapi darah/serumnya dapat juga dipakai untuk suntikan (IM).

Pemberian imunisasi berupa serum ini menimbulkan efek samping berupa reaksi atopik, anafilaktik dan alergi oleh karena itu perlu dilakukan skin test terlebih dahulu . Menurut lokasi dalam tubuh, imunitas dapat diklasifikasikan menjadi:

a. Imunitas Humoral: Terdapat dalam imunoglobulin (Ig) yaitu Igln A, Ig G dan Ig M.

b. Imunitas Seluler: Terdiri atas fagositosis oleh sel - sel sistem retikuloendotelial. Berhubungan dengan kemampuan sel tubuh untuk menolak benda asing ditunjukkan dengan alergi kulit.

b.             Kekebalan aktif

          Kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen.

Imunisasi aktif dibagi menjadi 2 yaitu:

a. Kekebalan aktif alami (Natural Acguired) Misal: Difteri dan polionyelitis dengan proses anak terkena infeksi kemudian menjadi silent abortive, sembuh, kebal terhadap penyakit tersebut

b. Kekebalan aktif buatan (Artificially Induced) Dikenal dengan imunisasi dasar dan ulangan (Booster) berupa pemberian vaksin yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan. Vaksin akan berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan respon imun.

 

4. Macam Imunisasi Dasar Balita

1.Imunisasi BCG

Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyaki tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan. Vaksin disuntikkan secara intrakutan pada lengan atas, untuk bayi berumur kurang dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,05 mL dan untuk anak berumur lebih dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,1 mL.

          Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan, sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/ dosis. Kontraindikasi untuk vaksinasi BCG adalah penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita leukemia, penderita yang menjalani pengobatan steroid jangka panjang, penderita infeksi HIV)

 

 

Salah Menyuntikan Imunisasi - Tanya Alodokter

          Reaksi yang mungkin terjadi :

a.       Reaksi lokal: 1-2 minggu setelah penyuntikan, pada empat penyuntikan timbul kemerahan dan benjolan kecil yang teraba keras. Kemudian benjolan ini berubah menjadi pustula (gelembung berisi nanah), lalu pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus). Luka ini akhirnya sembuh secara spontan dalam waktu 8-12 minggu dengan meninggalkan jaringan parut.

b.      Reaksi regional: pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher, tanpa disertai nyeri tekan maupun demam, yang akan menghilang dalam waktu 3-6 bulan.

Komplikasi yang mungkin timbul adalah:

a.       Pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yang terlalu dalam. Abses ini akan menghilang secara spontan. Untuk mempercepat penyembuhan, bila abses telah matang, sebaiknya dila kukan aspirasi (penghisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat.

b.      Limfadenitis supurativa, terjadi jika penyuntikan dilakukan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. Keadaan ini akan membaik dalam waktu 2-6 bulan.

 

2. Imunisasi DPT

Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 (tiga vaksin dalam Satu sediaan) yang melindungi tubuh terhadap difteri, pertusis, dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang

tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau tatal. Pertusis (batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran pemapasan yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernapasan yang melengking, Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat Sehingga anak tidak dapat bernapas, makan atau minum, Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang, dan kerusakan otak. Tetanus adalah infeksi baks bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang. Vaksin DPT dapat diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 7 tahun. Biasanya vaksin DPT terdapat dalam bentuk suntikan, yang disuntikkan pada otot lengan atau paha. Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat anak berumur 2 bulan (DPT 1), 3 bulan (DPT II) dan 4 bulan (DPT III): selang waktu tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi DPT ulang diberikan 1 tahun  setelah DPT III dan pada usia prasekolah (5-6 tahun). Jika anak mengalami reaksi alergi terhadap vaksin pertusis, maka seba diberikan DT, bukan DPT.

                   Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi awal, sebaik, diberikan booster vaksin Td pada usia 14-16 tahun kemudian setiap 10 tahun (karena vaksin hanya memberikan perlindungan selama

10 tahun, setelah 10 tahun perlu diberikan booster). Hampir 85% anak yang mendapatkan minimal 3 kali suntikan yang mengandung Vaksin difteri, akan memperoleh perlindungan terhadap diftey Selama 10 tahun.

                   DPT sering menyebabkan efek samping yang ringan, seperti demam ringan atau nyeri di tempat penyuntikan selama beberapa hari. Efek samping tersebut terjadi karena adanya komponenen Pertusis di dalam vaksin.

