pendampingan lansia caregiver

 

Mengenal Tugas Caregiver untuk Merawat

Lansia / Senior

Apa itu caregiver?

        Secara umum, caregiver adalah orang yang memberikan jasa perawatan atau pengasuhan bagi orang lain.

        Caregiver bisa berasal dari keluarga sendiri ataupun tenaga profesional.Biasanya mereka dapat berdedikasi penuh waktu untuk merawat lansia yang membutuhkan bantuan dan perhatian khusus dalam menjalankan kesehariannya.

Fungsi dan tugas Caregiver

       Fungsi dan tugas caregiver adalah untuk meringankan beban pasien atau keluarga pasien supaya dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

       Hal-hal yang diurus oleh caregiver tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan pasiennya saja, tapi juga kebutuhan sehari-harinya, baik secara fisik ataupun mental.

Perbedaan caregiver dengan perawat lansia

        Sebutan umum bagi caregiver adalah perawat atau pengasuh, bahkan tidak jarang dipanggil suster. Maka tidak mengherankan kalau banyak orang awam yang mengira bahwa caregiver juga merupakan seorang perawat medis (suster) di rumah sakit.

        Anggapan itu tidak selalu benar.

        Karena Perawat medis merupakan seorang perawat yang telah memiliki lisensi untuk memberikan perawatan medis terampil untuk pasien. Baik perawatan yang diberikan di rumah sakit atau dengan berkunjung ke rumah.

        Sedangkan Caregiver berfungsi untuk memberikan bantuan seseorang menjalankan

aktivitas keseharian mereka, serta memberikan perhatian.

        Caregiver biasanya memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dengan klien karena telah terbiasa menjadi teman seharihari dan membantu mengurusi kebutuhan pribadi pasien

Kriteria caregiver yang ideal

Kualifikasi untuk menjadi seorang caregiver tidak seketat perawat medis, yang terpenting adalah

seorang caregiver harus memiliki kepedulian dan kepribadian yang tepat dengan lansia yang akan dirawatnya.

Berikut ini beberapa kriteria caregiver yang ideal:

1. Sabar

        Seorang caregiver harus memiliki sifat sabar

        Pasalnya, merawat lansia memang butuh kesabaran yang tinggi.Ini dikarenakan lansia kerap mengalami kesulitan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti berjalan, susah makan, mandi dan sebagainya.

2 . Fleksibel

        Seorang caregiver juga dituntut untuk bisa fleksibel, baik dalam hal jenis pekerjaan pribadi dan waktu merawat lansia.

        Lanjutan...

3 . Kreatif

Kreatif di sini artinya, ia harus mampu menciptakan suasana yang ceria bagi lansia setiap hari, entah itu dengan mengajaknya melakukan berbagai aktivitas seperti berolahraga atau mengobrol bersama.

4 . Peduli

Caregiver yang baik juga harus memiliki kepedulian yang tinggi. Ini penting agar ia bisa benar-benar menjalankan tugasnya untuk merawat lansia dengan baik.

Activity Daily Living

Konsep Activity Daily Living ADL

Pengertian ADL

        Brunner Suddarth 2002 mengemukakan ADL atau Activity Daily Living adalah aktivitas perawatan diri yang harus pasien lakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup sehari-hari.

        ADL adalah aktivitas yang biasanya dilakukan dalam sepanjang hari, normalnya aktivitas tersebut mencakup, ambulasi, makan, berpakaian, mandi, menyikat gigi dan berhias dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan seseorang serta perannya sebagai pribadi dalam keluarga dan masyarakat.

Macam-macam ADL

         Sugiarto 2005 mengemukakan ada beberapa macam ADL, yaitu :

         1. ADL dasar, sering disebut ADL saja, yaitu keterampilan dasar yang harus dimiliki seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian, makan minum, toileting, mandi, berhias dan mobilitas. Ada juga yang memasukkan kontinensi buang air besar dan buang air kecil dalam kategori ADL dasar ini.

