Konsep Dasar DayCare

 

 

 

TINJAUAN UMUM DAY CARE

 

 

II.1         Day Care (Taman Penitipan Anak)

II.1.1             Pengertian Day Care (Taman Penitipan Anak)

Day care atau sering disebut juga sebagai Taman Penitipan Anak (TPA), sesuai yang tertulis pada Pedoman Teknik Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak (Jakarta:2010) adalah salah satu bentuk PAUD pada jalur nonformal (PAUD nonformal) sebagai wahana kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu bagi anak yang orang tuanya bekerja. Day care menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuhan dan kesejahteraan sosial terhadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun (dengan prioritas anak usia empat tahun ke bawah).

Menurut Patmonodewo (2003:77) Day care adalah salah satu sarana pengasuhan anak dalam kelompok, biasanya dilakukan pada saat jam kerja. Day care adalah upaya untuk mengasuh anak-anak yang kurang dapat menerima asuhan orang tua secara lengkap, bukan untuk menggantikan tugas orang tua dalam mengasuh anak.

Bila ditinjau dari pengertian tiap kata, maka arti kata taman menurut KBBI adalah kebun yang ditanami dengan bunga-bunga atau tempat yang menyenangkan dsb. Sedangkan arti kata penitipan menurut KBBI berasal dari kata titip yang berarti menumpang untuk meletakkan. Penitipan itu sendiri memiliki arti proses menaruh barang sesuatu untuk dijaga atau dirawat. Kemudian dari hasil arti kata-kata tersebut, dapat disimpulkan bahwa Taman Penitipan Anak merupakan sebuah tempat yang menyenangkan untuk menitipkan anak oleh orang tuanya untuk dijaga dan dirawat.


 

 

II.1.2               Tujuan Layanan Day Care

Tujuan diadakannya Day Care berdasarkan NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak adalah untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dalam pengasuhan, pendidikan, perawatan, perlindungan dan kesejahteraan. Selain itu day care bertujuan untuk mengganti sementara peran orang tua selama bekerja/ditinggal.

II.1.3             Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Day Care (TPA)

Untuk mendukung mewujudkan anak usia dini yang berkualitas, maju, mandiri, demokrasi, dan berprestasi, maka prinsip filsafat pendidikan di TPA dapat dirumuskan menjadi: Tempa, Asah, Asih, Asuh. 1

1.      Tempa

Tempa dimaksudkan untuk mewujudkan kualitas fisik anak usia dini melalui upaya pemeliharaan kesehatan, peningkatan mutu gizi, olahraga yang teratur dan terukur, serta aktivitas jasmani sehingga anak memiliki fisik kuat, lincah, daya tahan dan disiplin tinggi.

2.      Asah

Asah berarti memberi dukungan kepada anak untuk dapat belajar melalui bermain agar memiliki pengalaman yang berguna dalam mengembangkan seluruh potensinya. Kegiatan bermain yang bermakna, menarik, dan merangsang imajinasi, kreativitas anak untuk melakukan, mengekplorasi, memanipulasi, dan menemukan inovasi sesuai dengan minat dan gaya belajar anak.

 

 

 

 


1 NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak, 2013. Hlm 19-20


 

 

3.      Asih

Asih     pada     dasarnya     merupakan     penjaminan

pemenuhan kebutuhan anak untuk mendapatkan perlindungan dari pengaruh yang dapat merugikan pertumbuhan dan perkembangan, misalnya perlakuan kasar, penganiayaan fisik dan mental dan ekploitasi.

4.      Asuh

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten untuk membentuk perilaku dan kualitas kepribadian dan jati diri anak dalam hal:

a.       Integritas, iman, dan taqwa;

b.      Patriotisme, nasionalisme dan kepeloporan;

c.       Rasa tanggung jawab, jiwa kesatria, dan sportivitas;

d.      Jiwa kebersamaan, demokratis, dan tahan uji;

e.       Jiwa tanggap (penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi), daya kritis dan idealisme;

f.       Optimis dan keberanian mengambil resiko;

g.      Jiwa kewirausahaan, kreatif dan profesional.

 

II.1.4             Jenis-Jenis Day Care (TPA)

Secara umum TPA terbagi menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan waktu layanan dan tempat penyelengaraan.2

1.      Berdasarkan waktu layanan

a.      Full day

TPA Full day diselenggarakan selama satu hari penuh dari jam 7.00 sampai dengan 16.00, untuk melayani anak-anak yang dititipkan baik yang dititipkan sewaktu- waktu maupun dititipkan secara rutin/setiap hari.

