Hospitalisasi Pada Anak


Hospitalisasi Pada Anak

 

A.    TUJUAN PEMBELAJARAN

 

a.      Umum

Setelah mempelajari materi Topik ini, Anda diharapkan mampu memahami tentang Hospitalisasi pada anak

 

b.      Khusus

Setelah selesai mempelajari materi ini, Anda diharapkan mampu:

                               a. Menjelaskan pengertian hospitalisasi.

                               b. Menjelaskan stressor umum pada hospitalisasi

                               c. Menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi hospitalisasi pada anak.

                              d. Menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam hospitalisasi

                               e. Menjelaskan reaksi anak terhadap hospitalisasi sesuai dengan tahapan perkembangan anak

                                f. Menjelaskan intervensi keperawatan dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anak

                               g. Menjelaskan manajemen asuhan keperawatan anak dengan hospitalisasi

 

c.       POKOK-POKOK MATERI

Berdasarkan tujuan yang telah dipaparkan diatas, maka pokok-pokok materi yang akan dibahas dalam Topik  ini adalah:

                            a.     pengertian hospitalisasi.

                           b.     stressor umum pada hospitalisasi

                            c.     factor-faktor yang mempengaruhi hospitalisasi pada anak.

                           d.     pendekatan yang digunakan dalam hospitalisasi

                            e.     reaksi anak terhadap hospitalisasi sesuai dengan tahapan perkembangan anak

                            f.     intervensi keperawatan dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anak

                           g.     manajemen asuhan keperawatan anak dengan hospitalisasi

 

d.            URAIAN MATERI

1.  Pengertian Hospitalisasi

Anak membutuhkan perawatan yang kompeten untuk meminimalisasi efek negative dari hospitalisasi dan mengembangkan efek yang positif. Dalam membuat rencana asuhan keperawatan, harus berdasarkan pemahaman tentang pertumbuhan dan perkembangan. Hospitalisasi merupakan suatu proses yang memiliki alas an yang berencana/ darurat sehingga mengharuskan anak untuk tinggal di RS, menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah. Selama proses tersebut, anak dan orang tua dapat mengalami berbagai kejadian yang menurut beberapa penelitian ditunjukkan dengan pengalaman yang sangat traumatic dan penuh dengan stress. Perasaan yang sering muncul yaitu: cemas, marah, sedih, takut, dan rasa bersalah (Wong,2000).

Perawatan anak di RS memaksa anak untuk berpisah dari lingkungan yang dirasanya aman, penuh kasih saying  dan menyenangkan, yaitu lingkungan rumah, permainan, dan teman sepermainannya. Reaksi terhadap perpisahan yang ditunjukkan anak usia pra sekolah adalah dengan menolak makan, sering bertanya, menangis walaupun perlahan, dan tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan. Perawatan di RS mengharuskan adanya pembatasan aktivitas anak sehingga anak merasa kehilangan kekuatan diri, perawatan di RS sering kali dipersepsikan anak prasekolah sebagai hukuman sehingga anak merasa malu, bersalah, atau takut. Hal ini menimbulkan reaksi agresif dengan marah dan berontak, ekspresi verbal dengan mengucapkan kata-kata marah, tidak mau bekerja sama dengan perawat dan ketergantungan pada orang tua (Desidel dkk,2011).

 

2.  Stressor umum pada Hospitalisasi

1.      Perpisahan

2.      Kehilangan kendali

3.      Perubahan gambaran diri (citra tubuh)

4.      Nyeri dan rasa takut

 

3.  Factor-faktor yang mempengaruhi Hospitalisasi pada anak

1.      Berpisah dengan orang tua dan sparing

2.      Fantasi-fantasi dan unrealistic anxieties tentang kegelapan monster, pembunuhan, dan binatang buas, diawali dengan yang asing.