          Pada kurang dari 1% penyuntikan, DTP menyebabkan komplikasi berikut:

a. demam tinggi (lebih dari 40,5” Celsius)

b. Kejang

c. Kejang demam (resiko lebih tinggi pada anak yang sebelumnya pernah mengalami kejang atau terdapat riwayat kejang dalam keluarganya)

d. Syok (kebiruan, pucat, lemah, tidak memberikan respon).

          Jika anak sedang menderita sakit yang lebih serius dari pada flu ringan, imunisasi DPT bisa ditunda sampai anak sehat. Jika anak pernah mengalami kejang, penyakit otak atau perkembangannya abnormal, penyuntikan DPT sering ditunda sampai kondisinya membaik atau kejangnya bisa dikendalikan. 1-2 hari setelah menjapatkan suntikan DPT, mungkin akan terjadi demam ringan, nyeri, kemerahan atau pembengkakan di tempat penyuntikan.

          Untuk mengatasi nyeri dan menurunkan demam, bisa diberikar! ssetaminofen (atau ibuprofen). Untuk mengurangi nyeri di tempat penyuntikan juga bisa dilakukan kompres hangat atau lebih sering menggerak-gerakkan lengan maupun tungkai yang bersangkutan.

3.      Imunisasi Polio

          Imunisasi polio memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit poliomielitis. Polio bisa menyebabkan nyeri otot dan kelumpuhan pada salah satu maupun kedua lengan/tungkai. Polio juga bisa menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot pernapasan dan otot untuk menelan. Polio bisa menyebabkan kematian.

          Terdapat 2 macam vaksin polio:

          a. IPV (Inactivated Polio Vaccine, Vaksin Salk), mengandung virus polio yang telah dimatikan dan diberikan melalui suntikan

          b. OPV (Oral Polio Vaccine, Vaksin Sabin), mengandung vaksin hidup yang telah dilemahkan dan diberikan dalam bentuk pil atau cairan.

          Bentuk trivalen (TOPV) efektif melawan semua bentuk polio, bentuk monovalen (MOPV) efektif melawan 1 jenis polio. Imunisasi dasar polio diberikan 4 kali (polio LII, III, dan IV) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi polio ulangan diberikan 1 tahun setelah imunisasi polio IV, kemudian pada saat masuk SD (5-6 tahun) dan pada saat meninggalkan SD (12 tahun). Di Indonesia umumnya diberikan vaksin Sabin. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 tetes (0/1 mL) langsung ke mulut anak atau dengan menggunakan sendok yang berisi air gula.

          Kontra indikasi pemberian vaksin polio: diare berat, gangguan kekebalan (karena obat imunosupresan, kemoterapi, kortikosteroid), Kehamilan.

          Efek samping yang mungkin terjadi berupa kelumpuhan dan kejang-kejang. Dosis pertama dan kedua diperlukan menimbulkan respon kekebalan primer, sedangkan dosis dan keempat diperlukan untuk meningkatkan kekuatan antibodi Sampai pada tingkat yang tertinggi.

                   Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi dasar, kepada orang dewasa tidak perlu dilakukan pemberian booster secara rutin kecuali jika dia hendak bepergian ke daerah di mana polip banyak ditemukan. Kepada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan perlu menjalani imunisasi Sebaiknya hanya diberikan IPV. Kepada orang yang pernah mengalami reaksi alergi hebat (anafilaktik) setelah pemberian IPV, Streptomisin, polimiksin B atau neomisin, tidak boleh diberikan IPV. Sebaiknya diberikan OPV.

                   Bagi penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderiy AIDS, infeksi HIV, leukemia, kanker, limfoma), dianjurkan untuk diberikan IPV. IPV juga diberikan kepada orang yang sedang menjalani terapi penyinaran, terapi kanker, kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya. IPV bisa diberikan kepada anak yang menderita diare. Jika anak sedang menderita penyakit ringan atau berat sebaiknya pelaksanaan imunisasi ditunda sampai mereka benar. benar pulih. IPV bisa menyebabkan nyeri dan kemerahan pada tempat penyuntikan, yang biasanya berlangsung hanya selama beberapa hari.

          4. Imunisasi Campak

          Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek). Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulangi 6 bulan kemudian. Vaksin disuntikkan secara subkutan dalam sebanyak 05 mL.