 


2 NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak, 2013. Hlm 21-23


 

 

b.      Semi day/Half day

TPA semi day/half day diselenggarakan selama setengah hari dari jam 7.00 s/d 12.00 atau 12.00 s/d 16.00. TPA tersebut melayani anak yang telah selesai mengikuti pembelajaran di Kelompok Bermain atau Taman Kanak- Kanak, dan yang akan mengikuti program TPQ pada siang hari.

c.       Temporer

TPA yang diselenggarakan hanya pada waktu- waktu tertentu saat dibutuhkan oleh masyarakat. Penyelenggara TPA Temporer bisa menginduk pada lembaga yang telah mempunyai izin operasional. Contohnya : di daerah nelayan dapat dibuka TPA saat musim melaut, musim panen didaerah pertanian dan perkebunan, atau terjadi situasi khusus seperti terjadi bencana alam dll

2.      Berdasarkan tempat penyelenggaraan

a.       TPA Perumahan

TPA yang diselenggarakan di komplek perumahan untuk melayani anak-anak di sekitar perumahan yang ditinggal bekerja oleh orangtua mereka.

b.      TPA Pasar

TPA yang melayani anak-anak dari para pekerja pasar dan anak-anak yang orangtuanya berbelanja di pasar.

c.       TPA Pusat Pertokoan Layanan

TPA yang diselenggarakan di pusat perkantoran. Tujuan utamanya untuk melayani anak-anak yang orangtuanya bekerja di kantor pemerintahan/swasta tertentu namun tidak menutup kemungkinan TPA ini melayani anak

-anak di luar pegawai kantor.


 

 

d.      TPA Rumah sakit

Layanan yang diberikan selain untuk karyawan rumah sakit juga melayani masyarakat di lingkungan Rumah Sakit.

e.       TPA Perkebunan

Taman Penitipan Anak (TPA) Berbasis Perkebunan adalah layanan yang dilaksanakan di daerah perkebunan. Layanan ini bertujuan untuk melayani anak-anak pekerja perkebuanan selama mereka ditinggal bekerja oleh orangtua.

f.       TPA Perkantoran

Layanan TPA yang diselenggarakan di pusat perkantoran. Tujuan utamanya untuk melayani anak-anak yang orangtuanya bekerja di kantor Pemerintahan/Swasta tertentu namun tidak menutup kemungkinan TPA ini melayanianak- anak di luar pegawai kantor.

g.      TPA Pantai

Layanan TPA Pantai bertujuan untuk mengasuh anak-anak para nelayan dan pekerja pantai, namun tidak menutup kemungkinan melayani anak-anak disekitar daerah tersebut. Tempat penyelenggaraan TPA seperti contoh diatas bisa berkembang sesuai kebutuhan masyarakat, dengan mengembangkan layanan diberbagai tempat seperti : di komplek Indusri, tempat-tempat nelayan dan pekerja pantai, namun tidak menutup ke. mungkinan melayani anak- anak disekitar daerah tersebut.

h.      TPA Pabrik

Layanan TPA Pabrik bertujuan untuk melayani anak- anak para pekerja Pabrik dan namun tidak menutup kemungkinan melayani anak-anak disekitar daerah tersebut. Tempat penyelenggaraan TPA seperti contoh diatas bisa berkembang sesuai kebutuhan masyarakat, dengan


 

 

mengembangkan layanan diberbagai tempat seperti : di komplek , tempat-tempat nelayan dan pekerja pantai, namun tidak menutup ke. mungkinan melayani anak-anak disekitar daerah tersebut. Bagi TPA yang memberikan layanan secara temporer jadwal kegiatan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anak.

II.1.5               Komponen Penyelenggaraan Day Care

Berikut ini adalah beberapa komponen dalam penyelenggaraan Day Care3

II.1.5.1          Kurikulum

Kurikulum TPA mencakup seluruh aspek perkembanan anak yakni :

a.       Nilai agama dan moral

b.      Fisik : motorik kasar, motorik halus, dan kesehatan fisik

c.       Kognitif : pengetahuan umum dan sains, konsep bentuk, konsep warna, konsep ukuran, pola, konsep bilangan, lambang bilangan dan huruf.

d.      Bahasa : bahasa yang diterima/didengar, bahasa untuk mengungkapkan hasil pikiran/perasaan, dan keaksaraan

e.       Sosial emosional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


3 SPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak, 2013. Hlm 24-30


 

 

II.1.5.2          Acuan Kurikulum

Kurikulum yang digunakan mengacu standar perkembangan anak (Permendiknas No. 58 tahun 2009 atau acuan lainnya yang sesuai).

