produksi massal

 

Kompetensi Dasar     : 3.10    Menganalisis perencanaan produksi massal

3.11    Menentukan indikator keberhasilan tahapan     produksi massal

                                      3.12    Menerapkan proses produksi massal

                                      4.10    Membuat perencanaan produksi massal

                                      4.11    Membuat indikator keberhasilan tahapan produksi massal

                                      4.12    Melakukan produksi massal

 

Alokasi Waktu           : 14 x 90 menit

PRODUKSI MASSAL

 

 

 

 

 

 

APERSEPSI :

MENGAMATI

Buatlah kliping yang memuat kegiatan produksi massal alat-alat kesehatan dan keperawatan. Dengan demikian kita akan mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai kegiatan produksi massal alat-alat keperawatan dan kedokteran!

            Produksi massal adalah salah satu roda penggerak ekonomi dunia dipasar bebas. Bersamaan dengan jasa online, produksi massal telah merambah ke setiap sendi kehidupan. Dunia keperawatan juga tak luput dari produksi massal. Dewasa ini, banyak alat produk keperawatan yang diproduksi secara massal. Apa sajakah konsep dan hakikat produksi massal? Kemudian, apa hubungan antara produksi massal dengan dunia keperawatan? Mari kita simak penjelasan berikut!

 

 

 

 

AYO PAHAMI

1. KONSEP UMUM PRODUKSI MASSAL

Produksi massal atau dikenal juga dengan istilah produksi mengalir atau terus- menerus adalah produksi yang dibuat dalam jumlah besar. Produksi massal mencakup kegiatan perakitan produk. Bersama dengan produksi kelompok besar dan produksi unit, produksi massal adalah salah satu dari tiga metode produksi.

Istilah produksi massal pertama kali dipopulerkan pada 1926 lewat artikel yang ditulis di Encyclopediae Britannica. Artikel tersebut ditulis oleh seseorang yang bekerja diperusahaan Ford Motor. Sebelumnya koran the New York Times menggunakan istilah “ Produksi Massal (Mass Production) “ didalam judul berita utamanya.

Konsep produksi massal dapat dijumpai di berbagai jenis produk, mulai dari makanan, air mineral sampai perakitan (kendaraan bermotor dan peralatan rumah tangga).

Produksi massal adalah aspek yang dapat menjangkau berbagai macam area ilmu. Namun kita dapat membedakan produksi massal dengan produksi kerajinan atau industri rumahan. Aspek-aspek dalam produksi massal seperti lini produksi dan standarisasi ukuran telah lama ada bahkan sebelum era revolusi industri. Era revolusi industri menandai terciptanya mesin-mesin yang dapat membantu pekerjaan manusia sehingga telah membuka jalan bagi manusia dalam melangsungkan produksi massal dalam waktu singkat.

1.        Kronologi Produksi Massal dibidang Obat-obatan dan Alat Kesehatan

 

Industri obat-obatan dan alat kesehatan berawal jauh sebelum revolusi industri, tepatnya pada abad pertengahan. Namun puncak perkembangan industri obat-obatan dan alat kesehatan terjadi pada abad 17 sampai 19. Hal ini dipicu dengan adanya revolusi ilmu pengetahuan pada masa tersebut. Penggabungan antara revolusi ilmu pengetahuan dengan revolusi industri membuat perkembangan industri obat-obatan dan alat kesehatan meningkat lebih pesat.

Merck yang berada di Jerman adalah perusahaan obat-obatan dan alat kesehatan pertama di Dunia. Perusahaan tersebut didirikan di Darmsdtadt pada 1668. Namun pada 1827 Heinrich Emmanuel Marck mulai mengubah perusahaan Merck menjadi perusahaan obat-obatan yang memproduksi massal produk alkaloid.

 

2.        Kerugian dan Manfaat Produksi Massal

 

Alasan utama adanya produksi massal adlah pengurangan bagian-bagian yang tidak produktif pada setiap aspek produksi. Dalam produksi kerajinan, pengrajin harus mendapatkan bahan baku, merakit dan mengolahnya sendiri. Dia harus mampu menggunakan berbagai macam alat untuk berbagai macam tujuan. Di dalam produksi massal, setiap pekerja melakukan hal yang sama dan menggunakan peralatan yang samadalam proses produksi yang terus mengalir. Hal tersebut membuat pekerja tidak membutuhkan banyak waktu dalam menyiapkan peralatan atau bahan-bahan yang dibutuhkan dalam produksi. Hal ini dapat membuat waktu produksi menjadi lebih singkat.

