Baby Spa

 

Baby SPA

1.      Pengertian baby spa :

Pengertian Baby Spa Spa merupakan ungkapan latin dari salus per aquam yang secara harfiah berarti sehat melalui air.

Permenkes No. 1205/ menkes/ X/2004, Spa : metode kombinasi antara hydroterapi (terapi air) dan massage (pijat) yang dilakukan secara terpadu untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran dan perasaan.  Melalui kegiatan spa, bayi dapat merasakan relaksasi karena ketika lahir bayi harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Bayi yang berada selama sembilan bulan terlindung di perut ibu yang gelap dan hangat, sedangkan ketika lahir harus menghadapi suhu yang dingin. Selain itu, relaksasi pada bayi bukan hanya untuk menghilangkan stres, tetapi merupakan hal yang penting bagi proses tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, baby spa dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan yang diberikan kepada bayi dengan tujuan untuk memberikan relaksasi pada bayi (Rini, 2014).

Proses perawatan baby spa sebaiknya ditangani oleh terapis yang berpengalaman. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan pilihan yang tidak mengakibatkan alergi pada bayi. Pengaturan dekorasi ruangan juga harus diperhatikan, beragam mainan untuk bayi dengan pertimbangan yang cermat dan warna-warna yang cerah untuk merangsang indra visual bayi (Galenia, 2014)

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari baby spa, maka sebaiknya baby spa dilakukan secara rutin yaitu seminggu dilakukan selama dua kali atau minimal satu minggu sekali (Udin, 2015).

2.      Unsur dasar spa

a.       Pijat (Massage)

Adalah tehnik perawatan tubuh dengan cara pemijatan yang menggunakan gerakan anggota tubuh (tangan, jari, siku, kaki) dan atau alat bantu lain pada jaringan lunak (kulit, otot, saraf) yang memberi efek simulasi, rileksasi, melancarkan peredaran darah, peredaran limfe (kelenjar getah bening).

b.      Senam bayi (baby gym)

Adalah gabungan gerakan anggota tubuh yang mengkombinasikan ke dalam permainan yang merupakan stimulasi untuk mengoptimalkan kemampuan motoric anak. Senam bayi juga bias untuk mengetahui perkembangan yang salah pada bayi secara dini, sehingga kita dapat melakukan tindakan antisipasi yang tepat agar bayi tumbuh normal. Senam juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenali dirinya sendiri dalam perkembangan yang normal atau sesuai dengan usianya. Senam bayi sangat penting untuk menguatkan otot-otot dan juga sendi-sendi pada bayi sebagai persiapan bayi untuk duduk, berdiri dan berjalan.

c.       Terapi air (hidroterapi)

Adalah penggunaan air dan atau dengan ramuan bahan alami (tumbuhan, mineral, minyak atriri, garam, susu, lulur, lumpur) untuk perawatan kesehatan tubuh dengan mengatur suhu, tekanan arus, kelembapan serta kandungan air.

Terapi air atau water therapy dikenal dengan berbagai istilah antara lain hydrotherapy, water therapy atau aquatic physical therapy. Dalam baby spa, bayi diajak untuk berendam dalam bak kecil dengan tubuh, terutama bagian leher disangga pelampung. Bayi kemudian bebas menggerakkan lengan dan tungkainya, menyerupai keadaan didalam kandungan. Para ahli menduga bahwa saat menendang-nendang dalam air, gelombang air akan menstimulasi bayi untuk melatih kesimbangan dan kemampuan koordinasi. Hal ini lalu dihubungkan dengan perkembangan kemampuan untuk merangkak, berjalan dan berenang dikemudian hari.

Therapy ini mengajak bayi untuk berendam dalam kolam kecil dengan bagian leher menggunakan pelampung agar bayi bebas menggerakkan bagian lengan dan kaki. Kegiatan ini menstimulasi perkembangan kemampuan bergerak, merangkak, berjalan, ataupun berenang dikemudian hari.

Menurut Mariati (2018) pada dasarnya bayi memiliki sifat alamiah berenang karena ketika masih berada didalam kandungan, bayi mengapung didalam cairan ketuban, maka dari itu bayi sudah dapat berenang meski belum bias merangkak ataupun berjalan.