II.1.5.3          Peserta Didik

a.       Sasaran

1.      Sekurang-kurangnya berusia 3 bulan sampai 6 tahun, prioritas anak yang orangtuanya bekerja.

2.      Dimungkinkan anak diatas usia PAUD, apabila diperlukan

b.      Pengelompokkan Usia

Kegiatan di TPA dilakukan dengan cara dikelompokkan berdasarkan usia (utamanya anak 0- 2 tahun), dengan pengelompokkan sebagai berikut:

1.        3 bulan - < 12 bulan

2.      12 bulan - < 18 bulan

3.      18 bulan - < 24 bulan

4.      2 tahun - < 3 tahun

5.      3 tahun - < 4 tahun

6.      4 tahun - < 5 tahun

7.      5 tahun - < 6 tahun

II.1.5.4          Tenaga Pendidik dan Kependidikan

a.       Guru Kewajiban :

1.      Menjadi teladan bagi pembentukan karakter anak;

2.      Mengembangkan rencana pembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangan anak;


 

 

3.      Mengelola kegiatan bermain untuk anak sesuai dengan tahapan perkembangan dan minat anak;

4.      Melaksanakan penilaian sesuai dengan kemampuan yang dicapai anak.

 

b.      Guru Pendamping Kewajiban :

1.      Menjadi teladan bagi pembentukan karakter anak;

2.      Membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran;

3.      Membantu mengelola kegiatan bermain sesuai dengan tahapan perkembangan anak;

4.      Membantu dalam melakukan penilaian tahapan perkembangan anak.

c.       Pengasuh Kewajiban :

1.      Membantu guru dan guru pendamping sesuai keperluan;

2.      Melakukan perawatan kebersihan anak;

3.      Memperhatikan makan dan minum pada anak sesuai dengan standar gizi;

4.      Merawat      kebersihan      fasilitas      yang digunakan anak;

5.      Bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak;

6.      Menjaga      dan      merawat      kebersihan lingkungan;


 

 

7.      Menjadi teladan bagi pembentukan karakter anak.

d.      Pengelola Kewajiban :

1.      Membuat Rencana Anggaran Belanja Lembaga;

2.      Mengelola dan mengembangkan lembaga dalam pelayanan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan;

3.      Mengkoordinasikan pendidik dalam melaksanakan tugasnya di lembaga;

4.      Mengelola sarana dan prasarana yang dimiliki lembaga;

5.      Menjalin kerjasama dengan lembaga/ instansi lain.

e.       Rasio Guru/Guru Pendamping Dengan Anak

Rasio Guru dengan anak disesuaikan dengan kelompok usia yang dilayani :

1.      Kelompok usia 0 - <1 tahun 1 guru : 4 anak;

2.      Kelompok usia 1 - <2 tahun 1 guru : 6 anak;

3.      Kelompok usia 2 - <3 tahun 1 guru : 8 anak;

4.      Kelompok usia 3 - <4 tahun 1 guru : 10anak;

5.      Kelompok usia 4 - <5 tahun 1 guru : 12 anak;

6.      Kelompok usia 5 - £6 tahun 1 guru :15 anak.

Apabila dalam kelompok usia tertentu jumlah anak melebihi rasio tersebut, maka jumlah guru dilipatkan. Contoh jumlah anak usia 1 - <2 tahun berjumlah 9 anak, maka jumlah guru yang


 

 

membimbing sebanyak 2 orang. Berarti rasio guru dan anak 1:4.

 

 

Tabel II 1 Rekomandasi Rasio Jumlah Pendamping dalam Satu Grup di TPA

Age of Children

6

8

10

12

14

16

18

20

22

24

28

Infant (birth-12 mos.)

 

1:3

 

1:4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Toddlers

(12-24 mos.)

1:3

1:4

1:5

1:4

 

 

 

 

 

 

 

2-year-olds

1:4

1:5

1:6

 

 

 

 

 

 

 

 

2,5-year-olds

 

1:5

1:6

1:7

 

 

 

 

 

 

 

3-year-olds

 

 

 

1:7

1:8

1:9

1:10

 

 

 

 

4-year-olds

 

 

 

 

1:8

1:9

1:10

 

 

 

 

5-year-olds

 

 

 

 

1:8

1:9

1:10

 

 

 

 

6-to 8-year-olds (school age)

 

 

 

 

 

 

 

1:10

 

1:11

 

1:12

 

 

Sumber : Time Saver Standards For Building Types (Chiara & Crosbie, 2001)

II.1.6             Alokasi Waktu Layanan

 