3.      Gangguan kontak social jika pengunjung tidak diizinkan

4.      Nyeri dan komplikasi akibat pembedahan atau penyakit

5.      Prosedur yang menyakitkan dan takut akan cacat dan kematian

 

4.  Pendekatan yang digunakan dalam hospitalisasi anak

1.      Pendekatan empiric

Pendekatan empiric dilakukan dengan menanamkan kesadaran diri terhadap para personil yang terlibat dalam hospitalisasi. Metode pendekatan empiric menggunakan strategi, yaitu :

a.       Melalui dunia pendidikan yang ditanamkan secara dini kepada peserta didik

b.      Melalui penyuluhan atau sosialisasi yamg diharapkan meningkatnya kesadaran diri mereka sendiri dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.

2.      Pendekatan melalui metode permainan

Metode permainan merupakan cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konfliks dalam dirinya yang tidak disadari. Kegiatan yang dilakukan sesuai keinginan sendiri untuk memperoleh kesenangan. Bermain merupakan kegiatan menyenangkan( yang dinimmati anak), berupa kegiatan fisik, intelektual, emosi, social sekaligus untuk belajar dan perkembangan mental.

Tujuan bermain di RS adalah adalah untuk dapat melanjutkan tumbuh kembang yang normal selama di rwat dan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan serta fantasinya melalui permainan.

Prinsip bermain di RS adalah sebagai berikit :

a.       Tidak membutuhkan banyak energy

b.      Waktunya singkat

c.       Mudah dilakukan

d.      Aman

e.       Kelompok usia

f.       Idak bertentangan dengan terapi

g.      Melibatkan keluarga

 

5.  Reaksi Hospitalisasi pada anak sesuai usia

5.1  Reaksi Hospitalisasi pada anak usia 0-12 bulan

1.      Reaksi anak usia bayi terhadap hsopitalisasi

Masalahnya yang utama adalah dampak dari perpisahan dengan orang tua sehingga ada gangguan pembentukan rasa percaya dan kasih saying. Pada anak usia lebih dari 6 bulan terjadi stanger anxiety(cemas apabila berhadapan dengan orang tua yang tidak dikenalnya) dan cemas karena perpisahan. Respon yang paling sering muncul pada anak ini adalah menangis, marah dan banyak melakukan gerakan sikap terhadap stanger anxiety.

2.      Reaksi orang tua terhadap hospitalisasi anak

Reaksi orang tua terhadap perawatan anak dirs. Dan latar belakang yang menyebabkan dapat diuraikan sbb :

a.       Perasaan cemas dan takut : perasaan tersebut muncul pada saat orang tua melihat anak menjalani prosedur yang menyakitkan, seperti pengambilan darah, infus, injeksi dan prosedur invasive lainnya.

b.      Perasaan sedih : perasaan ini muncul terutama pada saat anak dalam kondisi terminal dan orang tua mengetahui bahwa tidak ada lagi harapan anaknya untuk sembuh.

c.       Perasaan frustasi : pada kondisi anak yang telah dirawat cukup lama dan dirasakan tidak mengalami perubahan serta tidak kuatnya dukungan psikologis yang diterima orangtua baik dari keluarga maupun kerabat lainnya.

5.2  Reaksi Hospitalisasi pada usia toddler

Sebagian besar stess yang terjadi pada anak usia pertengahan sampai anak periode prasekolah khusunya anak yang berumur 6-30 bulan adalah cemas karena perpisahan. Balita belum mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang memadai dan memiliki pengertian yang terbatas terhadap realita. Hubungan anak dengan ibu adalah sangat dekat, apabila perpisahan dengan ibu akan menimbulkan rasa kehilangan pada anak akan orang yang terdekat dirinya dan akan lingkungan yang dikenal olehnya, sehingga pada akhirnya akan menimbulkan perasaan tidak aman dan rasa cemas(Nursalam, 2005).