-          Untuk bayi berusia 6 bulan sampai 18 bulan

Sebagai awalan dapat dilakukan dengan memberikan percikan air kolam ke tubuh bayi agar membuatnya dapat beradaptasi dengan air terlebih dahulu dan mengeksplorasi air serta merasa nyaman ketika berada didalam kolam, ajarkan bayi melakukan gerakan dasar yaitu menendang dan menarik kaki dan tangan. Hal ini yang membuat bayi dapat mengapungkan badannya didalam air dengan posisi terlentang dan mulai meluncur secara perlahan.

-          Untuk bayi berusia 18 bulan hingga 3 tahun

Pada usia ini bayi dapat diajsrkan gerakan dasar untuk lengan. Ketika usia mendekati 3 tahun, bayi dapat diajarkan menahan nafas, membiarkannya masuk dan keluar kolam sendiri pada kolam khususnya balita yang dangkal serta melakukan beberapa permainan seperti bermain lempar tangkap bola. Permainan ini efektif dalam membantu bayi melakukan gerakan lengan sambil berusaha berenang, selain bermain lempar tangkap bola, ajari bayi bermain mengambil benda didasar kolam agar mulai berlatih menyelam. 

Baby swim adalah perawatan bayi dengan cara berenang dikolom air hangat dengan suhu 38 sampai 40 derajat tergantung dari suhu tubuh bayi dengan menggunakan pelampung. Tujuan baby swim adalah merendam bayi yang tujuannya untuk melatih fungsi tubuh, merangsang aktifitas bayi dengan cara bayi menggerakkan tangan dan kaki dan melatih otot-otot secara aman dan berguna untuk melatih system motoric bayi, sedangkan manfaatnya adalah meningkatkan IQ, menyehatkan badan dan merangsang gerakan motoric, mengasah kemandirian, keberanian dan percaya diri, menghilangkan rasa takut pada air, meningkatkan kemampuan social, dan sarana bermain. Sesi ini biasanya berlangsung selama 10-15 menit, tergantung pada reaksi bayi anda saat pertama kali masuk kedalam air. Jika sudah terbiasa, durasinya bias menjadi 30 menit.

3.      Manfaat Baby spa

Manfaat Baby Spa menurut Galenia (2014)

1) Pola tidur teratur, pengenalan terhadap lingkungan, serta ketenangan emosi yang lebih baik. Bayi yang dipijat selama kurang lebih 15 menit akan merasa lebih santai, tidur lebih lelap, dan lebih lama. Apabila bayi tidur lelap, perkembangan dan pertumbuhan bayi akan semakin baik.

2) Merangsang dan menyeimbangkan hormon kortisol dan oksitosin. Hormon kortisol adalah hormon penyebab stres. Penurunan hormon kortisol akan membuat bayi lebih riang dan tidak suka menangis. Hormon oksitosin akan meningkat sehingga dapat menimbulkan rasa nyaman dan kasih sayang.

3) Memperbaiki sistem imunitas bayi sehingga membuat bayi lebih sehat.

4) Menstimulasi enzim-enzim yang ada di perut sehingga penyerapan nutrisi dalam tubuhnya lebih optimal.

5) Merangsang hormon yang berpengaruh dalam meningkatkan nafsu makan bayi yaitu hormon gastrin dan insulin yang berperan penting dalam proses penyerapan makanan. Bila produksi keduahormon ini meningkat maka penyerapan makanan dan nafsu makan juga akan meningkat sehingga berat badannya akan naik.

6) Memperlancar peredaran darah dan membantu menguatkan otototot bayi.

7) Mencegah bayi mengalami kembung dan kolik.

8) Mempengaruhi perkembangan motorik kasar yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antara anggota tubuh dengan otototot besar, seperti otot lengan atau tungkai. Salah satu stimulasi motorik kasar yang bisa dilakukan yaitu bayi dalam posisi mengambang pada saat berenang yang memungkinkan eksplorasi tubuh sekaligus sehingga otot-otot akan terlatih dan terstimulasi secara optimal.

