pertumbuhan dan perkembangan anak beserta tahapannya
BAB 2
PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN ANAK
Setelah menyelesaikan bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1.
Menganalisis perbedaan pertumbuhan dan
perkembangan
2.
Menganalisis ciri-ciri pertumbuhan dan
perkembangan
3.
Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi
per-tumbuhan dan perkembangan
4.
Menjelaskan tahapan tumbuh kembang anak
5.
Menjelaskan teori perkembangan
6.
Mendeskripsikan pertumbuhan anak, mulai dari
masa bayi hingga masa remaja
7.
Mendeskripsikan perkembangan anak, mulai dari
masa bayi hingga masa remaja
2.1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah perubahan
fisik dan pertambahan jumlah dan ukuran sel secara kuantitatif, di mana sel-
sel tersebut mensintesis protein baru yang nantinya akan menunjukkan
pertambahan seperti umur, tinggi badan, berat badan dan pertumbuhan gigi
(Maryunani, 2010). Perkembangan adalah peningkatan kompleksitas fungsi dan
keahlian (kualitas) dan merupakan aspek tingkah laku pertumbuhan. Contohnya:
Kemampuan berjalan, berbicara, dan berlari (Marmi dan Rahardp, 2012)
Istilah tumbuh kembang terdiri
atas dua peristiwa yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit
untuk dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Yaitu pertumbuhan dan
perkembangan, Pertumbuhan (growth) dimensi pada tingkat sel, organ maupun
individu.Pertumbuhan bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur dengan satuan
berat (gram, kilogram), satuan panjang (centi meter,meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium,
dan nitrogen dalam tubuh
Perkembangan (development) adalah
pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.
Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel, jaringan, organ,
dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat
memenuhi fungsinya. (Soetjiningsih, 1998; Tanuwijaya, 2003).
2.2. Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangan
Tumbuh kembang merupakan suatu
proses utama yang hakiki dan khas pada anak, dan merupakan suatu yang
terpenting pada anak tersebut. Tumbuh kembang anak mempunyai ciri-ciri antara
lain:
1.
Bahwa manusia itu tumbuh dan berkembang sejak
dalam Rahim sebagai janin, akan berlanjut dengan proses tumbuh kembang anak,
dan kemudian proses tumbuh kembang dewasa.
2.
Dalam priode tertentu, terdapat adanya periode
percepatan atau periode perlambatan, antara lain:
a.
pertumbuhan cepat terjadi pada masa janin.
b.
pertumbuhan cepat kembali terjadi pada masa akil
balik (12-16 tahun).
c.
selanjutnya pertumbuhan kecepatannya secara
berangsur- angsur berkurang sampai suatu waktu (sekitar usia 18 tahun)
berhenti.
3.
Terdapat adanya laju tumbuh kembang yang
berlainan di antara organ-organ.
4.
Tumbuh kembang merupakan suatu proses yang
dipengaruhi oleh dua faktor penentu,yaitu faktor genetik yang merupakan faktor
bawaan,yang menunjukkan potensi anak dan factor lingkungan yang merupakan
faktor yang menentukan apakah faktor genetik (potensi) anak akan tercapai.
5.
Pola perkembangan anak mengikuti arah
perkembangan yang disebut sefalokaudal (dari arah kepala ke kaki) dan
proksimal-distal (menggerakkan anggota gerak yang paling dekat dengan pusat,
kemudian baru yang jauh)
6.
Pola perkembangan anak sama pada setiap anak,
tetapi kecepatan berbeda-beda (Maryunani.2010).
2.3 Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan per-
kembangan pada anak yaitu:
1.
Faktor Herediter/Genetik diturunkan, yaitu suku,
ras, dan jenis kelamin (Maslow dalam
Faktor herediter merupakan faktor pertumbuhan yang dapat
supartini, 2004). Anak laki-laki setelah lahir cenderung lebih besar dan tinggi
daripada anak perempuan. Hal ini akan tampak saat anak sudah mengalami
pra-pubertas. Ras dan suku bangsa juga memengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan. Misalnya suku bangsa Asia memiliki tubuh yang lebih pendek
daripada orang Eropa atau suku Asmat dari Irian berkulit hitam. (Marmi dan Raharjo,
2012)
Faktor genetika atau herediter merupakan faktor yang dapat
diturunkan sebagai dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak.
Yang termasuk faktor genetik antara lain:
a.
Faktor bawaan yang abnormal atau patologis,
seperti kelainan kromosom (Sindrom Down), kelainan bibir sumbing
b.
Jenis kelamin:
1) Pada umur tertentu laki-laki
dan perempuan sangat berbeda dalam ukuran besar, kecepatan tumbuh, proporsi
jasmani dan lain-lain
2) Anak dengan jenis kelamin
laki-laki pertumbuhannya cenderung lebih cepat daripada anak perempuan.
3) Namun dari segi kedewasaan,
perempuan menjadi dewasa lebih dini, yaitu mulai adolesensi (remaja) pada umur
10 tahun, sedangkan laki-laki mulai umur 12 tahun.
c. Keluarga: banyak dijumpai
dalam satu keluarga ada yang tinggi dan ada yang pendek.
d. Ras:
1) Beberapa ahli antropologi
menyatakan ras kuning cenderung lebih pendek dibanding dengan ras kulit putih.
2) Suku Asmat di Papua berkulit
hitam, sementara itu suku Dayak di Kalimantan berkulit putih.
Bangsa: Bangsa Asaia cenderung
bertubuh pendek dan kecil, sementara itu bangsa Amerika cenderung tinggi dan
besar.
f. Umur: Kecepatan tumbuh yang
paling besar ditemukan pada masa fetus, masa bayi dan masa adolesensi (remaja).
(Maryunani, 2010)
2. Faktor Eksternal
a. Lingkungan pra-natal
Kondisi lingkungan fetus dalam
uterus dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, antar lain
gangguan gizi, gangguan endokrin pada ibu (diabetes militus), ibu yang mendapat
terapi sitostatika atau mengalami infeksi rubeola, toxoplasmosis, sifilism, dan
herpes. Faktor lingkungan yang lain adalah radiasi yang dapat menyebabkan
kerusakan pada organ otak janin.
b. Lingkungan pos-natal
Lingkungan yang dapat memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan setelah bayi lahir adalah:
1) Gizi
Gizi adalah salah satu komponen
yang penting dalam menunjang keberlangsungan proses pertumbuhan dan
perkembangan. Terdapat kebutuhan zat gizi yang diperlukan seperti protein,
karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air. Apabila kebutuhan tersebut tidak
atau kurang terpenuhi maka dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
Aspan gizi yang berlebihan juga
berdampak buruk bagi kesehatan anak, yaitu terjadi penumpukan kadar lemak yang
berlebihan dalam sel atau jaringan bahkan pada pembuluh darah.