Respon perilaku anak akibat perpisahan dibagi dalam 3 tahap, yaitu :

a.       Tahap protes (phase of Protest)

Pada tahap ini dimanifestasikan dengan menangis kuat, menjerit, dan memanggil ibunya atau menggunakan tingkah laku agresif, seperti menendang, menggigit, memukul, mencubit, mencoba untuk membuat orangtuanya tetap tinggal, dan menolak perhatian orang lain. Secara verbal anak menyerang dengan rasa marah, seperti mengatakan pergi. Perilaku tersebut dapat berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa hari. Perilaku protes tersebut, seperti menangis akan terus berkanjut dan hanya akan berhenti bila anak merasa kelelahan. Pendekatan dengan orang asing yang tergesa-gesa akan meningkatkan protes.

b.      Tahap putus asa (Phase of Despair)

Pada tahap ini, anak tampak tegang, tangisnya berkurang, tidak aktif kurang berminat untuk bermain, tidak ada nafsu makan, menarik diri, tidak mau berkomunikasi, sedih, apatis dan regresi (misalnya : mengompol atau mengisap jari). Pada tahap ini, kondisi anak mengkhawatirkan karena anak menolak untuk makan. Minum, bergerak.

c.       Tahap menolak (Phase of Denial)

Pada tahap ini, secara samar-samar anak menerima perpisahan, mulai tertarik dengan apa yang ada di sekitanya, dan membina hubungan dangkal dengan orang lain. Anak mulai kelihatan gembira. Fase ini biasanya terjadi setelah perpisahan yang lama dengan orangtua.

Reaksi keluarga terhadap anak yang sakit dan dirawat di RS adalah :

a.       Reaksi orang tua

Reaksi orangtua terhadap anaknya yang sakit dan dirawat di RS dipengaruhi oleh berbagai macam factor berikut :

1.      Tingkat keseriusan penyakit anak

2.      Pengalaman sebelumnya terhadap sakit dan dirawat di RS

3.      Prosedur pengobatan

4.      System pendukung yang tersedia

5.      Kekuatan ego individu

6.      Kemampuan dalam pengunaan koping

7.      Dukungan dari keluarga

8.      Kebudayaan dan kepercayaan

9.      Komunikasi dalam keluarga

Reaksi orangtua terhadap anaknya yang sakit dan dirawat di RS :

1.      Penolakan atau ketidakpercayaan

Yaitu menolak atau tidak percaya. Hal ini terjadi terutama bila anak tiba-tiba sakit dan serius.

2.      Marah dan merasa bersalah atau keduanya

Setelah mengetahui anaknya sakit, maka reaksi orang tua adlah marah dan menyalahkan dirinya sendiri. Mereka merasa tidak merawat anaknya dengan benar. Mereka mengingat-ingat kembali tentang hal-hal yang telah mereka lakukan dan kemungkinan dapat mencegah anaknya agar tidak menjadi sakit atau mengingat kembali tentang hal-hal yang menyebabkan anaknya sakit. Jika anaknya dirawat di RS orang tua menyalahkan dirinya sendiri karena tidak dapat menolong mengurangi rasa sakit yang dialami oleh anaknya.

3.      Ketakutan, cemas dan frustasi

Ketakutan dan kecemasan dihubungkan dengan tingkat keseriusan penyakit dan jenis proseudr medis. Frustrasi dihubungkan dengan kurangnya informasi terhadap prosedur dan pengobatan serta tidak familiar dengan peraturan RS.

4.      Depresi

Biasanya depresi ini terjadi setelah masa krisis anak berlalu. Ibu sering mengeluh merasa lelah, baik secara fisik mapun mental. Orang tua mulai merasa khawatir terhadap anak-anak mereka yang lain, yang dirawat oleh anggota keluarga yang lain, teman atau tetangga. Hal-hal lain yang membuat orangtua cemas dan depresi adalah mengenai kesehatan anaknya dimasa-masa yang akan dating, misalnya efek dari prosedur pengobatan dan biaya pengobatan.

Reaksi saudara kandung (sibling) terhadap saudaranya yang sakit dan dirawat di RS adalah kesepian, ketakutan, khawatir, marah, cemburu, benci dan merasa bersalah. Orangtua seringkali mencurahkan perhatiannya lebih besar terhadap anak yang sakit dibandingkan dengan ana yang sehat. Hal ini akan menimbulkan perasaan cemburu pada anak yang sehat dan anak merasa ditolak.