          Kontra indikasi pemberian vaksin campak:

a.       infeksi akut yang disertai demam lebih dari 38°Celsius

b.      gangguan sistem kekebalan

c.       gangguan pemakaian obat imunosupresan

d.      alergi terhadap protein telur

e.       hipersensitivitas terhadap kanamisin dan eritromisin

f.       wanita hamil.

          Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam, ruam kulit, diare, konjungtivitis dan gejala kataral serta ensefalitis (jarang).

          5. Imunisasi HBV

          Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah suatu infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Dosis pertama diberikan segera setelah bayi lahir

          atau jika ibunya memiliki HBsAg negatif, bisa diberikan pada saa bayi berumur 2 bulan.

          Imunisasi dasar diberikan sebanyak 3 kali dengan selang waktu 1 bulan antara suntikan HBV I dengan HBV II, serta selang waktu 5 bulan antara suntikan HBV II dengan HBV III. Imunisasi ulangan diberikan 5 tahun setelah suntikan HBV III. Sebelum memberikan imunisasi ulangan dianjurkan untuk memeriksa kadar HBsAg.

          Vaksin disuntikkan pada otot lengan atau paha.

          Kepada bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg positif, diberikan vaksin HBV pada lengan kiri dan 0,5 mL HBIG (hepatitis B immune globulin) pada lengan kanan, dalam waktu 12 jam setelah lahir. Dosis kedua diberikan pada saat anak berumur 1-2 bulan, dosis ketiga diberikan pada saat anak berumur 6 bulan.

          Kepada bayi yang lahir dari ibu yang status HBsAgnya tidak diketahui, diberikan HBV I dalam waktu 12 jam setelah lahir. Pada saat persalinan, contoh darah ibu diambil untuk menentukan status

          HBsAgnya; jika positif, maka segera diberikan HBIG (sebelum bayi berumur lebih dari 1 minggu). Pemberian imunisasi kepada anak yang sakit berat sebaiknya ditunda sampai anak benar-benar pulih. Vaksin HBV dapat diberikan kepada ibu hamil.

          Efek samping dari vaksin HBV adalah efek local (nyeri ditempat suntikan) dan sistemis(demam ringan, lesu, perasaan tidak enak pada saluran pencernaan), yang akan hilang dalam beberapa hari.

 

5. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memberikan Imunisasi

          Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan imunisasi antara lain sebagai berikut:

          1. status kesehatan saat ini

          2. pengalaman/reaksi terhadap imunisasi yang pernah didapat

          3. penyakit sekarang dan masa lalu

          Kontraindikasi pemberian imunisasi:

1.      flu berat atau panas tinggi

2.      perubahan pada sistem imun yang tidak dapat menerima vaksin virus hidup

3.      sedang dalam pemberian obat-obatan yang menekan sistem imun (sitostatika, transfusi darah dan immunoglobulin)

Keadaan-keadaan di mana imunisasi tidak dianjurkan:

1. BCG, tidak diberikan pada bayi yang menderita sakit kulit lama, sedang sakit TBC dan panas tinggi.

2. DPT, tidak diberikan bila bayi sedang sakit parah, panas tinggi dan kejang

3. Polio, tidak diberikan bila diare dan sakit parah

4. Campak, tidak diberikan bila bayi sakit mendadak dan panas tinggi.

 

6. Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi Dasar Balita

          1. Tuberculosis (TBC)

          Tuberculosis adalah penyakit infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculose. Penularan penyakit TBC seorang anak dapat terjadi karena terhirupnya percikan udara yang mengandung kuman TBC. Kuman ini dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti paru-paru, kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, hati atau selaput otak.

2.      Difteri

          Penyakit Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Mudah menular dan menyerang terutama saluran napas bagian atas dengan gejala demam tinggi, pembengkakan pada amandel (tonsil) dan terlihat selaput putih kotor yang makin lama makin membesar dan dapat menutup jalan napas. Racun difteri dapat merusak otot jantung yang dapat berakibat gagal jantung. Penularan umumnya melalui udara (batuk/bersin) selain itu dapat melalui benda atau makanan yang terkontaminasi.

          Pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan tetanus dan pertusis sebanyak tiga kali sejak bayi berumur dua bulan dengan selang penyuntikan satu-dua bulan.

     Pemberian imunisasi ini akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, pertussis dan tetanus dalam waktu bersamaan. Efek samping yang mungkin akan timbul adalah demam, nyeri penurun panas.

