Pengembangan diri lansia terhadap adat dan budaya
HANDOUT PENGEMBANGAN DIRI LANSIA TERHADAP
ADAT DAN BUDAYA DI LINGKUNGAN SOSIAL UNTUK SISWI SMK KESEHATAN
I. PENDAHULUAN
![]()
Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami proses
penuaan, baik dari aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Meski
demikian, lansia tetap memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk dalam hal
pelestarian nilai-nilai adat dan budaya di masyarakat. Pengembangan diri lansia
bukan hanya mendukung kesehatan mental dan emosional, tetapi juga memperkuat
posisi sosial lansia sebagai penjaga nilai-nilai tradisional.
II. PENGERTIAN DASAR
![]()
1. Lansia
Orang yang telah
memasuki usia 60 tahun ke atas dan mengalami perubahan biologis, psikologis, dan sosial.
2. Pengembangan Diri
Proses memperbaiki, mempertahankan, dan meningkatkan kapasitas
individu dalam berbagai
aspek kehidupan secara berkelanjutan.
3. Adat dan Budaya
Norma, nilai,
tradisi, dan praktik yang berlaku dalam masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.
III. TUJUAN PENGEMBANGAN DIRI LANSIA
![]()
- Menjaga kemandirian lansia secara mental dan sosial
- Memberi ruang bagi lansia untuk tetap aktif di komunitas
- Melestarikan warisan budaya lokal melalui partisipasi aktif lansia
- Meningkatkan kualitas hidup lansia
IV.
BENTUK KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI LANSIA
![]()
1. Kegiatan Sosial
- Arisan lansia, pengajian, posyandu lansia, senam bersama
- Terlibat dalam kegiatan gotong royong dan kerja bakti
2. Kegiatan Budaya
- Menyanyi lagu daerah, menari tarian tradisional
- Membuat kerajinan tangan khas daerah
- Mengikuti upacara adat atau memperingati hari-hari besar daerah
3. Kegiatan Edukatif dan Spiritual
- Pelatihan keterampilan (menjahit, membatik, memasak)
- Menulis cerita hidup atau pengalaman budaya
- Kegiatan keagamaan dan kontemplatif (meditasi, ceramah agama)
V. PERAN ADAT DAN BUDAYA DALAM PENGEMBANGAN DIRI
![]()
1. Sebagai Identitas Sosial
Lansia merasa
dihargai dan diakui saat diberi kesempatan berbagi pengetahuan budaya.
2. Sebagai Sarana Interaksi
Kegiatan budaya
mempertemukan antar generasi dalam satu ruang interaksi sosial.
3. Sebagai Warisan yang Diajarkan
Lansia dapat mentransfer nilai-nilai luhur kepada anak cucu melalui cerita, bahasa daerah, dan
keterampilan tradisional.
VI.
PERAN SISWI SMK KESEHATAN DALAM
MENDUKUNG LANSIA
![]()
1. Pendampingan Sosial
- Mengajak lansia berbicara dan berbagi cerita
- Menghargai pengalaman hidup dan nilai budaya yang mereka miliki
2. Memfasilitasi Kegiatan Positif
- Membuat program intergenerasi: lomba budaya, bazar hasil karya lansia
- Menyusun senam lansia dengan iringan musik daerah
3. Menjadi Agen Pelestari Budaya
- Mendokumentasikan cerita dan praktik budaya lansia
- Menyebarluaskan melalui media sosial atau publikasi sekolah
VII. MANFAAT PENGEMBANGAN DIRI BAGI LANSIA
![]()
- Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri
- Menjaga kesehatan mental dan mengurangi risiko depresi
- Memperpanjang produktivitas sosial
- Menjaga keterikatan dengan masyarakat dan keluarga
VIII. PENUTUP
![]()
Pengembangan diri lansia dalam konteks adat dan budaya
merupakan upaya holistik untuk menjaga kehormatan, harga diri, dan
kebermanfaatan lansia di masyarakat. Sebagai siswi SMK Kesehatan, penting untuk
memahami, menghargai, dan memfasilitasi lansia dalam kegiatan-kegiatan yang
memperkuat nilai budaya dan interaksi sosial yang sehat.
REFERENSI:
- Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Kesehatan Lanjut Usia.
- WHO. (2015). World Report on Ageing and Health.
- Suharto, Edi. (2018). Pekerjaan Sosial dengan Lanjut Usia. Bandung:
Refika Aditama.
Komentar
Posting Komentar