Penyebab status gizi kurang pada
anak:
a) Asupan gizi yang tidak
adekuat, baik secara kuantitatif maupun kualitatif
b) Hiperaktivitas fisik atau
istirahat yang kurang
c) Adanya penyakit yang
menyebabkan peningkatan kebutuhan gizi
d) Stress emosi yang dapat
menyebabkan menurun- nafsu makan atau absorbsi makanan tidak
adekuat nya
2) Budaya lingkungan
Budaya keluarga atau masyarakat
akan memengaruhi bagaimana mereka dalam mempersepsikan dan memahami kesehatan
dan perilaku hidup sehat. Pola perilaku ibu hamil dipengaruhi oleh budaya yang dianutnya,
misalnya larangan untuk makan makanan tertentu padahal zat gizi tersebut
dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Keyakinan untuk melahirkan
di dukun beranak daripada di tenaga kesehatan. Setelah anak lahir dibesarkan di
lingkungan atau berdasarkan lingkungan budaya masyarakat setempat.
3) Status sosial dan ekonomi
keluarga
Anak yang dibesarkan di keluarga
yang berekonomi tinggi untuk pemenuhan kebutuhan gizi akan ter cukupi dengan
baik dibandingkan dengan anak yang dibesarkan di keluarga yang berekonomi
sedang atau kurang. Demikian dengan status pendidikan orangtua, keluarga dengan
pendidikan tinggi akan lebih menerima arahan terutama tentang peningkatan
pertumbuhan dan perkembangan anak, penggunaan fasilitas kesehatan dan lain-lain
dibandingkan dengan
4) Iklim atau cuaca
keluarga dengan latar belakang
pendidikan rendah. Iklim tertentu akan memengaruhi status kesehatan anak
misalnya musim penghujan dapat menimbulkan banjir sehingga menyebabkan
transportasi untuk mendapatkan makanan, timbul penyakit menular, dan penyakit
kulit yang dapat menyerang bayi dan anak- anak. Anak yang tinggal di daerah
endemik misalnya endemik demam berdarah, jika terjadi perubahan cuaca wabah
demam berdarah akan meningkat.
5) Olahraga atau latihan fisik
Manfaat olahraga atau latihan
fisik yang teratur akan meningkatkan sirkuli darah sehingga meningkatkan suplai
oksigen ke seluruh tubuh, meningkatkan aktivitas fisik dan menstimulasi
perkembangan otot jaringan sel.
6) Posisi anak dalam keluarga
Posisi anak sebagai anak tunggal,
anak sulung, anak tengah atau anak-anak bungsu akan memengaruhi pola
perkembangan anak tersebut diasuh dan dididik dalam keluarga.
7) Status kesehatan
Status kesehatan anak dapat
berpengaruh pada pencapaian pertumbuhan dan perkembangan. Hal
ini dapat terlihat apabila anak
dalam kondisi sehat dan sejahtera maka percepatan pertumbuhan dan perkembangan
akan lebih mudah dibandingkan dengan anak dalam kondisi sakit.
3. Faktor internal
Di samping faktor genetik dan
lingkungan, faktor internal dalam diri anak berikut ini juga dapat memengaruhi
proses tumbuh kembang anak, yaitu:
a. Kecerdasan (IQ)
1) Kecerdasan dimiliki anak sejak
dilahirkan
2) Anak dengan kecerdasan yang
rendah tidak akan mencapai prestasi yang cemerlang walaupun telah diberikan
stimulus yang tinggi
3) Anak dengan kecerdasan tinggi
dapat didorong oleh stimulus lingkungan untuk berprestasi secara
cemerlang.
b. Pengaruh hormonal
Terdapat tiga hormon utama yang
memengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu:
1)
Hormon Somatotropin (Growth Hormon)
Hormon somatotropin atau hormon
pertumbuhan, merupakan hormon yang berpengaruh pada per-
tumbuhan tinggi badan karena
menstimulasi terjadinya proliferasi sel, kartilago dan skeletal. Kelebihan hormon
ini dapat menyebabkan gigantisme (pertumbuhan yang besar), sementara itu
kekurangan hormon ini menyebabkan dwarftisme (kerdil).
2) Hormon Tiroid,
Di mana hormon ini mutlak
diperlukan pada tumbuh kembang anak, karena mempunyai fungsi mensti mulasi
metabolisme fungsi tubuh, yaitu metabolism protein, karbohidrat dan lemak.
Kekurangan hormone ini (disebut hipotiroidisme) dapat menyebabkan retardasi
fisik dan mental bila berlangsung terlalu lama. Sebaliknya, kelebihan hormon
ini (disebut hipertiroidisme) dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular,
metabolisme, otak, mata, seksual dan lain-lain.
3) Hormon Gonadotropin (hormon
Seks)
Di mana hormon ini terutama
mempunyai peranan penting dalam fertilisasi dan reproduksi. Hormon ini
menstimulisasi pertumbuhan interstisial dari tertis untuk memproduksi
testostron dan ovarium untuk memproduksi ovum.
c.
Pengaruh Emosi
Orangtua terutama ibu adalah
orang terdekat tempat anak belajar untuk bertumbuh dan berkembang. Orangtua
adalah model peran bagi anak. Jika orangtua memberi contoh perilaku emosional
yang baik atau buruk, anak akan belajar untuk meniru perilaku orangtua
tersebut.
d. Proses maturasi atau
pematangan kepribadian anak diperoleh melalui proses belajar dari lingkungan
keluarganya.
2.4. Tahapan Tumbuh Kembang Anak
1. Masa pranatal
Pada tahap ini terdiri dari fase
germinal, embrio, dan fetal. Fase germinal yaitu mulai dari konsepsi sampai
kurang lebih usia kehamilan 2 minggu. Fase embrio mulai dari usia kehamilan 2
minggu sampai 8 minggu, dan fase fetal mulai dari 8 minggu sampai 40 minggu
atau kelahiran. Pada tahap ini terjadi pertumbuhan yang sangat cepat dan sangat
penting karena terjadi pembentukan organ
dan sistem organ anak.