                3. Pertusis

          Penyakit Pertusis atau batuk rejan atau dikenal dengan "Batuk Seratus Hari" adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis. Gejalanya khas yaitu batuk yang terus menerus sukar berhenti, muka menjadi merah atau kebiruan dan muntah kadang-kadang bercampur darah. Batuk diakhiri dengan tarikan napas panjang dan dalam berbunyi melengking. Penularan umumnya terjadi melaluiudara (batuk/bersin). Pencegahan paling efektif adalah dengan melakukan imunisasi bersamaan dengan Tetanus dan Difteri sebanyak tiga kali sejak bayi berumur dua bulan.

       4. Tetanus

          Penyakit tetanus merupakan salah satu infeksi yang berbahaya karena memengaruhi sistim urat syaraf dan otot. Gejala tetanus umumnya diawali dengan kejang otot rahang (dikenal juga dengan trismus atau kejang mulut) bersamaan dengan timbulnya pembengkakan, rasa sakit dan kaku di otot leher, bahu atau punggung. Kejang-kejang secara cepat merambat ke otot perut, lengan atas dan paha. Neonatal tetanus umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Neonatal tetanus menyerang bayi yang baru lahir karena dilahirkan di tempat yang tidak bersih dan steril, terutama jika tali pusar terinfeksi. Neonatal tetanus dapat menyebabkan kematian pada bayi dan banyak terjadi di negara berkembang. Sedangkan di negara-negara maju, di mana kebersihan dan teknik melahirkan yang sudah maju tingkat kematian akibat infeksi tetanus dapat ditekan.

          Selain itu antibodi dari ibu kepada jabang bayinya yang berada di dalam kandungan juga dapat mencegah infeksi tersebut.

          Infeksi tetanus disebabkan oleh bakteri yang disebut dengan Clostridium tetani yang memproduksi toksin yang disebut dengan tetanospasmin. Tetanospasmin menempel pada urat syaraf di sekitar area luka dan dibawa ke sistem syaraf otak serta saraf tulang belakang, sehingga terjadi gangguan pada aktivitas normal urat syaraf. Terutama pada syaraf yang mengirim pesan ke otot. Infeksi tetanus terjadi karena luka. Baik karena terpotong, terbakar, aborsi, narkoba (misalnya memakai silet untuk memasukkan obat ke dalam kulit) maupun frosbite. Walaupun luka kecil bukan berarti bakteri tetanus tidak dapat hidup di sana. Sering kali orang lalai, padahal luka sekecil apa pun dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteria tetanus. Periode inkubasi tetanus terjadi dalam waktu 3-14 hari dengan gejala yang mulai timbul di hari ketujuh. Dalam neonatal tetanus gejala mulai pada dua minggu pertama kehidupan seorang bayi. Walaupun tetanus merupakan

     penyakit berbahaya, jika cepat didiagnosa dan mendapat perawatan yang benar maka penderita      dapat disembuhkan. Penyembuhan umumnya terjadi selama 4-6 minggu. Tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sebagai bagiandari imunisasi DPT. Setelah lewat masa kanak-kanak imunisasi dapat terus dilanjutkan walaupun telah dewasa. Dianjurkan setiap interval 5 tahun: 25, 30,35 dst. Untuk wanita hamil sebaiknya diimunisasi juga dan melahirkan di tempat yang terjaga kebersihannya.

                5. Polio

          Gejala yang umum terjadi akibat serangan virus polio adalah anak mendadak lumpuh pada salah satu anggota geraknya setelah demam selama 2-5 hari. Terdapat 2 jenis vaksin yang beredar, dan di Indonesia yang umum diberikan adalah vaksin sabin (kuman yang dilemahkan). Cara pemberiannya melalui mulut. Di beberapa negara dikenal pula Tetravaccine yaitu kombinasi DPT dan polio. Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa hari dan selanjutnya diberikan setiap 4-6 minggu. Pemberian vaksin polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG, vaksin hepatitis B, dan DPT. Imunisasi ulangan diberikan bersamaan dengan imunisasi ulang DPT, Pemberian imunisasi polio akan menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit Poliomielitis. Cara memberikan imunisasi polio adalah dengan meneteskan vaksin polio sebanyak dua tetes langsung ke dalam mulut anak atau dengan menggunakan sendok yang dicampur dengan gula manis. Imunisasi ini jangan diberikan pada anak yang lagi diare berat. Efek samping yang mungkin terjadi sangat minimal dapat berupa kejang-kejang.