Dampak dari perpisahan dalam peran keluarga adalah kehilangan peran orangtua, saudara, anak cucu. Perhatian orangtua hanya tertuju pada anak yang sakit. Akibatnya saudara-saudaranya yang lain menganggap hal tersebut tidak adil. Respos tersebut biasanya tidak disadari dan tidak disengaja. Orangtua sering menyalahkan saudara perilaku antisosial. Sakit akan membuat anak kehilangan kebersamaan mereka dengan anggota keluarga yang lain atau teman sekelompok.

5.3  Reaksi Hospitalisasi Pada usia Prasekolah

Dampak hospitalisasi pada anak usia prasekolah :

1.      Menolak makan

2.      Seing bertanya

3.      Menangis berlahan

4.      Tidak kooperatif dengan tenaga kesehatan

5.4  Reaksi Hospitalisasi pada masa sekolah (6-12 tahun)

Perawatan di RS memaksakan anak meninggalkan lingkungan yang dicintai, keluarga, kelompok social sehingga menimbulkan kecemasan. Kehilangan control berdampak pada perubahan peran dalam keluarga, kehilangan kelompok , social, perasaan takut mati, dan kelemahan fisik. Reaksi nyeri dapat digambarkan dengan verbal dan nonverbal.

5.5  Konsep Hospitalisasi pada masa remaja (12-18 tahun)

Anak remaja begitu percaya dan terpengaruh kelompok sebayanya. Reaksi yang muncul adalah sbb :

1.      Menolak kooperatif dengan petugas

2.      Bertanya-tanya

3.      Menarik diri

4.      Menolak kehadiran orang lain

5.6  Intervensi Keperawatan dalam mengatasi dampak Hospitalisasi

1.      Meminimalkan stres

Upaya meminimalkan stressor atau penyebab stress dapat dilakukan dengan  cara :

a.       Mencegah atau mengurangi dampak perpisahan :

Upaya mencegah/ meminimalkan dampak perpisahan dilaukan dengan cara :

1.      Melibatkan orangtua berperan aktif dalam perawatan anak

2.      Modifikasi ruang perawatan

3.      Mempertahankan kontak dengan kegiatan sekolah, surat menyurat, bertemu teman sekolah

b.      Mencegah perasaan kehilangan control

Mencegah perasaan kehilangan control dapat dilakukan dengan cara :

1.      Hindarkan pembatasan jika anak dapat kooperatif

2.      Bila anak diisolasi lakukan modifikasi lingkungan

3.      Buat jadwal untuk prosedur terapi, latihan, bermain

2.      Mengurangi/ meminimalkan rasa takut terhadap perlukaan tubuh dan rasa nyeri

Meminimalkan rasa takut terhadap cedera tubuh dan rasa nyeri dilakukan dengan cara :

a.       Mempersiapkan psikologis anak dan orangtua untuk tindakan prosedur yang menimbulkan rasa nyeri

b.      Lakukan permainan sebelum melakukan persiapan fisik anak

c.       Menghadirkan orangtua bila mungkin

d.      Tunjukka sikap empati

e.       Pada tindakan efektif bila memungkinkan menceritakan tindakan yang dilakukan melalui cerita dan gambar

f.       Perlu dilakukan pengkajian tentang kemampuan psikologis anak menerima informasi ini dengan terbuka

3.      Memaksimalkan manfaat hospitalisasi

Memaksimalkan manfaat hospitalisasi akan dilakukan dengan cara :

a.       Membantu perkembangan anak dengan memberi kesempatan orangtua untuk belajar

b.      Memberi kesempatan pada orangtua untuk belajar tentang penyakit anak

c.       Meningkatkan kemampuan control diri

d.      Memberi kesempatan untuk sosialisasi

4.      Memberikan dukungan psikologis pada anggota keluarga

5.      Mempersiapkan anak sebelum masuk RS dan sebelum mendapatkan perawatan di RS

Mempersiapkan anak untuk mendapat perawatan di RS dilakukan dengan cara :

a.       Kenalkan perawat dan dokter yang merawatnya

b.      Kenalkan pada pasien yang lain

c.       Berikan identitas pada anak

d.      Jelaskan aturan RS

e.       Laksanakan pengkajian

f.       Lakukan pemeriksaan fisik

 