Selain efisiensi waktu, produksi massal juga menurunkan resiko kesalahn manusia karena tugas produksi dilakukan oleh mesin. Menurunnya biaya upah dan meningkatnya produksi membuat perusahaan mampu menjual produkdalam jumlah besar dan harga lebih murah.

Akan tetapi, produksi massal adalah kegiatan produksi yang kaku karena pengubahan desain produk sangat sulit dilakukan, terutama ketika desain tersebut sudah masuk lini produksi. Selain itu keseragaman produk pun akan mempersulit produsen dalam memperkenalkan berbagai macam varian produk untuk memuaskan selera konsumen yang berbeda-beda. Namun masalah selera tersebut dapat diatasi dengan mengaplikasikan finishing dan pemberian hiasan produk yang variatif. Mesin juga memiliki kerugian dalam produksi massal karena mesin memiliki harga yang sangat mahal, baik dari aspek pengadaan maupun perawatan. Jadi produsen harus benar-benar tahu bahwa barang produksinya akaan laku atau mereka akan kehilangan banyak uang.

Seiring berjalannya waktu telah dilakukan metode-metode untuk meningkatkan fleksibilitas produksi massal, khususnya upaya untuk menghasilkan produk massal yang variatif.

 

A.       PERENCANAAN PRODUKSI MASSAL

 

Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk diperkenalkan ke pasar. Selain itu perusahaan harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal dalam pemasarannya. Strategi cadangan mencakup diantaranya ekstensi produk atau perbaikan, distribusi, perubahan harga, dan promosi.

Kesuksesan ekonomi produksi massal suatu perusahaan tergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara cepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung jawab bagian pemasaran, atau bagian manufaktur, atau bagian desain saja, melainkan merupakan tanggung jawab yang melibatkan setiap elemen perusahaan. Metode pengembangan produk berdasarkan permintaan atau persyaratan serta spesifikasi produk oleh customer adalah metode yang cukup baik. Dengan berbasis keinginan customer, kemungkinan produk tersebut tidak diterima oleh customer menjadi lebih kecil. Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba, usaha pengembangan produk dikatakan sukse jika produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba. Namun laba sering kali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung.

Ada 5 dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk yaitu :

1.      Kualitas produk

Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan dapat memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akan mempengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar pelanggan.

2.      Biaya produk

Biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit disebut biaya manufaktur produk. Biaya produk menentukan besar laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.

3.      Waktu pengembangan produk

Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi, dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima pengembalian ekonomi dari uasaha yang dilakukan tim pengembangan.

4.      Biaya pengembangan

Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen penting dari investasi yang dibutuhkan untuk mancapai profit.

5.      Kapabilitas pengembangan

Kapabilitas pengembangan merupakan aset yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis dimasa yang akan datang.

Perancangan dan pembuatan suatu produk baik yang baru atau yang sudah ada merupakan bagian yang sangat besar dari semua kegiatan tehnik yang telah ada. Kegiatan ini didapat dari persepsi tentang kebutuhan manusia, kemudian disusul oleh penciptaan suatu konsep produk, perancangan produk, pengembangan dan penyempurnaan produk, lalu diakhiri dengan pembuatan dan pendistribusian produk tersebut.

B.     Hubungan antara perencanaan dengan kontrol produksi

Perencanaan produksi adalah fungsi manajerial yang berhubungan dengan masalah-masalah :

a.       Fasilitas produksi apa saja yang dibutuhkan

b.      Bagaimana membagi alat-alat produksi tersebut agar dapat digunakan dalam proses produksi

c.       Bagaimana cara agar alat-alat produksi tersebut dapat digunakan untuk membuat produk yang diinginkan dan dalam jumlah yang diinginkan

Secara umum, perencanaan produksi berkaitan dengan 2 aspek yaitu :

1.      Penjadwalan dan perencanaan tugas,

2.      Tata letak atau hubungan antar sumber daya.

Perencanaan produksi bersifat dinamis, artinya perencanaan produksi selalu berubah sesuai dengan adanya perubahan rencana yang mungkin terjadi.

Disisi lain, kontrol produksi adalah mekanisme untuk mengawasi agar produksi bisa berjalan sesuai dengan rencana. Kontrol produksi memiliki fungsi penting, yaitu :

a.       Menjaga agar proses produksi bisa berjalan sesuai dengan rencana

b.      Mengamati kemajuan produksi dan mencatat kekurangan kekurangannya

c.       Menganalisis data yang dicatat dan menghitung kesalahan-kesalahannya

d.      Mengambil langkah langsung untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang ada pada proses produksi

e.       Meneruskan laporan kontrol produksi ke bagian perencanaan agar ditindak lanjuti.