                6. Campak

          Campak adalah penyakit yang sangat menular yang dapat disebabkan oleh sebuah virus yang bernama Virus Campak. Penularan melalui udara ataupun kontak langsung dengan penderita.Gejala-gejalanya adalah: demam, batuk, pilek dan bercak-bercak merah pada permukaan kulit 3 - 5 hari setelah anak menderita demam. Bercak mula-mula timbul di pipi bawah telinga yang kemudian menjalar ke muka, tubuh dan anggota tubuh lainnya. Komplikasi dari penyakit campak ini adalah radang paru-paru, infeksi pada telinga, radang pada saraf, radang pada sendi dan radang pada otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen (menetap). Pencegahan adalah dengan cara menjaga kesehatan kita dengan makanan yang sehat, berolah raga yang teratur dan istirahat yang cukup, dan paling efektif cara pencegahannya adalah dengan melakukan imunisasi. Pemberian imunisasi akan menimbulkan kekebalan aktif dan bertujuan untuk melindungi terhadap penyakit campak hanya dengan sekali suntikan, dan diberikan pada usia anak sembilan bulan atau lebih.

                7. Hepatitis

          Penyakit hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis tipe B yang menyerang kelompok resiko secara vertical yaitu bayi dan ibu pengidap, sedangkan secara horizontal tenaga medis dan para medis, pecandu narkoba, pasien yang menjalani hemodialisa, petugas laboratorium, pemakai jasa atau petugas akupuntur.

     7. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

KIPI adalah kejadian sakit yang mungkin timbul setelah imunisasi. Kejadian ini umumnya terjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi.

1.BCG: Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil yang menjadi luka dengan

garis tengah sekitar 10 mm. Jangan diberi obat apa pun, dan biarkan luka tetap terbuka. Luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dan meninggalkan parut yang kecil.

2. DPT: Kadang bayi menderita panas setelah mendapat vaksin ini. Akan tetapi panas ini umumnya akan sembuh dalam 1-2 hari. Sebagian bayi merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. Sedangkan sebagian bayi lainnya tidak. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan, akan sembuh sendiri.

3. Polio: Tidak ada efek samping

4.Campak: anak mungkin panas pada hari ke 5-12 sesudah suntikan. Kadang-kadang disertai kemerahan pada kulit seperti campak. Hal ini adalah gejala penyakit campak ringan dan umumnya setelah 1-2 hari akan hilang.

5. Hepatitis B: Tidak ada efek samping

 

8. Penanganan Anak Demam Setelah Diimunisasi

a.       lebih sering memberikan ASI dari biasanya untuk menjamin bayi/anak menerima cukup zat cair. Jika bayi berusia lebih dari 6 bulan boleh diberi tambahan air minum

b.      memberikan obat penurun panas dengan dosis sesuai anjuran dokter

c.       mengompres dahi bayi dengan menggunakan kain yang dibasahi air hangat

d.      membawa bayi ke dokter atau layanan kesehatan jika demam berlanjut.

 

Latihan Soal :

1.      jelaskan jenis imunisasi dasar bagi balita dan fungsinya?

2.      Seorang anak usia 2 bulan dating ke puskesmas untuk imunisasi. Apa imunisasi yang tepat diberikan pada anak tersebut?

3.      Imunisasi apa yang dapat diberikan untuk mencegah penyakit tuberculosis pada anak?

4.      Kondisi apa saja yang menyebabkan anak tidak boleh diberikan vaksinasi?

5.      Tindakan apa yang harus dilakukan jika anak mengalami demam setelah imunisasi?

 

Komentar

  1. suka banget sama cara ibu ngajar karna ibu bisa menyesuaikan kondisi kelas dan sikap anak anak saat di kelass

    BalasHapus
  2. Ibu ngajarnya seru banget, dan ga terlalu tegang

    BalasHapus
  3. Segi pengajaran ibu kompetitif, jadi bisa menyesuaikan cara pembelajaran ke anak anak,, pokoknya kerrreeennn dehh Topp👍

    BalasHapus
  4. Cara ibu mengajar menyenangkan dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  5. saya sukaa cara ibu menyampaikan dan memberikan materi, mudah untuk dipahami

    BalasHapus
  6. suka cara ibu menyampaikan materiii , menjelaskan sampai kita mengerti dan paham akan materinya...