         2. ADL instrumental, yaitu ADL yang berhubungan dengan penggunaan alat atau benda penunjang kehidupan sehari-hari seperti menyiapkan makanan, menggunakan telefon, menulis, mengetik, mengelola uang kertas.

         3. ADL vokasional, yaitu ADL yang berhubungan dengan pekerjaan atau kegiatan sekolah.

         4. ADL non vokasional, yaitu ADL yang bersifat rekreasional, hobi, dan mengisi waktu luang.

Faktor –faktor yang Mempengaruhi kemampuan melakukan Activity of Daily Living ADL Menurut Hardywinoto 2007, yaitu:

1. Umur dan status perkembangan

        Umur dan status perkembangan seorang klien menunjukkan tanda kemauan dan kemampuan, ataupun bagaimana klien bereaksi terhadap ketidakmampuan melaksanakan activity of daily living.

        Saat perkembangan dari bayi sampai dewasa, seseorang secara perlahan –lahan berubah dari tergantung menjadi mandiri dalam melakukan activity of daily living begitupun sebaliknya.

2. Kesehatan fisiologis

        Kesehatan fisiologis seseorang dapat mempengaruhi kemampuan partisipasi dalam activity of daily living, contoh sistem nervous mengumpulkan, menghantarkan dan mengolah informasi dari lingkungan.

        Sistem muskuloskeletal mengkoordinasikan dengan sistem nervous sehingga dapat merespon sensori yang masuk dengan cara melakukan gerakan.

        Gangguan pada sistem ini misalnya karena penyakit, atau trauma injuri dapat mengganggu pemenuhan activity of daily living secara mandiri Hardywinoto, 2007.

3. Fungsi Kognitif

        Tingkat kognitif dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan activity of daily living.

        Fungsi kognitif menunjukkan proses menerima, mengorganisasikan dan menginterpretasikan sensor stimulus untuk berpikir dan menyelesaikan masalah.

        Proses mental memberikan kontribusi pada fungsi kognitif dapat mengganggu dalam berpikir logis dan menghambat kemandirian dalam melaksanakan activity of daily living

4. Fungsi Psikososial

        Fungsi psikologi menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengingat sesuatu hal yang lalu dan menampilkan informasi pada suatu cara yang realistik.

        Proses ini meliputi interaksi yang kompleks antara perilaku intrapersonal dan interpersonal.

        Gangguan pada intrapersonal contohnya akibat gangguan konsep diri atau ketidakstabilan emosi.

        Gangguan interpersonal seperti masalah komunikasi, gangguan interaksi sosial.

5. Tingkat stress

        Stress merupakan respon nonspesifik terhadap berbagai macam kebutuhan.

        Faktor yang dapat menyebabkan stress. Stressor, dapat timbul dari tubuh atau lingkungan atau dapat mengganggu keseimbangan tubuh.

6. Status mental

        Status mental menunjukkan keadaan intelektual seseorang. Keadaan status mental akan memberi keterlibatan pada pemenuhan kebutuhan dasar individu.

        Seperti halnya lansia yang memorinya mulai menurun atau mengalami gangguan, tentunya akan mengalami gangguan dalam pemenuhan kebutuhan –kebutuhan dasarnya.

Kondisi yang memerlukan bantuan ADL

Kondisi yang mengakibatkan seseorang membutuhkan untuk bantuan dalam ADL dapat bersifat akut, kronis, temporer, permanen atau rehabilitative. (Potter dan Perry, 2005).

Penilaian Activity Of Daily Living(ADL)

       Penilaian ADL(Activity Of Daily Living) penting dalam rangka menetapkan level bantuan bagi lansia dengan tingkat ketergantungan penuh atau sedang.

       Bila lansia tidak dapat melakukan ADL -IADL secara mandiri tentunya diperlukan peran seorang (care- giver).Dengan demikian, lansia diharapkan dapat terus bersosialisasi

       Terdapat sejumlah alat atau instrument ukur yang telah teruji validitasnya untuk mengukur ADL dasar salah satunya adalah indeks Katz.

       Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi defisit status fungsional dasar dan mencoba memperoleh cara mengatasi dan memperbaiki status fungsional dasar tersebut.

       dengan menggunakan indeks kemandirian Katz untuk ADL yang berdasarkan pada evaluasi fungsi mandiri atau bergantung dari klien dalam hal makan,

mandi,toileting,kontinen (BAB/BAK), berpindah ke kamar mandi dan berpakaian.

Penilaian dalam melakukan activity of daily living sebagai berikut:

       Penilaian dalam melakukan activity of daily living sebagai berikut:

       Mandi

       Mandiri (1) : bantuan hanya pada satu bagian mandi (seperti punggung atau ektremitas yang tidak mampu) atau mandi sendiri sepenuhnya;

       Bergantung (0): bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh, bantuan masuk dan keluar dari bak mandi, serta tidak mandi sendiri.

Berpakaian

           Mandiri (1): mengambil baju dari lemari, memakai pakaian, melepaskan pakaian, mengancing/mengikat pakaian;

           Bergantung (0): tidak dapat memakai baju sendiri atau hanya sebagian.

Toileting

         Mandiri (1): masuk dan keluar dari kamar kecil kemudian membersihkan genitalia sendiri;

         Bergantung (0): menerima bantuan untuk masuk ke kamar  kecil dan menggunakan pispot.

         Berpindah

         Mandiri (1): berpindah dari tempat tidur, bangkit darikursi sendiri; Bergantung (0): bantuan dalam naik atau turun dari tempat tidur atau kursi, tidak melakukan sesuatu atau perpindahan.

         Kontinen

         Mandiri (1): BAB dan BAK seluruhnya dikontrol sendiri.;

         Bergantung (0): inkontinesia persial atau total yaitu menggunakan kateter dan pispot, enema dan pembalut/pampers.

         Makanan

         Mandiri (1): mengambil makanan dari piring dan menyuapinya sendiri; Bergantung (0): bantuan dalam hal mengambil makanan dari piring dan menyuapinya, tidak makan sama sekali dan makan parenteral atau melalui Naso Gastrointestinal Tube (NGT).

Adapun penilaian hasil dari pelaksanaan Activity of Daily Living seperti tercantum dalam tabel berikut.

         Pembacaan hasil penilaian Activity of Daily Living.docx

1.1 PEMAHAMAN DEMENSIA

Pemahaman Demensia

Saksikan Video 1 Pemahaman Demensia RUKUN

Senior Living (54 menit) https://youtu.be/4MnIr014kVs:

Apa itu demensia

10/26/2021

3

0

10/26/2021

3

1

1.2 FILOSOFI PELAYANAN DEMENSIA

Filosofi Pelayanan Demensia

         Saksikan Video 2 Pemahaman Demensia RUKUN Senior Living (52 menit) https://youtu.be/rmuTeKzNUCc: Filosofi Best Friends

         Memahami kondisi demensia

         Memahami hak ODD

         Mengenali kisah dan profil ODD

         Menyajikan interaksi yang bermakna

    Daftar ide-ide kegiatan Interaksi

    Diskusi contoh: Interaksi/kegiatan apa saja yang bisa anda lakukan dengan sebuah koran?

Jika menemukan seorang teman dekat sedang menangis, apa yang anda lakukan?

3

5 3


6

         Prinsip utama adalah:  Interaksi sosial = terapi

         Saat mengalami keterbatasan sosial dan interaksi, ODD mudah terperangkap dalam kondisi terisolir, kebosanan, dan frustrasi.

         Diperlukan inisiatif dari kita untuk melakukan ragam interaksi secara proaktif.

         Libatkan dalam kehidupan sehari-hari

         Ajak berkegiatan:

      “Ibu mau apa?”                “Mari kita menyiram bunga”

“Ibu mau lukis warna biru atau merah?”

         Optimalkan kegiatan fisik sesuai kemampuannya setiap hari.