2. Masa post natal
a. Masa neonatus (0 sampai 28
hari)
Setelah lahir merupakan masa
terjadi kehidupan yang baru dalam ekstra uteri, dengan terjadi proses adaptasi
semua sistem organ tubuh, proses adaptasi dari organ tersebut dimulai dari
aktivitas pernapasan, penyesuaian denyut jantung, terjadi aktivitas
(pergerakan)bayi yang mulai meningkat, perubahan selanjutnya sudah dimulai
proses pengeluaran tinja.
b. Masa bayi (28 hari sampai 1
tahun)
c. Masa Todler (1-3 tahun)
d. Masa Sekolah (usia 6-12 tahun)
e.Masa Prasekolah (usia 4-5
tahun)
f.Masa Remaja (usia 12-18 tahun)
2.5. Teori Perkembangan
1.Teori perkembangan psikoseksual
(Sigmund Freud)
a. Tahap oral
Terjadi pada umur 0 sampai 11
bulan.Sumber kesenangan terbesar berpusat pada aktivitas oral seperti
menghisap, menggigit, mengunyah, dan mengucap.Ketergantungan sangat tinggi dan
selalu minta dilindungi untuk mendapatkan rasa aman.
b. Tahap anal
Terjadi pada usia 1 sampai 3
tahun. Kepuasan pada tahap ini adalah pada pengeluaran tinja, anak akan
menunjukkan keakuannya dan sikapnya sangat narsistik yaitu cinta terhadap
dirinya sendiri dan sangat egoistik, mulai mempelajari struktur tubuhnya.
c. Tahap falik
Terjadi pada umur 3-5 tahun,
dengan perkembangan sebagai berikut kepuasan pada anak terletak pada rangsangan
autoerotic yaitu meraba-raba, merasakan kenikmatan dari beberapa daerah
erogennya, suka pada lawan jenis.
d.
Tahap laten
Terjadi pada usia 5 sampai 12
tahun dengan perkembangan kepuasan anak mulai terintegrasi, anak masuk dalam
masa pubertas dan berhadapan langsung pada tuntutan sosial seperti suka
berhubungan dengan kelompoknya atau teman sebaya.
e.
Tahap genital
Terjadi pada usia 12 sampai 18
tahun, proses kematangan organ reproduksi dan produksi hormon seks, belajar
tidak tergantung dengan orangtua. Teori perkembangan psikososial (oleh Erikson)
a.
Percaya vs tidak percaya (Trust vs Mistrust)
Terjadi pada usia 0 sampai 1
tahun. Pada tahap ini bayi sudah terbentuk rasa percaya kepada seseorang baik
orangtua maupun orang yang mengasuhnya. Terbentuknya kepercayaan diperoleh dari
hubungannya dengan orang lain. Kegagalan pada tahap ini apabila terjadi
kesalahan dalam mengasuh atau merawat maka akan timbul rasa tidak percaya.
b.
Otonomi vs rasa malu dan ragu (Otonomi vs Shame)
Terjadi pada umur 1 sampai 3
tahun.Anak ingin melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya sendiri dengan menggunakan
kemampuan yang sudah mereka miliki seperti berjalan, berjinjit, memanjat dan
memilih mainan atau barang yang diinginkannya. Perasaan malu dan ragu akan
timbul apabila orangtua terlalu melindungi atau tidak memberikan kebebasan atau
saat anak dipaksa oleh orangtua/orang dewasa lainnya untuk memilih atau berbuat
sesuatu yang dikehendaki mereka.
c.
Inisiatif vs rasa bersalah (inisiative vs
Guilty)
Pada usia 3 sampai 6 tahun.
Perkembangan inisiatif diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan melalui
kemampuan indranya. Anak akan memulai inisiatis dalam melakukan aktivitasnya,
dan apabila pada tahap ini dalam belajar mencari pengalaman baru secara aktif
anak dilarang atau dicegah maka akan tumbuh perasaan bersalah pada diri anak.
Perasaan bersalah timbul karena anak merasa tidak mampu berprestasi sehingga
merasa tidak puas atas perkembangan yang tidak tercapai.
d.
Industry vs Inferiority
Pada usia 6 sampai 12 tahun. Anak
akan belajar untuk bekerja sama dan bersaing dengan anak lainnya melalui
kegiatan yang dilakukan baik dalam kegiatan akademik maupun dalam pergaulan
melalui permainan yang dilakukannya bersama. Perasaan sukses dicapai anak
dengan dilandasi adanya motivasi internal untuk beraktivitas yang mempunyai
tujuan. Perasaan tidak adekuat dan rendah diri akan berkembang apabila anak
terlalu mendapat tuntutan dari lingkungannya dan anak tidak berhasil
memenuhinya. Pujian atau penguatan (reinforcement) dari orangtua atau orang
dewasa lain terhadap prestasi yang dicapai menjadi begitu penting untuk
menguatkan perasaan berhasil dalam melakukan sesuatu.
e.
Identitas vs kerancuan peran (Identitas vs Roe
Confusion)
Pada usia 12 sampai 18 tahun.
Anak remaja akan berusaha untuk menyesuaikan perannya sebagai anak yang sedang
berada pada fase transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Kejelasan identitas
diperoleh apabila ada kepuasan yang diperoleh dari orangtua atau lingkungan
tempat ia berada, yang membantunya melalui proses pencarian identitas diri
sebagai anak remaja, sedangkan ketidakmampuan dalam mengatasi konflik akan
menimbulkan kerancuan peran yang harus dijalankannya.
3. Teori perkembangan kognitif (oleh Piaget)
a. Tahap sensoris-motorik (0 sampai 2
tahun)
Anak mempunyai kemampuan dalam
mengasimilasi dan mengakomodasi informasi dengan cara melihat, men dengar,
menyentuh, dan aktivitas motorik. Semua gerakan pada masa ini akan diarahkan ke
mulut dengan merasakan disentuh. keingintahuan sesuatu dari apa yang dilihat,
didengar,
b. Tahap pra operasional (2 sampai 7 tahun)
Perkembangan anak masih bersifat
egosentrik.Anak mulai mengembangkan sebab-akibat, dan mengintrepretasi benda atau
kejadian, menyiapkan diri memasuki dunia sekolah. Anak sering menggunakan satu
istilah untuk beberapa orang yang mempunyai ciri yang sama, misal
nenek untuk perempuan tua.
c. Tahap kongkret (7 sampai 11 tahun)
Anak sudah memandang realistis dari dunianya
dan mempunyai anggapan yang sama dengan orang lain, sifat egosentrik mulai
hilang sebab anak mempunyai pengertian tentang keterbatasan diri sendiri.
d. Tahap operasional (11 sampai 15 tahun)
Perkembangan anak pada masa ini sudah
terjadi dalam perkembangan pikiran dengan membentuk gambaran mental dan mampu
menyelesaikan aktivitas dalam pikiran, mampu menduga dan memperkirakan dengan
pikiran yang abstrak.