7. Manajemen Asuhan Keperawatan Anak dengan Hospitalisasi

1.      Usia balita

Manajemen asuhan keperawatan anak usia balita dengan hospitalisasi meliputi :

a.       Berikan asuhan keperawatan yang konsisten

b.      Menyanyi dan berbicara dengan bayi

c.       Sentuh, pegang dan gendong bayi dan terus berinteraksi selama prosedur

d.      Anjurkan interaksi dengan orang tua : rooming in, orangtua bicara dengan anak dan ijin apabila mau pergi.

e.       Biarkan mainan yang membuat rasa nyaman dan aman

f.       Anjurkan orangtua berada disamping anak saat prosedur invasive yang menyakitkan

g.      Dekatkan mainan favorit anak

h.      Pertahankan kontak maksimal dengan beberapa perawatan kenalkan, kenalkan perawatan disamping orangtua, ijinkan anak bertemu perawatan sebelum prosedur dilakukan.

i.        Bantu kunjungan saudara kandung

2.      Anak usia prasekolah

Manajemen asuhan keperawatan anak usia balita dengan hospitalisasi meliputi :

a.    Batasi aturan dan dorongan pada perilaku

b.    Anjurkan orangtua merencanakan kunjungan dengan anak

c.    Ijinkan anak memilih dalam batasan yang dapat diterima

d.   Berikan cara-cara anak dapat membantu pengobatan dan puji atas kerja sama anak

Permasalahan yang dihadapi anak usia prasekolah dalam hospitalisasi :

1.    Rasa takut : berusaha memahami tentang penyebab penyakit, rasa takut ditunjukkan dengan ekspresi verbal dan nonverbal

2.    Ansietas : paham alas an dipisahkan tetapi masih butuh keberadaan orangtua dan lebih peduli terhadap rutinitas sekolah dan teman-teman

3.    Tidak berdaya : anak marah dan frustasi, alamnya imobilisasi dihubungkan dengan menarik diri, bosan, perasaan antipasti. Anak sensitive terhadap kehilangan control emosi dengan menunjukkan sikap menangis katrena malu yang berlebihan akibat pengobatan

4.    Gangguan citra diri : anak sensitive terhadap perubahan tubuh, dapat mengalihkan rasa nyeri dengan mengalihkan perhatian, takut terhadap pembedahan di area genital.

3.    Anak usia sekolah

Manajemen asuhan keperawatan anak balita dengan hospitalisai meliputi :

1.    Monitor perilaku untuk menentukan kebutuhan emosi terutama pada anak yang menarik diri dan tidak berespon

2.    Jelaskan prosedur secara rinci (jika anak meminta)

3.    Anjurkan kunjungan teman sebaya

4.    Diskusikan respon terhadap pertanyaan tentang penyakit dan perubahan tubuh

5.    Berikan waktu diskusi

6.    Ijinkan anak memilih, berpartisipasi dan menjga privasi

7.    Ikuti keinginan anak tentang keberadaan orangtua

Permasalahan yang dihadapi anak usia sekolah dalam hospitralisasi :

a.     Rasa takut : paham bahwa penyakit itu beragam, sedikit rasa takut dapat menjadi ketakutan jika pengalaman masa lalu menyakitkan

b.    Ansietas : peduli atas perpisahan dengan guru dan teman, cemas terhadap PR sekolah dan perubahan peran dalam kelompok.

c.     Tidak berdaya : anak berusaha mandiri, mencoba berani selama prosedur medis, kasar pada orangtua saat berusaha mandiri membuat stress. Anak akan mengekspresikan perasaan dan malu terhadap perilaku yang berlebihan, merasa tidak pasti tentang masa depan karena penyakit atau hospitalisasi.