Agar lebih jelas, berikut ini adalah bagan yang menunjukkan hhubungan antara perencanaan produksi dan kontrol produksi.

Requirements

Execute

Controls

Monitor

Results

Plans

 

 

 

 

 

 

 

 

 


C.    Fase dalam perencanaan produk

            Perancangan produk terdiri atas serangkaian kegiatan yang berurutan. Kegiatan-kegiatan dalam proses perancangan dinamakan fase. Fase-fase dalam proses perancangan produk berbeda satu dengan lainnya. Setiap fase terdiri atas beberapa kegiatan yang dinamakan langkah-langkah dalam fase. Berikut adalah fase-fase dalam proses perancangan produk :

a.    Mengidentifikasi peluang

Peluang produk bisa diperoleh melalui 4 cara, yaitu :

1.      Produk baru

2.      Turunan dari produk yang sudah ada

3.      Perbaikan produk yang sudah ada

4.      Produk yang pada dasarnya baru

Kemudian, identifikasi peluang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1.      Keluhan pelanggan terhadap produk sejenis yang sudah ada

2.      Analisis keunggulan dan kelemahan produk pesaing

3.      Usulan pelanggan yang dikumpulkan secara otomatis

4.      Adanya kecenderungan dalam gaya hidup, demografi dan teknologi.

b.    Mengevaluasi dan memprioritaskan proyek

Empat perspektif dasar yang berguna dalam mengevaluasi dan memprioritaskan peluang-peluang bagi produk baru adalah :

1.      Strategi bersaing

Strategi bersaing merupakan suatu pendekatan pasar dan produk dengan memperhatikan para pesaing usaha. Strategi demikian digunakan untuk memilih peluang. Pada umumnya, perusahaan melakukan diskusi pada tingkat manajemen untuk membahas strategi dalam menghadapi persaingan usaha. Beberapa strategi yang mungkin diterapkan adalah :

a.       Kepemimpinan yang berbasis pada teknologi

b.      Kepemimpinan berbasis efisiensi biaya

c.       Fokus pelanggan

d.      Produk tiruan

2.      Segmentasi pasar

Pembagian pasar kedalam segmen-segmen membuat perusahaan dapat memetakan selera pelanggan terhadap suatu produk. Selain itu, perusahaan juga akan mampu melihat perkembangan produk pesaingnya. Pemetaan produk-produk pesaing dan milik sendiri ke dalam segmen-segmen akan membantu perusahaan dalam memperkirakan kelemahan produknya dan mampu memanfaatkan kelemahan produk pesaingnya.

3.      Perkembangan teknologi

Pada perusahaan dengan produk berupa teknologi keputusan perencanaan yang utama adalah penentuan waktu untuk menggunakan teknologi baru dalam kegiatan produksi massal.

4.      Perencanaan platform produk

Platform produk yang bagus dapat menjadi dasar dalam membuat produk turunan yang mampu memenuhi selera pasar.

Keputusan mengenai platform produk berkaitan erat dengan usaha pengembangan produk serta implementasi teknologi dalam membuat suatu produk.

Usaha menjembatani antara implementasi teknologi dengen perencanaan dan pengembangan produk, perusahaan bisa menggunakan peta jalur teknologi. Peta jalur teknologi merupakan cara untuk menunjukkan perkiraan penggunaan teknologi di masa depan dan teknologi yang cenderung dipakai oleh pasar.

5.      Evaluasi peluang produk baru

Evaluasi produk dilakukan berdasarkan aspek-aspek berikut :

a.       Ukuran pasar (unit/tahun x harga rata-rata)

b.      Tingkat pertumbuhan pasar (persen per tahun)

c.       Intensitas persaingan(jumlah pesaing dan kekuatannya)

d.      Pengetahuan perusahaan mengenai pasar

e.       Pengetahuan perusahaaan mengenai teknologi

f.       Kesesuaian dengan produk perusahaan lain

g.      Kesesuaian dengan kemampuan perusahaan

6.      Menyeimbangkan portofolio proyek pengembangan

Metode penyeimbang portofolio akan melibatkan pemetaan portofolio sesuai dengan dimensi-dimensi yang berguna. Maka manajer akan mempertimbangkan dampak atas kepurtusan perencanaan produk. Pendekatan pemetaan yang dikemukakan oleh Cooper dkk (1998) melibatkan dimensi seperti resiko teknis, pengembalian financial, daya tarik pasar dan sebagainya.

c.       Pengalokasian sumber daya dan perencanaan waktu

            Aspek pengalokasian sumber daya dan perenvanaan waktu terbagi menjadi aspek-aspek berikut :

1.      Pengelolaan sumber daya

      Perencanaan produk secara mendalam dan menyeluruh akan membantu perusahaan dalam menggunakan sumber daya secara efisien. Perusahaan akan membuat produk yang benar-benar mampu menyerap kebutuhan pasar dengan sumber daya yang sudah dianggarkan.