4. Perkembangan moral (Kohlberg)
a. Tahap preconventional
Anak belajar baik dan buruk, atau benar dan
salah melalui budaya sebagai dasar dalam peletakan nilai moral.Fase ini terdiri
atas tiga tahapan. Tahap (1) didasari oleh egosentris
pada anak yaitu kebaikan adalah seperti apa
yang saya mau, rasa cinta dan kasih sayang akan menolong memahami tentang kebaikan.
Ekspresi kurang perhatian bahkan membencinya akan membuat mereka mengenal
keburukan. Tahap (2) orientasi hukuman dan ketaatan, baik buruk sebagai
konsekuensi dari tindakan.Tahap (3) anak berfokus pada motif yang menyenangkan
sebagai suatu kebaikan. Anak menjalankan aturan sebagai sesuatu yang memuaskan
mereka sendiri.
b. Tahap conventional
Anak berorientasi pada mutualitas hubungan
interpersonal dengan kelompok. Anak sudah mampu bekerja sama dengan kelompok
dan mempelajari serta mengadopsi norma-norma yang ada dalam kelompok selain
norma dalam lingkungan keluarganya. Apabila perilaku anak menyebabkan mereka
diterima oleh keluarga atau teman kelompoknya, mereka mempersepsikan
perilakunya sebagai suatu kebaikan. Sebaliknya jika tindakannya menggangu akan
dipersepsikan sebagai keburukan.
c. Tahap postkonversional
anak usia remaja telah mampu membuat
pilihan berdasar pada prinsip yang dimiliki dan diyakininya. Anak menempatkan
nilai budaya, hukum, dan perilaku yang tepat yang menguntungkan bagi masyarakat
sebagai sesuatu yang baik. Anak mempersepsikan kebaikan sebagai sesuatu yang
dapat mensejahterakan individu. Anak dapat menilai perilaku baik dan buruk dari
dirinya sendiri
2.6 Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Bayi
(0-1 Tahun)
Pertumbuhan
dan perkembangan mengalami peningkatan yang pesat pada usia dini, yaitu dari 0
sampai 5 tahun. Masa ini sering juga disebutbsebagai fase “Golden Age”, Golden
Age merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak
secara cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan.
Selain itu penanganan kelaianan yang sesuai pada masa golden ade dapat
meminimalisir kelainan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga kelainan yang
bersifat permanen dapat dicegah (Marni &Rahardjo, 2012)
1.
Usia 1-4 Tahun
a.
Pertumbuhan usia 1-4 bulan
Perubahan dalam pertumbuhan diawali dengan perubahan BB pada usia dini,
bila gizi anak baik maka perkiraan BB akan mencapai 700-1000 gr/bulan sedangkan
pertumbuhan TB agak stabil tidak mengalami kecepatan dalam pertumbuhan TB
kemudian dalam perkembangannya dapat dilihat dari perkembangan motoric kasar,
hakus, bahasa dan apatasi social.
b.
Perkembangan motoric, bahasa dan adaptasi social
masa bayi
Perkembangan motoric kasar memiliki kemampuan mengangkat kepala secara
tengkurap, mencoba duduk sebentar dengan ditopang dan lain-lain. Perkembangan
motoric halus dapat melakukan usaha bertujuan untuk memegang suatu obyek,
mengikuti objek dari sisi ke sisi, mencoba memegang benda kedalam mulut,
mmegang benda tapi terlepas dan sebagainya.
Pada
perkembangan bahasa ditandai dengan adanya kemampuan bersuara dan tersenyum,
dapat berbunyi huruf hidup, tertawa, berteriak dan sebagainya. Perkembangan
adaptasi sosial mulai untuk mengamati tangannya, tersenyum spontan dan membalas
senyuman bila diajak tersenyum, mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman,
pendengaran dan kontak dll.
2. usia 4-8 bulan
a. pertumbuhan usia 4-8 bulan
pada usia ini pertumbuhan badan dapat terjadi 2 kali BB pada
waktu lahir dan rata-rata kenaikan 500-600 gr/bulan. Apabila mendapatkan gizi
yang baik. Sedangkan pada TB tidak mengalami kecepatan dalam pertumbuhan dan
terjadi kestabilan berdasarkan pertambahan umur.
b. perkembangan motoric, bahasa dan adaptasi social
perkembangan motoric kasar awal terjadi perubahan aktivitas
seperti posisi telungkup pada alas dan sudah mulai mengangkat kepala. Pada
bulan keempat sudah mampu memalingkan ke kanan dank e kiri dan sudah mulai
terjadu kemampuan dalam duduk dengan kepala tegak.
Perkembangan motoric halus sudah mulau mengamati benda,
mulau menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk memegang benda yang sedang
dipegang. Perkembangan bahasa dapat menirukan suara atau kata-kata, menoleh kea
rah suara atau menoleh kea rah sumber bunyi, tertawa, menjerit. Perkembangan
adaptasi social merasa terpaksa jika ada orang asing, mulau bermain dengan
mainan, takut akan kehadiran orang asing, mudah bermain dengan mainan, takut
akan kehadiran orang asing, mudah frustasi dan memukul-mukul lengan dan kaki
jika sedang kesal.
3. usia 8-12 bulan
a. pertumbuhan usia 8-12 bulan
pada usia ini pertumbuhan BB dapat mencapai 3 kali BB lahir
apabila mencapai usia 1 tahun. Pertumbuhan BB pertahun sekitar 350-450 gr pada
usia 7-9 bulan dan 250-350gr perbulan pada usia 10-12 bulan. Pertumbuhan TB
sekitar 1,5 kali TB pada saat lahir, pada usia 1 tahun penambahan TB tersebut
masih stabil dan diperkirakan TB akan mencapai 75 cm.
perkembangan bayi pada tahun pertama adalah terjadi
peningkatan beberapa organ fisik atau biologis seperti ukuran panjang badan,
peningkatan jaringan subkutan, perubahan pada lingkar kepala dan lingkar dada,
pertumbuhan gigi dimulai dari gigi susu umur 5-9 bulan.
b. Perkembangan motoric, bahasa dan adaptasi social
perkambangan motoric kasar dapat terjadi kemampuan diawali
dengan duduk tanpa pegangan, berdiri dengan pegangan, bangkit terus berdiri,
berdiri 2 detik dan berdiri sendiri. Motoric halus mencari dan meraih benda
kecil, bila diberi kubus mampu memindahkannya. Perkembangan bahsa mulai mampu
mengatakan papa mama yang belum spesifik, mengoceh hingga mengatakan dengan
spesifik, dapat mengucapkan 1-2 kata. Perkembangan adaaptasi social dimulai
kemampuan untuk bertepuk tangan, menyatakan keinginan. Sudah mulai minum dengan
cangkir, menirukan 1 kegiatan orang.