Waktu    layanan    TPA    disesuaikan    dengan    kebutuhan lapangan, dengan alokasi sebagai berikut :

a. TPA Full Day : 6-8 jam per hari, minimal 3 kali dalam seminggu

a.       TPA Setengah Hari : 4-5 jam per hari, minimal 3 kali dalam seminggu

b.      TPA non reguler : 1-3 jam per hari


 

 

II.1.7             Contoh kegiatan di TPA (Day Care)

 

08.00           Anak datang

09.00           Main di luar (pengalaman gerak kasar)

09.40           Transisi (toilet training)

10.00           Kegiatan di sentra

12.00           Makan bersama

12.30           Transisi

12.40           Persiapan tidur siang

13.00           Tidur siang

15.00           Mandi

15.30           Bermain bebas

16.00           Pulang

II.1.8             Tempat Belajar

 

II.1.8.1    Lingkungan

 

Lingkungan belajar terdiri dari ruang luar dan ruang dalam dan keduanya digunakan untuk kegiatan bermain anak. Lingkungan belajar harus memenuhi kriteria kebersihan, keamanan baik secara fisik maupun dari ketakutan atauupun tekanan.

Day care juga harus memiliki sistem pengawasan yang baik agar anak-anak yang berada didalamnya dapat aman dan tertib. Pengawasan terhadap anak sudah dilakukan sejak anak datang hingga pulang.

II.1.9             Prasarana Belajar

 

Luas ruangan disesuaikan dengan jumlah peserta didik sehingga anak dapat leluasa bergerak tidak saling berdesakan. Ruangan juga harus dilengkapi dengan penerangan dan ventilasi yang cukup. Menurut Petunjuk Teknis Penyelenggaraan TPA idealnya lembaga TPA memiliki ruangan :


 

 

a.       Satu ruang sebaguna (untuk proses pembelajaran, makan dan tidur anak, dilengkapi buku bacaan anak)

b.      Satu ruang untuk kantor/administrasi

c.       Satu dapur

d.      Satu kamar mandi/WC anak

e.       Satu kamar mandi untuk orang dewasa

f.       Satu tempat cuci

g.      Ruang UKS atau khusus bagi yang sakit

 

Menurut Time Saver Standards for Building Types fasilitas pada pendidikan awal (usia dini) berupa Day Care ataupun Pre- School harus memiliki ruangan berupa:

a.      Large Motor Area

Merupakan area bergerak anak yang cukup besar, sehingga anak dapat bergerak dengan bebas dan berkumpul bersama dalam kelas

b.      Discovery Area

Merupakan area di mana anak dapat melakukan eksplorasi. Area ini berupa pasir ataupun air sehingga tidak dibutuhkan karpet.

c.       Art Area

Pada area ini anak dapat belajar untuk menggambar, melakukan melukis dengan tangan, bermain dengan lilin mainan, membuat karya dari sedotan dan lain-lain. Tempat ini harus berdekatan dengan sumber air, membutuhkan meja dan tempat pengeringan karya, serta harus dapat menampung dua anak atau lebih.


 

 

d.      Music Area

Pada area ini anak dapat belajar menemukan kaitan antara musik dan pelajaran lainnya. Area ini harus memiliki ruangan yang luas untuk anak duduk mendengarkan musik dan untuk menari. Area musik harus dilengkapi dengan instrumen musik, peralatan stereo dan mainan seperti bola.

e.       House Area

Area yang menyerupai rumah, sehingga anak dapat belajar memainkan peran seperti di rumah sendiri. Anak akan belajar mimik wajah untuk menunjukkan ekspresi dan meningkatkan kemampuan berbicara.

f.        Reading/Listening Area

Anak membutuhkan area yang tenang, jauh dari pergerakan anak dikelas untuk membaca dan mendengarkan. Area ini harus dibuat senyaman mungkin dengan karpet dan kursi yang nyaman. Untuk memberikan kesenjangan antara area membaca dengan area lainnya, dapat diberikan dua sampai tiga anak tangga. Area ini harus dapat membuat anak merasa spesial, nyaman, dan terpisah dari aktivitas lainnya.

g.      Block-Building Area

Area menyusun blok adalah area yang akan memberikan banyak variasi pembelajaran pada anak antara lain kerjasama, koordinasi mata dan tangan, mengekspresikan diri, memecahkan permasalahan, dan lain-lain. Area ini harus berhubungan langsung dengan area gerak utama tetapi jauh dari sirkulasi yang ada di ruangan tersebut. Selain itu area ini dapat diletakkan berdekatan dengan house area.