2.      Penentuan waktu proyek

      Penentuan waktu dan urutan proyek harus mempertimbangkan faktpr-faktpr berikut :

a.       Penentuan waktu pengenalan produk

b.      Kesiapan teknologi

c.       Kesiapan pasar

d.      Persaingan dalam penawaran produk

d.  Penyelesaian perencanaan proyek pendahuluan

                 tahap penyelesaian petencanaan dilakukan setelah suatu proyek disetujui, tetapi belum menuju penggunaan sumber daya. Kegiatan ini melibatkan tim yang disebut tim inti. Pada fase ini, perusahaan harus mampu menjelaskan visi produk.

                 Penulisan visi produk harus memakai bahasa yang memiliki makna umum. Untuk memberikan detail jelas suatu suatu visi maka tim inti harus mampu membuat sebuah pernyataan misi, asumsi dan batasan.

1.      Pernyataan misi

           Pernyataan misi mencakup :

a.       Uraian ringkas produk : mencakup manfaat produk utama untuk pelanggan, namun menghindari penggunaan konsep produk secara spesifik.

b.      Sasaran utama bisnis mencakup waktu, biaya dan kualitas.

c.       Pangsa pasar yakni mengidentifikasi pasar utama dan pasar kedua yang perlu dipertimbangkan dalam suatu pengembangan.

2.      Asumsi dan batasan

           Asumsi dan batasan diperlukan agar pengembangan tehnis produk menjadi lebih terarah. Berikut adalah permasalahan yang perlu dipertimbangkan dalam menyatakan asumsi dan batasan.

a.       Manufaktur

     Mempertimbangkan kemampuan, kapasitas dan batasan operasional manufaktur

b.      Pelayanan

     Pelayanan pelanggan sangat menentukan keberhasilan perusahaan, sehingga perusahaan harus mampu menyusun strategi dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.

c.       Lingkungan

     Sasaran aspek lingkungan menyatakan bahwa sluruh komponen akan dimanufaktur kembali atau didaur ulang atau keduanya sehinggan tidak akan ada komponen yang sia-sia.

e. Merefleksikan haisl dengan proses

                     langkah terakhir dari perencanaan dan proses strategi adalah perkiraan kualitas produk. Perkiraan tersebut harus melalui tes yang disebut dengan reality check. Dengan adanya  reality check, perusahaan bisa membandingkan kecocokan antara visi dan misi produk dengan kebutuhan pasar. Jika tidak sesuai, maka perbaikan harus dilakukan.

MENGEKSPLORASI

Buatlah bagan kerja tentang fase produksi massal alat kesehatan, buatlah sesuai dengan fase produksi passal yang telah dibahas diatas!

 

 

 

 

 

 


2. INDIKATOR DALAM KEBERHASILAN PRODUKSI MASSAL

Indikator keberhasilan produksi massal merupakan bagian kegiatan manajemen produksi. Untuk mengatahui derajat keberhasilan dalam melaksanakan strategi perencanaan produksi yang sudah disusun, kita perlu melakukan pengukuran atas produktivitas efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan operasi produksi massal. Produktivitas sebagai rasio keluaran (output) terhadap masukan (input) bertujuan menilai kinerja proses produksi.

Pengukuran keberhasilan dalam produksi massal meliputi hal-hal berikut :

1.    Produktivitas

     Berikut adalah hal-hal yang terkait didalam aspek produktivitas

a.       Perhitungan produktivitas dalam perusahaan

Produktivitas diartikan sebagai perbandingan antara volume keluaran dengan volume masukan. Dengan kata lain produktivitas diukur dari tingkat efisiensi produksi masukan, seperti tenaga kerja dan modal. Produksi masukan tersebut digunakan untuk menghasilkan produksi keluaran. Produktivitas merupakan dasar dari persaingan dan pertumbuhan ekonomi. Saking pentingnya produktivitas, data statistik produktivitas digunakan untuk membandingkan kesuksesan perusahaan satu dengan yang lain. Produktivitas merupakan elemen penting dalam membuat model kapasitas produksi suatu perusahaan.