9. Mempengaruhi perkembangan motorik halus yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata dan tangan. Stimulasi bisa dilakukan dengan cara kegiatan bermain secara rutin. 10) Mempengaruhi perkembangan otak secara optimal. Stimulasi bisa dilakukan dengan cara dipijat. Sentuhan pada pijatan akan merangsang saraf dan otot untuk disampaikan ke otak sehingga merangsang tumbuh kembang fisik dan otak yang lebih baik. Semakin sering bagian otak tersebut mendapat stimulasi maka sinapsis akan sering diaktifkan sehingga menjadi semakin kuat

11) Mempengaruhi personal sosial yang dalam hal ini adalah interaksi sosial. 12) Mempengaruhi kemampuan berbahasa yang mencerminkan kemampuan intelektual atau kecerdasannya. Komunikasi nonverbal sangat penting karena membantu perkembangan sel sensorik. Stimulasi bisa dilakukan pada saat memijat, ibu sebaiknya mengajak bayi berbicara dengan menerangkan kegiatan yang dilakukan, diiringi dengan ekspresi muka seperti tersenyum dan tertawa.

13) Menyehatkan organ tubuh dan mengoptimalkan kemampuan organ sensoris, seperti indra peraba, penciuman, penglihatan, pendengaran serta keseimbangan. Berenang dapat meningkatkan keseimbangan dan koordinasi karena gravitasi air tidak telalu besar sehingga bisa melatih otot-otot lebih efektif.

Manfaat lain baby spa :

Ø    Merangsang gerakan motoric bayi

Ø    Berbicara lebih cepat

Ø    Keseimbangan tubuh lebih baik

Ø    Nafsu makan meningkat

Ø    Bayi tidak takut terhadap air

Ø    Meningkatkan kualitas tidur siang dan malam hari

Ø    Mengasah kemandirian, keberanian dan kepercayaan diri

Ø    Sarana bermain yang menyenangkan bagi bayi

Ø    Meningkatkan kecerdasan, berpikir dan konsentrasi

Mulai usia 3 bulan BB 5 kg, usia 4-6 bulan saat yang tepat bagi bayi untuk mengenal kolam renang.

Reflek akuatiknya belum menghilang :

Reflex dive (reflex menyelam), reflex swim (reflex berenang), reflex bayi untuk menahan nafas dan membuka mata ketika terendam, reflex ini sampai bayi berusia sekitar 6 bulan.

4.      Kontraindikasi

a.       Bayi demam

b.      Kelainan jantung bawaan

c.       Ada luka terbuka

5.      Persiapan orang tua bayi untuk baby spa

a.       Bayi makan setengah atau 1 jam sebelum melakaukan baby spa

b.      Siapkan susu atau makanan untuk diberikan setelah baby spa

c.       Bawalah handuk sendiri untuk mengeringkan badan bayi

6.      Persiapan baby spa

Yang harus disiapkan dalam baby spa adalah :

a.       Bak mandi

Bak mandi dalam baby spa bias menggunakan kolam plastic atau yang permanen. Ukuran bak mandi tidak terlalu sempit sehingga anak dapat leluasa menggerakkan tangan dan kakinya. Untuk bak mandi yang disarankan adalah panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman 1 meter.

b.      Pelampung leher/nenck ring

Neck ring yang dipergunakan untuk keamanan bayi yang dilingkarkan dileher bayi adalah neck ring yang berkualitas yaitu aman dan nyaman saat digunakan. Sepintas tampak tidak nyaman namun jangan khawatir karena pelampung tipe ini membuat anak semakin lincah untuk mengerakkan tubuhnya di air, dan yang perlu diperhatikan pelampung harus mampu mengambang dan tidak menimbulkan tekanan pada leher bayi sehingga bayi nyaman dan aman.

c.       Air bersih

Air yang digunakan harus langsung diganti (hanya sekali pakai), suhu air tidak terlalu dingin atau panas, usahakan agar suhu air hamper sama dengan suhu tubuh bayi, suhu air untuk bayi ˂ 3 bulan, suhu: 34-35 derajat C, untuk bayi ˃ 3 bulan suhu 31-32 derajat C.

Kejernihan air, tidak keruh, tidak berkaporit karena akan berdampak buruk bagi kesehatan kulit bayi :

d.      Handuk, popok dan pakaian bayi

e.       Mainan anak untuk dikolom

Mainan yang digunakan adalah mainan yang mengapung di air dan tentu saja aman untuk anak.

7.      Bahan Alamiah untuk Baby Spa

Bahan untuk spa anak haruslah alamiah, tidak menimbulkan efek samping pada kulit, sebaiknya aman, enak jika tertelan dan harus menarik bagi anak. Bahan yang umumnya dipakai sebagai berikut :

1.      Susu

Mandi berendam dalam air hangat dicampur dengan susu memberikan manfaat, ketika pori-pori terbuka nutrisi yang terkandung dalam susu menyerap secara lebih dalam, jika dilakukan pada anak, kulit anak akan menjadi lembut dan sangat lembut.