Tahap perkembangan anak pada usia 1 tahun, menurut
Departemen Kesehatan RI (2006) dalam Susilangingrum (2013) :
a.
Berdiri sendiri tanpa berpegangan
b.
Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri
kembali
c.
Berjalan mundur 5 langkah
d.
Memanggil ayah dengan kata papa memanggil ibu
dengan kata mama
e.
Menumpuk 2 kubus
f.
Memasukkan kubus dikotak
g.
Menunjukkan apa yang diinginkan tanpa menangis
atau merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangakan atau menarik
tangan ibu
h.
Memperlihatkan rasa cemburu atau bersaing
Menurut Piaget tahap perkembangan
kognitif anak pada usia 1 tahun adalah sensori motor (usia 0-2 tahun), dalam
tahap ini perkembangan pasca indra sangat berpengaruh dalam diri anak.
Keinginan terbesarnya dalah keinginan untuk menyentuh/memegang karena didorong
oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. Pada usia ini, mereka
belum mengerti tentang motivasi dan senjata terbesarnya dalah menangis.
Tahap perkembangan psikososial
anak pada usia 1 tahun menurut Erick Erickson adalah Trust # Mistrust ( usia 1
tahun). Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri. Fokus
terletak pada panca indera, sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan
pelukan.
2.7 pertumbuhan dan perkembangan
usia toddler (1-3 tahun)
Istilah terrible twos seing digunakan untuk menjelaskan masa toddler,
periode dari usia 12 sampai 36 bulam. Masa ini merupakan masa eksplorasi
lingkungan yang intensif karena anak berusaha mancari tahu bagaimana semua
terjadi dan bagaimana mengontrol orang lain Meskipun bisa menjadi saat yang
sangat menantang bagi orangtua melakukan perilaku temper tantrum, negativisme
dan keras kepala, sama lain dengan lebih baik, masa ini merupakan periode dan
anak karena masing-masing belajar untuk mengetahui satu yang sangat penting
untuk mencapai perkembangan dan pertumbuhan intelektual.
1. Pertumbuhan Biologis
Pertumbuhan melambat selama masa
todler. Rata-rata pertambahan berat badan adalah 1.8 sampai 2.7 kg per tahun.
Berat rata-rata pada usia 2 tahun adalah 12 kg. Berat badan menjadi kali berat
badan lahir pada usia 2,5 tahun, Kecepatan pertambahan tinggi badan juga
melambat. Penambahan tinggi badan yang biasa adalah bertambah 7,5 cm/tahun dan
terutama terjadi pada perpanjangan tungkai dan bukan batang tubuh. Tinggi badan
rata- rata anak usia 2 tahun adalah 86.6 cm. Secara umum, tinggi orang dewasa
sekitar 2 kali tinggi badannya sewaktu berusia 2 tahun.
Pengukuran tinggi dan berat badan
yang akurat selama masa todler harus menunjukkan kurva pertumbuhan yang stabil
yang menyerupai anak tangga secara alami daripada garis linear/lurus,
yang merupakan karakteristik
lonjakan pertumbuhan selama masa kanak-kanak awal.
Kecepatan pertambahan lingkar
kepala melambat pada akhir masa bayi, dan lingkar kepala biasanya sama dengan
lingkar dada pada usia 1 sampai 2 tahun. Total pertambahan lingkar kepala pada
umumnya selama tahun kedua adalah
2,5 cm. Kemudian kecepatan pertambahan melambat sampai ujian 5 tahun,
pertambahan tinggi badan menjadi kurang dari 1,25 per tahun. Fontanela anterior
me nutup antara usia 12 sampai 18 bulan. Lingkar dada terus meningkat ukurannya
dan melebihi lingkar
kepala selama masa todler.
Bentuknya juga berubah karena diameter transversal, atau lateral melebihi
diameter antero-posterior. Setelah tahun kedua lingkar dada melebihi ukuran
perut, yang selain untuk pertumbuhan ekstremitas bawah, memberi kesan anak
menjadi lebih tinggi dan langsing. Namun, todler mempertahankan penampilan
pendek-gemuk, "Perut gembung" karena otot-otot perut belum berkembang
dengan baik dan tungkainya pendek. Tungkai tetap tampak sedikit melengkung
tahun kedua karena berat batang tubuh yang relatif besar.
Ketajaman penglihatan 20/40
dianggap bisa diterima selama masa todler. Penglihatan binokular sudah
berkembang dengan baik dan total, dan setiap tanda strabismus menetap
memerlukan
perhatian profesional sedini
mungkin untuk menghindari ambliopia. Persepsi yang dalam terus menerus
berkembang namun karena anak belum memiliki koordinasi motorik, bahaya yang
terus
menerus ada adalah jatuh dari
ketinggian.
Indra pendengaran, penciuman,
pengecapan, peragaan menjadi semakin berkembang, saling terkoordinasi satu sama
lain, dan berhubungan dengan pengalaman lain. Semua indra digunakan
untuk mengeksplorasi lingkungan.
Todler biasa menginspeksi benda dengan membaliknya, mereka mungkin akan
mengecap, mencium, dan menyentuhnya beberapa kali sebelum mereka puas
dengan penyelidikannya. Mereka
akan mengguncangnya untuk melihat apakah akan timbul bunyi dan secara
bersemangat menguji daya tahannya.
Contoh lain dari fungsi integral
indra adalah perkembangan todler akan kesukaan rasa tertentu. Anak lebih suka
mencoba makanan baru daripada bayi karena mempertimbangkan juga
penampilan atau baunya, bukan
hanya rasanya. Sebagian besar sistem fisiologis relatif matur pada akhir masa
todler. Volume saluran pernapasan dan pertumbuhan struktur yang bersangkutan
terus bertambah selama masa kanak-kanak awal, pengurangi yang membuat anak
rentan mengalami infeksi secara sering dan serius selama masa bayi. Struktur
internal telinga dan tenggorokan terus memendek dan melurus, dan jaringan
limfoid tonsil dan adenoid terus bertambah besar. Akibatnya sering terjadi
otitis media, tonsilitis, dan infeksi saluran napas atas. Kecepatan respirasi
dan jantung melambat dan tekanan darah meningkat. masih tetap berupa pernapasan
abdomen.
Di bawah kondisi variasi suhu
moderat, toddler jarang mengalami kesulitan seperti pada bayi kecil dalam
mempertahankan suhu tubuh. Maturnya fungsi sistem ginjal membantu mempertahankan
cairan pada saat stres, mengurangi risiko dehidrasi. Proses digestif sudah
cukup lengkap pada masa todler. Keasaman isi lambung terus meningkat dan
memiliki fungsi protektif karena sudah mampu menghancurkan berbagai jenis
bakteri.