Ada bermacam cara mengukur produktivitas, tergantung pada tujuan perhitungan dan data yang tersedia. Salah satu perhitungan produktivitas yang paling umum digunakan adlah menghitung produksi kotor pekerja selama 1 jam ketja. Perhitungan ini dapat menghitung seberapa efisien penggunaan tenaga kerja untuk menghasilkan produksi keluaran.

b.      dimensi keberhasilan produktvitas

ada 6 faktor utama yang menentukan produktivitas tenaga kerja, yaitu sikap kerja, tingkat keterampilan, hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan, manajemen produktivitas, efisiensi tenaga kerja, dan kewirausahaan. Berikut adalah penjelasan mengenai keenam dimensi tersebut :

1.      Dimensi sikap kerja dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri atas indikator sikap dalam melayani, sikap dalam melaksanakan pekerjaan, dan sikap melakukan inisiatif kerja.

2.      Dimensi tingkat keterampilan dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri atas indikator keterampilan pencapaian tugas, keterampilan melaksanakan program, dan keterampilan mengevaluasi pencapaian program

3.      Dimensi hubungan antara lingkungan kerja dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri atas indikator hubungan kerja dengan pimpinan, hubungan kerja antar bagian, serta hubungan kerja dengan rekan sekerja

4.      Dimensi manajemen produktivitas dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri atas indikator koordinasi pekerjaan, komunikasi antar bagian, dan tanggung jawab pekerjaan

5.      Dimensi efisiensi tenaga kerja diperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri atas indikator jumlah tenaga kerja , pemanfaatan tenaga kerja, dan pemanfaatan waktu tenaga kerja

6.      Dimensi kewirausahaan dioperasionalkan menjadi  3 indikator penelitian yang terdiri atas indikator kemampuan melihat potensi dan kemampuan melihat potensi organisasi.

MENGASOSIASIKAN

Carilah info tentang keadaan produsen alat kesehatan di Indonesia. Apakah perusahaan-perusahaan tersebut mampu bersaing dengan perusahaan alat-alat kesehatan yang berasal dari luar negri? Apa saja fakta-fakts yang mendukung pernyataan anda? Tulis di kertas folio!

 

 

 

 

 


    

           

2.    Kapasitas produksi

Kapasitas adalah hasil produksi atau volume pemrosesan (throughtput) atau jumlah unit yang dapat ditangani, diterima, disimpan atau diproduksi oleh sebuah fasilitas pada suatu periode waktu tertentu. Kapasitas sering menentukan persyaratan modal sehingga mempengaruhi sebagian besar biaya tetap. Kapasitas juga menentukan apakah permintaan dapat  dipenuhi atau apakah fasilitas yang ada akan berlebih. Oleh karena itu dengan tujuan pencapaian tingkat utilisasi tinggi dan tingkat pengembalian investasi yang tinggi, penetapan ukuran fasilitas sangatlah menentukan.

a.       Jenis-jenis kapasitas

Berikut adalah jenis kapasitas produksi

1.      Kapasitas desain

Kapasitas desain adalah kapasitas yang bisa diperoleh oleh suatu desain produk jika desain produk tersebut dialokasikan kepada sumber daya yang cocok

2.      Kapasitas efektif

Kapasitas efektif adalah kapasitas yang dapat diperoleh jika dihitung dari efektifitas desain dan sumber daya yang diperoleh

3.      Kapasitas pemanfaatan

Kapasitas pemanfaatan adlah kapasitas efektif dari produk yang sedang digunakan

b.      Mengelola permintaan

Walaupun terdapat peramalan yang baik dan fasilitas yang dibangun sesuai dengan peramalan tersebut, ketidakcocokan dapat terjadi antara permintaan aktual dan kapasitas yang tersedia. Ketidakcocokan ini dapat berarti permintaan melebihi kapasitas atau kapasitas melebihi permintaan. Berikut adalah kasus –kasus dan penyelesaian dalam pengelolaan permintaan :

1.      Jika permintaan melebihi kapasitas

Jika permintaan melebihi kapasitas, perusahaan dapat membatasi permintaan dengan menaikkan harga, membuat penjadwalan dengan lead time yang panjang, dan mengurangi bisnis dengan keuntungan marginal. Walaupun demikian karena fasilitas yang tidak mencukupi ini mengurangi keuntungan dibawah yang mungkin dapat dicapai, solusi jangka panjang biasanya dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas

2.       Jika kapasitas melebihi permintaan

Jika kapasitas melebihi permintaan, perusahaan mungkin ingin untuk merangsang permintaan melalui pengurangan harga atau pemasaran yang agresif, atau mungkin menyesuaikan diri terhadap pasar melalui perubahan produk.

3.      Penyesuaian pada permintaan musiman

Sebuah pola permintaan musiman atau siklus permintaan merupakan tantangan dalam pemenuhan kapasitas produksi.  