    BalasHapus
  7. saya suka bagaimana cara ibu mengajar. seru tapi juga dapat difahami. saya juga suka karena ibu banyak interaksi dengan siswa

    BalasHapus
  8. Saya sangat suka cara mengajar ibu yang tidak tegang tetapi materi yang diberikan dapat dipahami dengan mudah. Saya juga suka metode mengajar ibu yang interaktif dan memberikan contoh dengan hal yang mudah dipahami.

    BalasHapus
  9. saya suka bagaimana cara ibu mengajar, menyampaikan materinya dan juga dapat difahami. saya juga suka dengan ibu banyak interaksi dengan siswa

    BalasHapus
  10. saya sangat suka belajar sama ibu tidak bikin ngantuk, dan tidak membuat anak murid muridnya tegang dan mudah dipahami

    BalasHapus
  11. saya suka cara mengajar ibu, pengajarannya santai, baik, menyerukan, jika tidak mengerti boleh diulang kembali sampai kita paham

    BalasHapus
  12. Saya suka cara ibu menyampaikan dan memberikan materi. pelajaran santai, baik, seru , jika tidak mengerti boleh diulang kembali sampai kita paham

    BalasHapus
  13. Saya suka banget ngajar nya ibu santai tapi mudah untuk di pahami

    BalasHapus
  14. Saya suka cara mengajar ibu ,tidak terlalu tegang dan banyak berinteraksi dengan murid

    BalasHapus
  15. saya suka cara ibu menyampaikan dan memberikan materi, kalau saya ga ngerti ibu mau mengulang kembali materinya sampai saya mengerti

    BalasHapus
  16. saya suka cara ibu mengajar, belajarnya santai tidak terlalu tegang

    BalasHapus
  17. Cara ibu ngajar beda dari guru yg lain,ngejelasin materi nya lebih di mengerti selalu seneng kalo ada pelajaran ibu :))

    BalasHapus
  18. Saya suka cara mengajar ibu, menyenangkan tidak membosankan,jadi mudah difahami

    BalasHapus
  19. saya suka cara menyampaikan materinya dan juga dapat difahami. saya juga suka dengan ibu banyak interaksi dengan siswa seru.

    BalasHapus
  20. saya suka cara mengajar ibu, belajarnya sangat santai tidak bikin tegang,jadi tidak membosankan,jdi lebih mudah di mengerti

    BalasHapus
  21. saya suka karena cara mengajar ibu ga monoton,dan gampang dimengerti soalnya dijelasin berkali-kali ehehehhe

    BalasHapus
  22. Belajar bersama ibu menyenangkan, cara penyampaiannya mudah dipahami

    BalasHapus
  23. saya suka dengan cara mengajar ibu walaupun cepat tapi jelas dan mudah dipahami, saya jadi senang dan mencoba terus fokus dengan apa yang ibu ajarkan <3

    BalasHapus
  24. saya suka cara ibu mengajar,karna tidak mudah bikin ngantuk dan bosen,karna ibu ngajar di barengkan dengan candaan jadi lebih asik dan cepat di pahami juga, semangat ibu ngajar nya 🙌

    BalasHapus
  25. Sangat menyenangkan cara pembelajarannya,mudah dipahami juga

    BalasHapus
  26. Saya senang belajar dengan ibu karna metode pembelajaran yang ibu terapkan sangat menyenangkan dan sangat mudah untuk dimengerti dan dicerna,

    BalasHapus
  27. aku suka sama cara ngejelasin ibuu ga bosan :D tapi kadang kadang terlalu cepat ngejelasinnya jadi ga sempat nulis, kalau bisa saat ibu lagi ngejelasin dibolehin video bu.. jadi ga ketinggalan, bisa di pahamin lagi lewat video itu hehe :D

    BalasHapus
  28. Saya suka cara mengajar ibu soalnya tidak bikin ngantuk dan dijelaskan dengan detail

    BalasHapus
  29. Bu Hanif keren,cara mengajarnya saya suka,tidak membuat tegang dan untuk cara menjelaskan materinya asik jadi gampang paham

    BalasHapus
  30. Ernita Novianti saya sangat suka cara ibu mengajar nya dan cepat juga memahami ny terimakasih ibu

    BalasHapus
  31. Cara mengajar ibu mudah sekali untuk dipahami, mungkin kekurangan nya cara mengajar yg diupgrade agar tidak membuat anak anak tidak bosan dan lebih bersemangat

    BalasHapus
  32. (Nur Amanda)
    Saya suka dengan cara pembelajaran ibu, tidak membosankan,dan mudah dipahami