4.    Anak usia remaja

Manajemen asuhan keperawatan untuk anak usia remaja dengan hospitalisasi :

1.    Fasilitasi perencanaan aktivasi teman sebaya

2.    Jelaskan kepada orangtua tentang kebutuhan mandiri

3.    Monitor perilaku anak apabila ingin bicara

4.    Berikan permainan dan aktivitas lain yang membantu remaja berdiskusi

5.    Berikan penyuluhan secara rinci tentang prosedur pengobatan dan terapi yang menyangkut area genital

6.    Berikan privasi atas setiap prosedur tindakan

Permasalahan yang dihadapi anak usia remaja dalam hospitalisasi :

1.    Rasa takut : anak dapat berpikir hipotesis tentang penyakiatnya, banyak bertanya, dan mengekspresikan rasa takut secara verbal tentang konsekuensi penyakit

2.    Ansietas : perpisahan dengan sekolah dan teman lebih bermakna daripada perpisahan dengan orangtua, menarik diri dikarenakan perubahan penampilan

3.    Tidak berdaya : sensitive terhadap kehilangan fungsi mandiri, sulit mengijinkan bantuan secara fisik dan emosi saat marah, menarik diri atau frustasi

4.    Gangguan citra diri : sensitive dengan ancaman terhadap perubahan dan perkembangan identitas seksualitas serta peran sesuai gender, sangat peduli terhadap perubahan citra diri, kuatir tentang tanggapan orang lain/ dikasihi, sulit bekerja sama jika pengobatan yang berhubungan dengan perubahan citra diri.

 

 

Latihan Soal :

Seorang anak perempuan usia 8 tahun dirawat di RS karena menderita demam berdarah. Selama 2 hari dirawat ia sering menangis minta pulang. Jika ada perawat yang akan melakukan tindakan, anak tersebut menolak sambil merengek pada ibunya :

1.      Stressor apa saja yang mungkin dialami anak tersebut terkait hospitalissai pada diriny?

2.      Bagaimana sikap perawat sebaiknya dalam menghadapi anak tersebut?

3.      Pendekatan apa yang dapat dilakukan perawat jika akan melakaukan prosedur pada anak tersebut ?

4.      Jelaskan contoh terapi bermain yang dilakukan pada anak tersebut?

 

 

Komentar

  1. Materinya lengkap mudah di mengerti

    BalasHapus
  2. Materinya lengkap dan mudah untuk dipahami, saya juga sangat suka dengan metode mengajar ibu

    BalasHapus
  3. Ibu Annis menjelaskannya sangat detail dan komunikatif. Materinya mudah dipahami karena diselingi oleh beberapa contoh yang terkait dengan materi. Terima kasih banyak ibu, semoga ilmu yang ibu berikan menjadi berkah. Aamiin

    BalasHapus
  4. Nama: Sheryl Aprisa Adiyanti
    Kelas:XI PERAWAT 1
    Materi mudah di pahami dan materi lengkap.

    BalasHapus
  5. materinya lengkap dan mudah dipahami, metode pembelajaran nya juga sangat mudah dipahami, terimakasih ibuu

    BalasHapus
  6. Nama: Elvina Meisy Setiawan
    Kelas: XI Perawat 1
    Materinya lengkap dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  7. Nama: Safa Nurkhasanah
    Kelas: XI perawat 1
    materi yang ibu berikan lengkap dan mudah dimengerti, cara ibu menyampaikan juga seru karena diberikan contohnya juga. Terimakasih ibu🙏🏼

    BalasHapus
  8. Nama : Berliana Nurohim
    Kelas : XI Perawat 1
    Materi yang ibu berikan sangat lengkap dan mudah di pahami, cara ibu mengajar juga sangat seru. Terimakasih ibu 🤍🤍

    BalasHapus
  9. materi lengkap dan mudah dipahami, penjelasannya pun mudah dicerna
    terimakasih atas ilmunya ibu🙏

    BalasHapus
  10. nama: Anandya Nashwa
    kelas: 11 perawat 1
    Materi yang ibu berikan lengkap dan sangat mudah dipahami. Terimakasih ibu

    BalasHapus
  11. Naila Salsabila,materi lengkap,cukup di pahami, dan penjelasan nya mudah di pahami juga,terima kasih Bu atas ilmu nya🙏🏻

    BalasHapus
  12. Dewi indawati,materi lengkap,mudah dipahami, terimakasih Bu atas ilmunya🙏🏻

    BalasHapus
  13. materinya lengkap dan mudah dipahami, metode pembelajaran nya juga sangat mudah dipahami, terimakasih ibuu.