 

3. PROSES PRODUKSI

Proses produksi adalah kegiatan yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi(tenaga kerja, modal dan metode) yang ada untuk menghasilkan suatu produk, baik berupa barang maupun jasa yang nilai lebih atau manfaatnya dapat diambil konsumen. Sifat proses produksi adalah mengolah, yaitu mengolah bahan baku dan bahan pembantu secara manual dengan menggunakan peralatan, sehingga menghasilkan suatu produk yang nilainya lebih dari barang semula.

Produk atau barang adalah hasil kegiatan produksi yang mempunyai sifat-sifat fisik dan kimia, serta ada jangka waktu antara saat diproduksi dengan saat produk tersebut dikonsumsi atau digunakan. Adapun jasa adalah hasil dari kegiatan produksi yang tidak mempunyai sifat-sifat baik fisik maupun kimia serta tidak ada jangka waktu antara saat produksi dengan saat dikonsumsi.

1.      Pengertian proses produksi

Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan tehnik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang dan jasa (Assauri; 1995).

Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun tehnik bagaimana produksi itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari :2002 proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun tehnikmenambah kegunaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.

Melihat kedua definisi diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.

2.      Jenis proses produksi ditinjau dari arus produksi

Ada beberapa jenis proses produksi bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi yang dilihat dari aspek arus proses pengolahan bahan mentahsampai menjadi produk akhir terbagi menjadi 2, yaitu : proses produksi terus menerus(continous process) dan proses produksi terputus-putus(intermitent process).

Proses produksi terus menerus dilakukan apabila didalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir. Proses produksi terputus-putus dilakukan apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah(Ahyari : 2002).

Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti “

1.      Volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan

2.      Kulaitas produk yang diisyaratkan

3.      Peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses

Tipe proses produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut (Yamit : 2002) :

a.       Proses produksi yang terputus-putus (intermitent process)

Proses produksi yang terputus adalah kegiatan produksi yang dilakukan dengan alat multiguna. Dengan menggunakan alat multiguna kegiatan produksi dapat dilakukan secara fleksibel. Proses produksi terputus-putus dapat ditemui didalam usaha berbasis peleyanan, misalnya usaha desain dan cetak offset. Dalam usaha penyedia jasa desain dan cetak offset pihak produsen melakukan proses produksi sesuai pesanan konsumen, sehingga akan tercipta proses produksi yang berbeda-beda.

1.      Karakter sifat yang terputus-putus

Sifat-sifat atau ciri-ciri dari proses produksi yeng terputus-putus (intermitent process/ manufacturing) adalah :

a.       Biasanya produk yang dihasilkan dalam jumlah sangat kecil namun dengan banyak variasi (sesuai pesanan)

b.      Penyusunan peralatan dilakukan berdasarkan fungsi peralatan tersebut, misal blender ditaruh pada kelompok pengolah bahan mentah.

c.       Mesin-mesin yang dipakai biasanya bersifat multifungsi, misalnya komputer untuk mendesain produk sekaligus mencatat keuangan

d.      Karena sifatnya yang multiguna, maka operator mesin memiliki pengaruh besar bagi mesin tersebut

e.       Proses produksi tidak akan terhenti walaupun terjadi kerusakan atau terhentinya salah satu mesin atau peralatan

f.       Karena besarnya variasi produk, kontrol yang dilakukan akan sangat sulit

g.      Persediaan bahan mentah biasanya tinggi, karena produsen tidak dapat menentukan atau memprediksi pesanan konsumen

h.      Biasanya bahan-bahan dipindahkan dengan peralatan handling yang fleksibel seperti forklift

i.        Pegawai sering bolak balik memindahkan barang produksi sehingga dibutuhkan ruang yang luas agar proses pemindahan dapat berlangsung lancar

2.      Kelemahan produksi terputus-putus

Kekurangan/ kerugian proses produksi yang terputus-putus (intermittent manufacturing) adlah :

a.       Sulit untuk dilakukan penjadwalan proses produksi karena urutan pekerjaan yang banyak sekali didalam membuat satu macam produk. Selain itu produsen membutuhkan banyak sistem penjadwalan karena pasti akan terdapat perbedaan pesanan konsumen

b.      Karena banyaknya penjadwalan proses produksi, pengawasan produksi (Productoin control) dalam proses produksi terputus-putus akan sangat sukar dilakukan

c.       Dibutuhkannya investasi yang cukup besar dalam persediaan bahan mentah dan bahan-bahan produksi karena sifat proses produksinya yang terputus-putus dan produk yang dihasilkan tergantung pada pesanan

d.      Biaya tenaga kerja dan biaya pemindahan bahan sangat tinggi karena banyak dipergunakannya tenaga manusia dan tenaga yang dibutuhkan adalah tenaga yang ahli dalam pengerjaan produk tersebut