Kapasitas lambung untuk memungkinkan
jadwal makan 3 kali sehari yang biasa.
Salah satu perubahan sistem gastrointestinal
yang paling menonjol adalah kontrol eliminasi secara volunter. Dengan kompletnya
mielinasi korda spinalis, pengontrolan sfingter anal dan uretra dapat dicapai
secara bertahap. Kemampuan fisiologis untuk mengontrol sfingter kemungkinan
terjadi antara usia 18-24 bulan. Kapasitas kandung kemih juga meningkat dengan
pesat. Pada usia 14-18 bulan anak sudah mampu menahan urine sampai 2 jam atau lebih.
Mekanisme pertahan kulit dan darah
terutama fagositosis jauh lebih efisien pada todler daripada bayi. Produksi
antibodi sudah berkembang baik. Akan tetapi, banyak anak kecil memperlihatkan
peningkatan du dan infeksi minor
mendadak ketika mereka (Wong et al, 2009) memasuki kelas prasekolah atau
situasi kelompok lain, seperti tempat penitipan anak, karena lebih terpajan
dengan patogen.
2.
Perkembangan Motorik Kasar dan Halus
Keterampilan motorik kasar mayor
selama masa todler adalah perkembangan lokomosi. Pada usia 12-13 bulan todler
sudah dapat berjalan sendiri dengan jarak kedua kaki melebar untuk keseimbangan
ekstra dan pada 18 bulan mereka berusaha lari tetapi mudah terjatuh. Antara
usia 2-3 tahun, posisi tegak dengan dua kaki menunjukkan peningkatan koordinasi
dan keseimbangan. Pada usia 2 tahun todler dapat berjalan menaiki dan menuruni
tangga. Pada usia 2,5 tahun todler dapat melompat, menggunakan kedua kaki,
berdiri dengan satu kaki selama 1 atau 2 detik, dan melakukan beberapa langkah
dengan berjinjit.
Perkembangan motorik halus
diperlihatkan dengan mening katnya kemampuan deksteritas manual, misalnya pada
usia 12 bulan todler dapat menggenggam benda yang ukurannya sangat kecil tetapi
belum mampu melepaskannya sesuai keinginan. Pada usia 18 bulan mereka dapat
memasukkan peller ke dalam botol berleher sempit. Pada usia 15 bulan mereka
sangat obsesif dengan kegiatan
melempar dan menangkap bola. Pada
usia 18 bulan mereka dapat melempar bola tanpa kehilangan keseimbangan.
3.
Perkembangan Psikososial
Apabila kebutuhan untuk membentuk
dasar kepercayaan telah terselesaikan dengan baik, mereka siap untuk meninggalkan
ketergantungan menuju individu yang memiliki kontrol, mandiri, dan otonomi.
Beberapa tugas perkembangan yang harus dikuasai pada masa todler adalah sebagai
berikut:
a.
Diferensiasi diri dari orang lain, terutama
ibunya
b.
Toleransi terhadap perpisahan dengan orangtua
c.
Kemampuan untuk menunda pencapaian kepuasan
d.
Pengontrolan fungsi tubuh
e.
Penguasaan perilaku yang dapat diterima sacara
social
f.
Komunikasi memiliki makna verbal
g.
Kemampuan berinteraksi dengan orang lain dengan
cara yang tidak terlalu egosentris
4. Perkembangan Rasa Autonomi
(Erikson)
Menurut Erickson, tugas
perkembangan pada masa toddler adalah menguasai sensasi autonomi serta
mengatasi sensasi ragu dan malu. Jika pada masa bayi dapat membentuk dasar
keper cayaan, maka pada masa todler individu menemukan bahwa perilaku mereka
adalah milik mereka sendiri dan perilaku tersebut memiliki efek yang dapat
diramalkan dan dipercaya oleh orang lain. Jika mereka melakukan dan
mempertahankan sesuatu sesuai keinginannya (atonomi) pasti ada konsekuensi
negatif yang diterima. Sementara jika mereka mempertahankan perilaku
ketergantungan dan kepatuhan, mereka akan dihargai dan disayangi. Namun,
ketergantungan yang terus-menerus akan menimbulkan sensasi raga mengenai
potensi kemampuan untuk mengontrol tindakan mereka sendiri. Keraguan ini
ditambah dengan rasa malu karena merasa adanya dorongan ingin menentang
keinginan orang lain dan ketakutan bahwa orang lain akan melebihi kemampuan
mereka sendiri dalam memanipulasi lingkungan. Negativisme dan ritualisme
merupakan karakteristik khas pada masa todler dalam pencarian otonomi mereka.
Ketika todler berusaha
mengekspresikan keinginan mereka,
mereka sering bertingkah negativisme, respon yang selala negatif terhadap
permintaan. Kata-kata "tidak" atau "biarkan aku" merupakan
perbendaharaan
kata yang sangat diandalkan.
Emosi dapat diekspresikan dengan sangat kuat, biasanya dengan perubahan mood
yang cepat. Apabila dimarahi karena melakukan suatu kesalahan, mereka dapat
menjadi temper tantrum. Memahami dan menghadapi perubahan yang cepat ini sering
kali sulit bagi orangtua. Banyak orangtua menganggap negativisme menjengkelkan.
Bukannya menghadapi dengan sikap yang konstruktif, justru marah pada todler.
Periaku orangtua ini akan mengancam anak dalam pencarian mereka untuk mempelajari
metode berinteraksi dengan orang lain yang dapat diterima. Berlawanan dengan
negativisme yang sering kali mengacaukan lingkungan, ritualisme memberikan rasa
nyaman. Todler berani menghadapi bahaya dengan rasa aman jika mereka tahu bahwa
orang, tempat, dan rutinitas yang telah dikenalnya dengan baik
masih ada.
5. Perkembangan Kognitif (Fase
Sensorimotor dan Prakonseptual)
Dari usia 19 sampai 24 bulan anak
berada di tahap akhir sensorimotor. Selama tahap ini anak melengkapi proses
berpikir autistik yang lebih primitif di masa bayi dan dipersiapkan untuk
tindakan mental yang lebih
kompleks yang muncul selama fase berpikir praoperasional. Salah satu pencapai
paling dramatis pada tahap ini adalah dalam area keberadaan benda. Anak-anak
kini
akan mencari suatu benda secara
aktif di berbagai tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian benda
tersebut. Selain itu, mereka bisa memperkirakan penyebab dari suatu keadaan
hanya jika mereka mengalami efeknya. Mereka dapat menyimpulkan bahwa sebuah
benda disembunyikan di beberapa tempat meskipun mereka hanya melihat tempat
persembunyian yang asli. Imitasi memperlihatkan makna dan pemahaman yang lebih
dalam. Terdapat simbolisasi yang lebih besar terhadap imitasi. Anak sangat
mengetahui aksi orang lain dan berupaya menirunya
dengan gerak dan kata-kata.