2.      Stroberi

Stroberi bermanfaat menjaga kesehatan kulit, menyegarkan kulit dan memperkecil pori-pori. Kandungan didalam stroberi memberi efek dingin terhadap kulit.

3.      Cokelat

Cokelat mengandung bahan makanan almond, almond mengandung serat protein, vitamin A, vitamin B, mineral dan asam folat. Bermanfaat untuk mengencangkan, melembutkan dan menutrisi kulit.

4.      Madu

Merupakan nutrisi untuk kulit, madu berfungsi untuk melembabkan, melembutkan, membuat kulit berkilau, mencegah kulit kering dan mengencangkan kulit. Juga dapat digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala serta menyuburkan rambut.

 

8.      Prosedur baby spa :

Ø    Anamnesa : timbang BB, ukur suhu tubuh

Ø    Stretching (baby gym) selama 5 menit

Ø    Swimming 10-30 menit

Ø    Menggunakan air hangat kuku dngan suhu 34-36 derajat C

Ø    Massage 10-15 menit dengan massage oil

Ø    Baby dimandikan atau langsung pakai baju

AQUA SWIM

Ø    - Pastikan bayi dalam keadaan tidak panas;

Ø    - Siapkan air dalam bak, atur kehangatannya;

Ø    - Sambil menunggu, timbang bayi dan ukur tinggi bayi dengan metline;

Ø    - Siapkan bola-bola kecil warna-warni dan mainan seperti bebek ncit-ncit dan

Ø    boneka plastik;

Ø    - Setelah siap semua, anjurkan bayi untuk melepas pakaiannya;

Ø    - Pasang pelampungnya di leher;

Ø    - Kemudian masukan bayi kedalam bak air hangat;

Ø    - Biarkan bayi beraksi menendang-nendang atau berenang sambil diajak bermain

Ø    dan komunikasi;

Ø    - Waktu berenang ± 15 – 20 menit (jika bayi rewel 10 menit saja)

Ø    - Tujuannya untuk melatih perkembangan syaraf motorik kasar pada anak

Ø    - Setelah selesai bayi di lap memakai handuk bersih.

 

Hal yang harus diperhatikan :

Ø    Pelaksanaan baby spa sebaiknya pada saat bayi dalam keadaan tidak lapar dan mengantuk

Ø    Tidak dalam keadaan suhu tubuh tinggi

Ø    Tidak dalam keadaan bad mood

Ø    SPA dilakukan 2 minggu sekali

Ø    Periksa kondisi bayi (tidak diperuntukkan bayi yang memiliki kelainan jantung)

Ø    Tahap pengenalan air (bawa mainan yang tahan air, sesekali bias cipratkan kea rah tubuh bayi)

Ø    Kedalaman kolam, memperkenalkan tingkat kedalaman secara bertahap kepada sikecil, mulailah dari yang paling biasanya tingkat kedalaman hanya sebatas pinggang guna mencegah terjadinya resiko seperti tenggelam.

Ø    Suhu air dan suhu kolam tidak terlalu dinggin dan terlalu panas, usahakan agar suhunya hamper sama dengan suhu tubuh.

Ø    Kejernihan air , tidak keruh, tidak berkaporit karena akan berdampak buruk bagi kesehatan terutama mata dan kulit

Ø    Pengawasan dan pendampingan orang tua

9. Faktor Internal dan Eksternal Baby Spa menurut Rini (2014)

1) Faktor Internal a) Tingkat pendidikan, dimana semakin tinggi pendidikan ibu maka ibu akan lebih paham tentang kesehatan bayinya. b) Faktor pengetahuan, dengan pengetahuan ibu yang luas akan berpengaruh pula pada keinginan ibu untuk dapat melakukan baby spa

c) Faktor keyakinan ibu, semakin baik keyakinan ibu terhadap manfaat baby spa maka semakin tinggi keinginan ibu untuk melakukan baby spa.

2) Faktor Eksternal yang memengaruhi baby spa antara lain ketersediaan sumber daya kesehatan, sikap tenaga kesehatan dan sikap keluarga.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD PKK 1 ( Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bayi 0-6 Hari)

LKPD PKK 1 (Konsep Dasar Home Care)

Imunisasi Dasar Balita