    BalasHapus
  14. Mutiara Aini,materi nya lengkap,mudah dipahami, terimakasih Bu atas ilmunya 🙏🏻

    BalasHapus
  15. Amelia Putri, materi nya mudah dipahami,dan lengkap terimakasih ibu🙏🏻

    BalasHapus
  16. materi nya lengkap dan dapat di pahami,terimakasih ibuu

    BalasHapus
  17. Adellia Martasya Wijaya, materinya yang ibu kasih lengkap ,dan cara penyampaian/menjelaskan ibu mudah dipahami , terimakasih ibu🙏🏻

    BalasHapus
  18. materi lengkap dan mudah di pahami, alhamdulilah saya mengerti ketika ibu menjelaskan,karna metode ngajar ibu sangat seru tidak bikin bosan,terima ibu atas materinya.

    BalasHapus
  19. Materinya sangat lengkap, mudah di pahami dan ibu menjelaskannya serius tapi asyik hihi ^ ^

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. materi mudah dimengerti dan menjelaskannya tidak bosan, terimakasih ibuu

    BalasHapus
  22. Ira nursepti, Materi nya lengkap dan mudah di pahami,dan cara mengajarnya pun asik tidak membosankan.Terimakasih ibu 🙏

    BalasHapus
  23. Nicke yuditiara
    Materi yang ibu kasih mudah dipahami jelas dan cara ibu menerangkan materi nya pun jelas, terima kasih ibuuuu

    BalasHapus
  24. Nama: Syahara Maulidya U
    Kelas: XI P3
    materi nya lengkap & mudah dipahami, terimakasih ibuuu🙏💖

    BalasHapus
  25. cara ibu memberikan materi sudah lengkap dan cukup jelas, cara ibu menjelaskan nya juga seru jadi tidak gampang bosan^^

    BalasHapus
  26. Nama:Keyza Adha Revalina.P
    Kelas:XlP3
    materi yg ibu beri sangat lengkap,dan cara ibu mengajar juga jelas,mudah di pahami, terimakasih bu🙏

    BalasHapus
  27. materinya lengkap dan sangat mudah dipahami karena metode pembelajaran yg ibu terapkan asik dan tidak membosankan, terimakasih ibu..

    BalasHapus
  28. Materinya lengkap dan mudah dipahami juga tidak membosankan saat belajar

    BalasHapus
  29. Materinya lengkap metode pembelajaran yang ibu kasih seru, tidak membosankan, cara ibu mengajarkan jelas, mudah di pahami

    BalasHapus
  30. saya suka dengan cara ibu menjelaskan materi,jadi mudah dipahami oleh saya

    BalasHapus
  31. Materinya mudah dimengerti dan lengkap bu

    BalasHapus
  32. Nazwa apriliyana: materi yang diberikan mudah di pahami cara menjaskannya juga enjoy dan jelas

    BalasHapus
  33. Wulan r
    materi nya dapat dimengerti

    BalasHapus
  34. materinya sangat lengkap dan cara mengajar ibu seruu

    BalasHapus
  35. nama : nur Afni Octavia
    kelas : xi perawat 2
    komentar :
    materi yang ibu sampaikan mudah di mengerti dan di pahamin

    BalasHapus
  36. Siti nurmala
    Sangat mudah untuk di pahami terimakasih ibu

    BalasHapus
  37. Saya indri lestari 11p2
    Komentar: materi yang ibu sampaikan sangat seru dan asikk yang tadinya ngantukk jadi tidak ngantukk dan sangat mudah di pahami

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD PKK 1 ( Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bayi 0-6 Hari)

LKPD PKK 1 (Konsep Dasar Home Care)

Imunisasi Dasar Balita