         Gunakan semua kesempatan untuk “merayakan” momen spesial yang bermakna baginya.

Menyajikan interaksi bermakna

Lampaui 3 “tidak” untuk mencapai “ya”

Seringkali, ODD perlu diajak beberapa kali sebelum bersedia melakukan suatu kegiatan.

Bila perlu, lakukan kegiatannya dahulu untuk memicu partisipasinya

Ketrampilan khusus dalam berkomunikasi dengan ODD

Pahami urutan 5 langkah dalam membuat koneksi yang positif:

Koneksi Dasar:

         1 – Koneksi visual = dia melihat kita

         2 – Koneksi verbal = dia mendengar kita 3 – Koneksi fisik = saat kita memegang dia

Untuk hubungan Best Friend:

         4 – Koneksi emosional = dia mendapat emosi positif dari interaksi kita

         5 – Koneksi personal = dia merasakan relasi secara individu dengan kita

Terlatih dalam berkomunikasi

Langkah Koneksi Dasar Saat Akan Berkomunikasi

1.              Berdiri pada “jarak aman” dari depan (1-2

Visualmeter) untuk mendapatkan perhatiannya

dulu.

2.              Sapa namanya dengan lambaian tangan terbuka.

VerbalDapatkan koneksi mata.

3.              Mulai mendekat.

      Jangan bergerak terlalu cepat.

      Posisikan tubuh dan kepala pada level yang sama.

FisikJika akan memegangnya, ulurkan tangan untuk

bersalaman dulu.

4.              Mulai Percakapan.

          Jelaskan/minta ijin dulu jika akan dibantu/diajak melakukan sesuatu

Terlatih dalam berkomunikasi

Ketangkasan Asistensi dalam ADL

Teknik untuk mengoptimalkan kemandirian ODD dengan memanfaatkan kemampuan yang ada.

Tactile Cue (Isyarat sentuhan)

          Menyentuh bagian tubuh ODD untuk mengingatkan untuk melakukan sesuatu.

          Menunjuk pada suatu hal untuk mengarahkan perhatiannya untuk melakukan sesuatu.

Ketangkasan Asistensi dalam ADL

Hand-under-hand (Tangan di bawah tangan)

          Memegang dan mengarahkan tangan ODD untuk memberdayakan kemampuannya, misalnya makan, sikat

          Genggaman tangan-di bawah–tangan bermanfaat saat memberi asistensi di mana perlu memegang tangan ODD, misalnya saat:

      Berdiri

      Keluar masuk kursi roda

      Menggandeng saat berjalan

      Membantu memakai pakaian

1.3 PENGELOLAAN PERILAKU DEMENSIA

10/26/2021

4

5

10/26/2021

4

7

Pengelolaan Perilaku ODD

          Saksikan Video 3 Pemahaman Demensia RUKUN Senior Living (67 menit) https://youtu.be/vCKDg_7ze2w:

Tips pendampingan ODD

          Membantu mandi

          Membantu berbusana

          Membantu toilet

          Membantu makan/minum

          Sukar/menolak makan

          Mengisolasi diri

          Mengalami ketakutan, sedih, menangis

          Mengalami keresahan/agitasi

          Bersifat agresif (marak, mengancam, memukul)

          Menaruh barang tidak pada tempatnya

          Disorientasi tempat

          Disorientasi waktu

          Sundowning (Resah saat matahari terbenam)

          Wandering (Berjalan-jalan tanpa tujuan)

          Halusinasi atau delusi

          Shadowing (Mengikuti terus-menerus)

          Melakukan “hal di luar norma”

          Contoh alat bantu dalam pengelolaan perilaku

TERIMAKASIH

Komentar

  1. syalva nur Rizka XI p3
    materi nya mudah dipahami, tapi rada sulit di teori nya, pembelajaran nya menyenangkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LKPD PKK 1 ( Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bayi 0-6 Hari)

LKPD PKK 1 (Konsep Dasar Home Care)

Imunisasi Dasar Balita