    BalasHapus
  33. saya suka dengan cara mengajar ibu mudah dipahami dan tidak terlalu tegang

    BalasHapus
  34. Chintya Anggraeni
    Cara mengajar ibu asik terus cara mengajar ibu juga baik

    BalasHapus
  35. saya suka dengan cara mengajar ibu, dan tidak membosankan, dan mudah di pahami :)

    BalasHapus
  36. Saya suka cara menyampaikan materi dan mudah di pahami,kalau ada yg tidak ngerti di ajarkan atau di jelaskan ulang.. dan tidak membonsakan dalam pelajaran karena ada permainan biar tidak bosan

    BalasHapus
  37. saya suka bagaimana cara ibu mengajar, menyampaikan materinya dan juga mudah untuk difahami.

    BalasHapus
  38. cara ngajar ibu asik, jadi ga gampng bosen, cara penyampaiannya juga mudah dimengerti.

    BalasHapus
  39. Saya kykan alys naysila
    Ibu mengajar nya seru asik tida membosankan ,walaupun ibu ngajar nya siang tetep seruu buu

    BalasHapus
  40. saya senang belajar sama ibu materinya gampang masuk dan suka cara belajarnya

    BalasHapus
  41. (rini mikameila) cara ibu mengajar sangat seru

    BalasHapus
  42. NICKE YUDITIARA
    menurut saya ibu mengajar nya seruu cara ibu menyampaikan nya itu mudah di pahamii nya bu

    BalasHapus
  43. cara ngajar ibu enak tidak membosankan dan mudah dipahami💐💐

    BalasHapus
  44. Saya suka dengan cara mengajar ibu, ibu sangat asik sangat seru dan cara mengajar ibu sangat santai tapi masuk ke otak saya (Tiara Dwi pratiwi)

    BalasHapus
  45. Ibuuuu saya sangat suka dengan cara mengajar ibuu, penjelasannya sangat mendetail jadi mudah untuk dipahami, ibu juga sangat interaktif, asik dan juga memberikan contoh disela-sela penjelasan jadi mudah untuk dipahami. Semangat terus ibu dalam mengajar kami, semoga ilmu yang ibu berikan selalu menjadi berkah, Aamiin🌻

    BalasHapus
  46. terima kasih jga anak-anak hebat untuk saran dan masukkannya, sangat memotivasi saya untuk bs mjadi pribadi yg lbh baik lg, tetap semangat dalam belajar, doa terbaik untuk kalian semua, sehat dan bahagia selalu guys

    BalasHapus
  47. saya suka dengan cara ibu mengajar, karena sangat jelas dan rinci, mengajar dengan sabar dan sangat santai, terimakasih ibuu sehat selalu

    BalasHapus
  48. Saya suka cara menyampaikan materi dan mudah di pahami,kalau ada yg tidak ngerti di ajarkan atau di jelaskan ulang.. dan tidak membosankan dalam pembelajaran karena ada permainan biar tidak bosan

    BalasHapus
  49. Berliana Nurohim

    Cara mengajar ibu sangat seru dan mudah di pahami, saat kami kurang mengerti, ibu sangat sabar untuk menjelaskan ulang dengan detail. Semangat ya ibu, saya sangat suka dengan cara mengajar ibu

    BalasHapus
  50. cara mengajar ibu mudah dimengerti,enak,engga bikin ngantuk

    BalasHapus
  51. apa yang ibu ajarkan sudah baik dan bisa untuk dipahami #nabilafebriyanti

    BalasHapus
  52. #raisyah amanda s
    saya suka dengan cara ibu mengajar, karena sangat rinci dan jelas

    BalasHapus
  53. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  54. (laffa saena zenita)
    saya suka dengan cara ibu mengajar, karena sangat jelas dan rinci, mengajar dengan sabar dan sangat santai, terimakasih ibuu sehat selalu. nggak bkin ngantuk jgaa

    BalasHapus
  55. Sheryl Aprisa Adiyanti
    Sukaa banget cara ngajar ibu,mudah dipahami

    BalasHapus
  56. #Amelia putri xip¹
    Saya suka cara ibu mengajar dan mudah untuk di pahami

    BalasHapus
  57. @dewiinda cara mengajar ibu mudah dimengerti,enak,

    BalasHapus
  58. Elvina Meisy Setiawan
    suka banget cara ibu mengajar, mudah dipahami

    BalasHapus
  59. Selvy Iswanti
    Saya sangat suka sekali sama metode pembelajaran ibu sangat mudah dipahami cara penyampaian nya,hatur nuhun ibu.