Mimikro domestik (meniru aktivitas rumah tangga) dan perilaku peran seksual
menjadi semakin umum terjadi selama periode ini dan selama tahun kedua.
Identifikasi
dengan orangtua yang berjenis
kelamin sama menjadi jelas pada tahun kedua dan menunjukkan kemampuan
intelektual anak untuk membedakan model perilaku yang berbeda dan menirunya
dengan benar.
Konsep mengenai wahyu masih
berada pada tahap awal, tetapi anak-anak memiliki sedikit persepsi mengenai
waktu dalam hal antisipasi, memori, dan terbatasnya waktu untuk menunggu.
Mereka mungkin akan mendengar
perintah, "Tunggu sebentar" dan berperilaku selayaknya. Namun,
persepsi mereka berlebihan terhadap waktu kurang satu menit terasa satu jam.
Rentang terbatas juga menunjukkan perasaan mereka perhatian todler yang di masa
kini dan kekhawatiran di masa depan. Pada sekitar usia 2 tahun anak memasuki
fase perkembangan kognitif prakonseptual, yang berlangsung sampai usia 4 tahun,
berkisar dari usia 2 sampai 7 tahun. Fase prakonseptual terutama
Fase prakonseptual merupakan
subdivisi fase prakonseptual, yang merupakan sebuah peralihan yang menjembatani
perilaku masa bayi-yang memuaskan diri sendiri secara murni- dan perilaku
social anak tidak mampu berpikir dalam istilah. Operasi-kemampuan dasar pada
periode laten. Pikiran praoperasional berarti bahwa memanipulasi benda dengan
sesuai satu sama lain dalam cara
logis. Todler lebih berpikir
terutama berdasarkan persepsi mereka terhadap suatu kejadian. Penyelesaian
masalah didasarkan pada apa yang mereka lihat atau dengar secara langsung
daripada apa yang mereka ingat mengenal benda dan kejadian. Beberapa
karakteristik bersifat unik terhadap pemikiran praoperasional. Di tahun kedua
anak semakin banyak menggunakan bahasa simbolis dan disibukkan dengan
pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" mengenai sesuatu.
Misalnya, pensil adalah, "sesuatu untuk menulis," dan makanan adalah
"sesuatu yang dimakan."
Akan tetapi, simbolisasi mental
tersebut berhubungan erat dengan pencarian alasan pralogis. Misalnya, jarum
adalah "Sesuatu menyakitkan." Pengalaman nyeri tersebut memberikan
makna
baru karena memori berhubungan
dengan kejadian spesifik, dan ketakutan cenderung berkembang, seperti
resistensi terhadap orang yang mengenakan seragam putih atau terhadap ruangan
yang tampak seperti ruang periksa dokter. Karena rentannya tahun-tahun awal
ini, sangat penting mempersiapkan anak menghadapi setiap pengalaman baru, baik
dalam bentuk pengasuh baru atau
kunjungan ke dokter gigi.
6. Perkembangan Spiritual
Todler hanya memiliki ide yang samar tentang
Tuhan dan proses kognitif mereka yang masih belum matang. Namun, rutinitas
seperti mengucapkan doa sebelum makan atau tidur bisa sangat penting dan
menenangkan. Mendekati masa akhir todler, ketika anak menggunakan pikiran praoperasional,
pemahaman mereka tentang Tuhan telah mengalami kemajuan. Ajaran agama, seperti
penghargaan atau ketakutan akan hukuman (surga dan neraka) dan perkembangan
moral dapat memengaruhi perilaku anak.
7. Perkembangan Citra Tubuh
Seperti pada masa bayi,
perkembangan citra tubuh hampir beriringan dengan perkembangan kognitif. Dengan
meningkatan kemampuan motorik, todler mulai mengenali kegunaan bagian
tubuh dan secara bertahap
mempelajari setiap namanya. Mereka juga mempelajari bahwa bagian tubuh tertentu
memiliki berbagai makna; misalnya, selama todler training genital menjadi
bermakna dan kebersihan sangat ditekankan. Pada usia 2 tahun terdapat
pengenalan perbedaan seksual dan merekomendasikannya pada diri sendiri dengan
nama dan kemudian dengan kata ganti.
Begitu mereka mulai pemikiran
praoperasional, todler dapat menggunakan simbol untuk melambangkan benda,
tetapi pemikiran mereka dapat mengarah pada ketidakakuratan. Misalnya, jika
orang hamil disebut "gemuk," mereka akan menggambarkan bahwa semua
wanita gemuk adalah hamil. Terjadi pengenalan awal mengenai kata-kata yang
digunakan untuk menggambarkan penampilan fisik, seperti "manis",
"tampan", atau "anak besar". Ekspresi tersebut kemudian
akan memengaruhi bagaimana anak memandang tubuh mereka sendiri.
Meskipun baru sedikit riset yang
dilakukan mengenai perkembangan citra tubuh pada anak kecil, terbukti bahwa
integritas tubuh sangat tidak dipahami dan bahwa pengalaman yang mengganggu
bersifat menakutkan (Colson dan Dworkin, 1997). Misalnya, todler dengan keras
menolak prosedur seperti pemeriksaan telinga atau mulut dan pengukuran suhu via
rektum. Todler juga memiliki ruang lingkup tubuh yang tidak jelas dan sering
menghubungkan bagian tubuh yang tidak hidup, seperti feses, sebagai bagian
tubuh yang penting. Ini dapat terlihat menghilangnya fases. Pada todler yang
kecewa terhadap pembilasan toilet dan menyaksikan citra tubuh anak mereka yang
positif dengan mendorong mereka Perawat dapat membantu orangtua dalam
mengangkat untuk tidak memberi julukan negatif, seperti "lengan
kurus" atau "tungkai gemuk" sebuah persepsi diri yang dapat
menetap seumur hidup. Bagian tubuh, terutama yang berhubungan dengan eliminasi
dan reproduksi, harus dinamakan dengan nama yang benar. Penghormatan terhadap
tubuh harus dipraktikkan
8. Perkembangan Seksual
Tepat ketika todler
mengeksplorasi lingkungan, mereka juga mengeksplorasi tubuhnya dan menemukan
bahwa menyentuh beberapa bagian tubuh tertentu terasa nikmat. Permainan genital
(masturbasi) dapat terjadi dan
melibatkan stimulasi manual, maupun gerakan postural (terutama pada anak
perempuan) seperti merapatkan paha atau memberikan tekanan mekanis ke daerah
pubis atau suprapubis (lidster
dan horsburgh, 1994). Demonstrasi aktivitas sensual lain meliputi menggoyang,
mengayun, dan memeluk orang dan mainan. Reaksi orangtua terhadap perilaku
seksual todler akan memengaruhi
sikap anak sendiri dan sikap tersebut harus diterima dan bukan dikritik (Finan,
1997). Anak pada usia kelompok ini belajar mengenai perbendaharaan kata yang
berhubungan dengan anatomi, eliminasi, dan reproduksi. Beberapa hubungan antara
kata dan fungsi menjadi bermakna dan dapat memengaruhi perilaku seksual di masa
depan. Misalnya,
orangtua menganggap genital
kotor, terutama dalam konteks eliminasi, maka hubungan antara
"genital" dan "kotor" dapat ditransfer ke fungsi seksual.