3.      Keuntungan dari produksi terputus-putus

Dibalik kelemahannya ternyata produksi terputus menyimpan keuntungan yang cukup signifikan. Kebaikan atau kelebihan proses produksi yang terputus-putus adalah :

a.       Mempunyai fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan produk dengan variasi yang cukup besar . fleksibilitas ini diperoleh terutama dari :

1.      Sistem penyusunan peralatan(layout) yang berbentuk process layout

2.      Jenis atau tipe mesin yang digunakan dalam proses bersifat umum (general purpose machines)

3.      Sistem pemindahan bahan yang tidak menggunakan tenaga kerja mesin tetapi tenaga manusia

b.      Karena mesin-mesin yang digunakan dalam proses bersifat umum, maka biasanya pihak produsen dapat memperoleh penghematan uang dalam investasi mesin sebab harga mesin-mesin ini lebih murah daripada mesin-mesin khusus(special purpose machines)

c.       Proses produksi tidak mudah terhenti akibat terjadinya kerusakan atau kemacetan disuatu tempat atau tingkat proses.

b.      Proses produksi yang kontinu (Continous Process)

Proses produksi kontinu merupakan proses produksi yang mempergunakan peralatan produksi yang disusun dan diatur dengan memperhatikan urutan kegiatan yang menghasilkan produk barang atau jasa, serta arus bahan dalam proses yang bersifat permanen (tidak bisa diubah). Contohnya : perusahaan yang memproduksi obat seperti kalbe farma.

1.      Kelemahan proses produksi kontinu

Kekurangan atau kerugian proses produksi yang terus menerus (continuous manufacturing) adalah :

a.       Ada kesukaran untuk menghadapi perubahan proses yang diminta oleh konsumen atau pelanggan. Jadi proses produksi seperti ini khusus untuk menghasilkan produk-produk yang :

1.      Permintaannya (demand)besar dan stabil, seperti obat-obatan

2.      Style produknya tidak mudah berubah. Obat-obatan seperti paracetamol tidak akan berubah secara resep dan bentuknya.

b.      Proses produksi mudah terhenti. Apabila terjadi kemacetan di suatu tempat atau tingkat proses ( diawal, ditengah atau dibelakang), maka kemungkinan seluruh proses produksi akan terhenti karena adanya hubungan dan urut-urutan antara masing-masing tingkat proses.

c.       Ada kesukaran dalam menhadapi perubahan tingkat permintaan, karena biasanya tingkat produksi (rate of production) telah ditentukan dan bersifat permanen.

2. Kelebihan proses produksi kontinu

                Kebaikan atau kelebihan proses produksi yang terus menerus adalah :

a.       Dapat diperoleh tingkat biaya produksi perunit (unit production cost) yang rendah apabila :

1.      Volume yang dihasilkan cukup besar

2.      Ada standarisasi produk

b.      Dapat dikuranginya pemborosan dari pemakaian tenaga manusia, karena sistem pemindahana bahan yang menggunakan tenaga mesin atau listrik

c.       Biaya pemindahan bahan di dalam pabrik juga lebih rendah, karena jarak antara mesin satu dengan mesin yang lain lebih pendek dan pemindahan tersebut digerakkan dengan tenaga mesin (mekanisasi)

 

c. Proses produksi yang berulang-ulang (Repetitive proces)

            repetitive proses merupakan proses produksi yang menggabungkan proses produksi terputus –putus dan kontinu. Namaun proses ini mempergunakan bagian dan bahan komponen berbagai jenis diantara proses yang kontinu. Contoh perusahaan yang memproduksi alat kesehatan, seperti Pt Medika Katalis Husada.

d.      Proses produksi campuran merupakan proses produksi yang menggabungkan fungsi intermittent proses, continuous proses, dan repetitive proses serta menggunakan berbagai komponen bahan, tehnik jadwal produksi, dan mengutamakan kecepatan pelayanan.


Identifikasi/ anamnesa

Komunikasi

Alat dan Bahan

Proses Kerja

Sikap Kerja

Waktu

Evaluasi

Dokumentasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                                                                                                                                       

Komentar

  1. Materinya mudah dipahami dan asik saat menjelaskannya

    BalasHapus
  2. Materinya sangat lengkap dan jelas

    BalasHapus
  3. Zahra Salsabila: penjelasannya dan materinya detail

    BalasHapus
  4. Ayu Oktavia
    Materinya mudah dipahami dan meterinya lengkap

    BalasHapus
  5. Materinya mudah di pahami dan sangat jelas

    BalasHapus
  6. Materinya mudah dipahami dan jelas. Smgt trs bu ngajarnya

    BalasHapus
  7. Aysyah cahya purnomo : mudah d pahami mapel nya

    BalasHapus
  8. Safitri libanowati: materinya mudah di fahamin

    BalasHapus
  9. Nazwa adibah: materinya lengkap dan jelas
    Semangat ya bu ngajarnya