    BalasHapus
  60. #mutiara aini
    Saya senang dengan cara mengajar ibu,mudah dipahami,dan dimengerti

    BalasHapus
  61. Saya suka dengan cara mengajar ibu, gak bikin ngantuk terus seru juga ibu juga ngajarnya sabar kalau ada yang belom mengerti di ulang kembali pelajarannya

    BalasHapus
  62. Naila Salsabila

    cara mengajar ibu mudah di pahami, saya suka karna tidak terlalu menekan kan siswa nya untuk terus fokus ke materi, jadi ibu juga pakai teknik seperti berbicara kepada teman, terimakasih ibu🌷


    BalasHapus
  63. Nadine salwa putri suka cara ibu ngajar,mudah di. pahami dan enak cara ngajar nya

    BalasHapus
  64. Yunifer
    cara mengajar ibu seru dan menarik tidak bosan dan tidak mengantuk mudah di padahami karena setia kata di kasih 1 contoh

    BalasHapus
  65. Safa Nurkhasanah
    saya suka cara mengajar ibu,ibu mengajar menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh saya

    BalasHapus
  66. Safa Nurkhasanah
    saya suka cara mengajar ibu, karna bahasa yang ibu gunakan mudah dimengerti dan dipahami

    BalasHapus
  67. Saya suka dengan cara mengajar ibu, karna tidak membosankan dan mudah dipahami

    BalasHapus
  68. saya suka cara ibu mengajar, paling penting tidak bikin ngantuk

    BalasHapus
  69. saya suka ibu mengajar tapi kadang suka kecepatan Bu hihi.

    BalasHapus
  70. (ameilia lifina)saya suka cara mengajar ibu karena bahasanya mudah dj mengerti dan menarik dan tidak bosan

    BalasHapus
  71. Nella Simatupang, Xip2
    Saya suka akan pembelajaran ini karena cara mengajar ibu sangat menyenangkan dan dapat dipahami dengan baik dan mudah dicermati.

    BalasHapus
  72. saya suka dengan cara mengajar ibu karna asik, ga bikin bosen dan mudah dipahami

    BalasHapus
  73. Saya suka cara mengajar ibu karena sangat teliti dan mudah di pahami

    BalasHapus
  74. (Siti nurmala)
    Saya suka cara ibu mengajar karena santai dan mudah di pahami

    BalasHapus
  75. (indah munazatul w) saya suka cara mengajar ibu karena bahasanya mudah dj mengerti dan menarik dan tidak bosan

    BalasHapus
  76. ( syah raja saputra ) ibu cantik, baik

    BalasHapus
  77. Menurut saya cara mengajar ibu tidak menegangkan karena ibu sangat baik dan asik, juga tidak membuat suasana bosan. Lalu jika tidak begitu paham akan diulang kembali hingga murid mengerti.

    BalasHapus
  78. Dalilah Laila Sabil
    saya sangat suka dengan cara ibu mengajar di kelas dan cepat juga memahaminya.

    BalasHapus
  79. Saya suka cara ibu mengajar, karena lebih cepat dipahami. (Zahra Dzakiyyah Putri)

    BalasHapus
  80. Saya suka cara mengajar ibu,karena tidak bikin mengantuk Dan bosan

    BalasHapus
  81. Cara ibu mengajar sangat asik, mudah di pahami dan dimengerti

    BalasHapus
  82. Menurut saya cara mengajar ibu tidak membosankan dan sangat asik.Kemudian jika tidak terlalu paham bisa di ulangi agar murid lebih mengerti

    BalasHapus
  83. (Muhammad miftahudin)
    Saya senang belajar dengan ibu karena menyenangkan Dan asik

    BalasHapus
  84. Materinya mudah di pahami cara mengajarnya GK bikin bosen seru

    BalasHapus
  85. Materinya sangat lengkap dan mudah memahami

    BalasHapus
  86. NICKE YUDITIARA Xp3
    materinyaa lengkappp cara ngajak ibu seru buu

    BalasHapus
  87. (isaura felisia) pelajaran ya mudah di pahami dan cara ibu mengajar di mengerti 🤗🙏

    BalasHapus
  88. Pelajaran ibu sangat mudah dipahami, sangat menyenangkan 🤩

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD PKK 1 ( Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bayi 0-6 Hari)

LKPD PKK 1 (Konsep Dasar Home Care)