 

 

h.      Manipulative Area

Area ini merupakan area yang sepi dan aman dimana anak belajar secara individu untuk menyelesaikan permainan yang ada seperti permainan puzzle. Area ini dapat berdiri sendiri ataupun bergabung dengan area membaca.

i.        Woodworking/Construction Area

Area ini hampir mirip dengan block-building area, akan tetapi pada area ini anak belajar menggunakan alat-alat konstruksi seperti palu, obeng, gergaji, dan lain-lain yang aman untuk anak. Area ini dapat diletakkan berdekatan dengan art area.

j.        Science Area

Area ini merupakan area yang ideal untuk anak melakukan percobaan, pengamatan, mengembangkan prediksinya, konsep bentuk, problem-solving, dan mengembangkan kemampuan panca indranya.

k.       Math and Computer Area

Komputer pada pendidikan usia dini harus dirancang untuk anak kecil baik dari ukuran meja dan kursi, serta pengaturan kabel yang tidak membahayakan untuk anak.

l.        Storage Cubbies

Merupakan tempat untuk anak menyimpan tas, jaket dan sepatunya. Lemari ini harus dibuat dengan ukuran sesuai dengan ukuran anak kecil. Selain itu, anak harus dapat duduk di depan atau dekat dengan lemari ini untuk melepas sepatu dan menggunakannya kembali.


 

 

m.    Toilets

Toilet untuk pendidikan usia dini sangat baik diletakan berdekatan dengan ruang kelas, karena dapat mengurangi waktu untuk pergerakan menuju toilet itu sendiri. Selain itu jika toilet diletakkan berdekatan dengan kelas, maka anak dapat pergi ke toilet sendiri.

n.      Kitchenette

Karena peletakkan dapur utama tidak dapat berdekatan dengan kelas, maka dapur kecil di dalam kelas ini sangat berguna untuk menyimpan dan menyiapkan snak dan makanan untuk anak. Dapur kecil ini harus diletakkan berdekatan dengan area anak agar guru dapat melihat dengan jelas keadaan kelas ketika menyiapkan makanan. Selain itu peletakkan dapur kecil ini harus berjauhan dengan kamar mandi, diapering station¸ dan tempat mencuci tangan.

o.      Diapering Station

Tempat untuk mengganti popok ini sangat dibutuhkan pada pendidikan sekolah dini. Area ini harus berdekatan dengan tempat mencuci tangan dan penyimpanan perlengkapan lainnya. Area ini juga tetap harus mempermudah guru untuk mengawasi kelas dan anak juga harus tetap dapat melihat guru walaupun sedang mengganti popok.


 

 

p.      Sleeping and Napping Area

Merupakan area untuk tidur siang dan beristirahat. Area ini harus dapat mempermudah guru untuk dapat melihat dan mendengar keadaan di dalam area ini. Area tidur harus diletakkan berjauhan dengan area bermain dan aktivitas lainnya. Selain itu area ini dapat dilengkapi dengan lampu dim sehingga dapat memberikan suasana tidur yang nyaman untuk anak.



Jwablah pertanyaan dibawah ini dengan benar dan sistematis

1.      Carilah Profil Influncer yang memiliki  jenis usaha yang ramah anak (Day Care) melalui medsos kalian!

2.      Buatlah jenis usaha Day Care yang dapat dilakukan oleh perawat yang berlisensi jenis usaha tersebut yang ramah Anak?

3.      Sebutkan program pelayanan apa saja yang dapat anda lakukan pada Day Care anda sesuai tahapan usianya?

4.      Buatlah flowchart alur pelayanan Day Care sesuai jenis usaha yang anda pilih?

5.      Komponen administrasi apa saja yang anda perlukan untuk menunjang pelayanan Home Care yang akan anda lakukan?

6.      Persiapan dan pelayanan apa saja yang dapat anda lakukan untuk melakukan pelayanan Home Care, jelaskan?

7.      Jelaskan 3 tujuan anda melakukan pelayanan sesuai jenis usaha yang anda pilih!

8.      Kegiatan apa saja yang bisa klien lakukan tiap harinya pada Day Care kalian sesuai tahapan usianya?

9.      Instansi apa saja yang dapat anda libatkan pada jenis usaha anda?

10.  Buatlah bagan pembiayaan pembelian alat yang mensuport jenis usaha anda?

 

Note : kerjakan tugas ini dalam file word, diberi nama dan kelas lalu simpan dalam link drive, dan jadikan dalam 1 file perkelas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD PKK 1 ( Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bayi 0-6 Hari)

LKPD PKK 1 (Konsep Dasar Home Care)

Imunisasi Dasar Balita