    BalasHapus
  10. Naila Nazwa Ramadhani: materinya mudah dipahami

    BalasHapus
  11. Ade ghina Khairunnisa
    Materi nya sangat lengkap dan detail sehingga mudah dipahami

    BalasHapus
  12. Materinya lengkap dan sangat jelas♥️

    BalasHapus
  13. Materinya sangat lengkap dan detail. Terimakasih bu

    BalasHapus
  14. Pembelajaran nya mudah dipahami dan materinya sangat lengkap

    BalasHapus
  15. Nira Sonia matetrinya sangat lengkap dan mudah untuk memahaminya 🤍🙏

    BalasHapus
  16. Nama : Adinda vicha agustin:materinya jelas dan lengkap

    BalasHapus
  17. Lita thiarani: materinya mudah dimengerti

    BalasHapus
  18. Wulan Ramadhani
    Terimakasih ibu karena materinya sangat lengkap

    BalasHapus
  19. maudiawati:materinya seru,mudah dipahami,dan mengesankan

    BalasHapus
  20. Dita arta natasya:materinya seru,dan mudah dipahami

    BalasHapus
  21. Riza tyta aurellita
    Materi nya sangat lengkap dan jelas, semangat Bu

    BalasHapus
  22. Naswa apriliana:materinya mudah dipahami,dan sangat lengkap

    BalasHapus
  23. Felicia Justina
    Sangat menyenangkan belajar materi ini

    BalasHapus
  24. Mantap sekali bu, terima kasih banyak materinya 🙏

    BalasHapus
  25. Helen Sartika
    Materinya bagus sekali sangat membantu ibuu

    BalasHapus
  26. Tatia nurisca
    Bagus sekali ibuu terimakasih

    BalasHapus
  27. Raden Revaldi Rachman
    Terimakasi ibu materinya bagus sekali

    BalasHapus
  28. Terimakasih ibu sangat membantu

    BalasHapus
  29. materi nyaaa lengkap poulllll 😻✨

    BalasHapus
  30. Ilmu yang sangat bermanfaat dan sangat membantu🤩

    BalasHapus
  31. Materi ini sangat membantu dan Pembelajarannya sangat menyenangkan, terima kasih ibu

    BalasHapus
  32. terimakasi ibu materinya bagus dan mudah dipahami

    BalasHapus
  33. Materi yang ibu berikan sangatt baguss bangett😁

    BalasHapus
  34. Mutiara

    Materinya lengkap dan sangat membantu pembelajaran

    BalasHapus
  35. Dwi kartika
    Pelajaran nya seru dan materinya sangan membantu

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  37. Materinya detail dan mudah di pahami, cara mengajarnya juga asik

    BalasHapus
  38. Terimakasih ibu atas materinya yang sangat membantu

    BalasHapus
  39. materi nya mudah di mengerti, mempermudah siswa untuk mengikuti pembelajaran

    BalasHapus
  40. Al dona olivia
    Materi yang disampaikan bagus dan cara menyampaikannya juga enak

    BalasHapus
  41. Keren sekali ilmu ini sangat bermanfaat dan sangat gampang dipahami. Mantap sekalii👍👍

    BalasHapus
  42. nazwa alya : keren bu materinya lengkap, sangt membantu untuk pembelajaran

    BalasHapus
  43. kweren semangat ibu 😋🙏🏻😎
    - Muhammad Hafizh A.

    BalasHapus
  44. Materinya lengkap dan mudah dipahami, serta sangat membantu dalam pembelajaran.

    BalasHapus
  45. Dhea: pelajaranya mudah di mengerti dan cara mengajarnya enak

    BalasHapus
  46. Aprilia nur: bagus dan mudah di pahami

    BalasHapus
  47. materinya sangat lengkap dan mudah dipahami

    BalasHapus
  48. sty feyla :
    Materinya lengkap dan jadi lebih mudah belajarnya karenaa menggunakannya blog

    BalasHapus
  49. Materi nya bagus, mudah dipahami dan sangat membantu dalam pembelajaran

    BalasHapus
  50. Materinya sangat lengkap dan jelas semuanya dijabarkan terimakasih ibu

    BalasHapus
  51. materi pembahasan nya sangat lengkap 💗💗

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD PKK 1 ( Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bayi 0-6 Hari)

LKPD PKK 1 (Konsep Dasar Home Care)

Imunisasi Dasar Balita