Perbedaan peran seks menjadi
jelas bagi anak-anak dan tampak pada sebagian besar permainan imitatif mereka.
Sikap awal mengenai perilaku kasih sayang antara orang dewasa dibentuk dari
mengobservasi aktivitas seksual/sensual orang tua dan orang dewasa lainnya.
9. Perkembangan Sosial
Tugas mayor periode todler adalah
diferensiasi diri perpisahan, kemunculan anak dari kesatuan, simbiosis dengan
orang lain, terutama ibu. Proses diferensiasi terdiri atas dua fase, ibunya,
dan individualisasi, pencapaian tersebut yang menandai asumsi anak mengenai
karakteristik individual mereka di dalam lingkungan. Meskipun proses ini
dimulai selama paruh akhir masa bayi, pencapaian terbesar terjadi pada masa
todler.
10. Bahasa
Karakteristik perkembangan bahasa
yang paling mengejutkan selama masa kanak-kanak awal adalah meningkatnya
tingkat pada usia satu tahun menjadi 300 pada usia dua tahun. Perlu dicatat,
pemahaman. Meskipun jumlah kata yang dikuasai dari sekitar 4 kemampuan untuk
memahami dan mengerti percakapan jauh lebih besar dibandingkan jumlah kata yang
dapat diucapkan anak. Ini
terjadi terutama pada keluarga
yang menggunakan dua bahasa, yang perbendaharaan katanya bisa terlambat
dikuasai tetapi kedua bahasa dapat dipahami dengan cepat.
2.8. Pertumbuhan dan Perkembangan
Usia Prasekolah (4-5 tahun)
Pada usia 4
tahun pertumbuhan berat badan anak menurut Wong (2008) dapat naik 2-3 kg/tahun
dan pertumbuhan tinggi badan naik mencapai dua kali panjang lahir, penambahan
5-7,5
cm/tahun. Pada masa ini,
kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan
motorik serta fungsi sekresi.Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah
pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan
memengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Setelah lahir
terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel
otak masih berlangsung dan terjadi pertumbuhan serabut syaraf dan
cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks.
Perkembangan motorik kasar pada anak usia 4 tahun adalah anak mulai berjinjit,
melompat, meloncat dengan satu kaki, menangkap bola dan melempar dari atas
kepala, sedangkan untuk motorik halus anak mulai menggunakan gunting dengan
lancar, menggambar kotak, menggambar garis, membuka dan memasang kancing.
Perkembangan anak prasekolah menitik beratkan pada aspek diferensiasi bentuk
dan fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi. Motorik kasar, diawali dengan
kemampuan untuk berdiri dengan satu kaki selama 1-5 detik, melompat dengan satu
kaki, berjalan dengan tumit kejari kaki, menjelajah, dan membuat posisi
merangkak (Hidayat, 2008).
Perkembangan motorik halus mulai
memiliki kemampuan menggoyangkan jari-jari kaki, menggambar dua atau tiga
bagian, memilih garis yang lebih panjang, dan menggambar orang, melepas objek
dengan jari lurus, mampu menjepit benda, makan sendiri, minum dari cangkir
dengan bantuan, membuat coretan di kertas, menunjukkan keseimbangan dan koordinasi
mata dan tangan.
Perkembangan kognitif dapat
berfokus pada lebih dan satu aspek dan situasi, dapat mempertimbangkan sejumlah
alternative dalam pemecahan masalah, dapat memberikan cara kerja dan melacak
urutan kejadian kembali sejak awal, dapat memahami konsep dahulu, sekarang, dan
yang akan datang.
Perkembangan bahasa mengerti
kebanyakan kata-kata abstrak, memakai semua bagian pembicaraan termasuk kata
sifat, kata keterangan, kata penghubung dan kata depan, menggunakan
bahasa sebagai alat pertukaran
verbal, dapat memakai kalimat majemuk dan gabungan.
Tahap pertumbuhan dan
perkembangan anak pada usia 48 - 60 bulan, menurut Departemen Kesehatan RI
dalam Marmi dan Rahardjo (2012) adalah:
a.Berdiri 1 kaki 6 detik.
b. Melompat-lompat 1 kaki.
c. Menari
d. Menggambar tanda silang.
e. Menggambar lingkaran.
f. Menggambar orang dengan 3
bagian tubuh.
g. Mengancing baju atau pakaian
boneka.
h.Menyebut nama lengkap tanpa
dibantu.
i.Senang menyebut kata-kata baru.
j. Senang bertanya tentang
sesuatu.
k. Menjawab pertanyaan dengan
kata-kata yang benar.
l. Bicaranya mudah dimengerti.
m. Bisa membandingkan atau
membedakan sesuatu dari
ukuran dan bentuknya.
n. Menyebut angka, menghitung
jari.
o. Menyebut nama-nama hari.
p. Berpakaian sendiri tanpa
dibantu.
q. Menggosok gigi tanpa dibantu.
r. Bereaksi tenang dan tidak
rewel ketika ditinggal ibu.
Tahap perkembangan kognitif anak
pada usia 4 tahun, menurut Piaget dalam Sulistyawati (2014) adalah
Pra-operasional.Pada usia ini, anak menjadi egosentris, sehingga berkesan pelit
karena dia
tidak bisa melihat dari sudut pandang
orang lain. Anak tersebut memiliki kecenderungan untuk meniru orang di
sekelilingnya. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahunmereka sudah mulai mengerti
motivasi tapi mereka tidak
mengerti cara berpikir yang sistematis dan rumit. Penyampaian cerita akan lebih
efektif bila menggunakan alat peraga.
Tahap perkembangan psikososial
anak pada usia 4 tahun, menurut Erick Erickson dalam Sulistyawati (2014) adalah
Inisiatif>< Rasa Bersalah.Pada tahap ini, anak akan banyak bertanya dalam
segala hal, sehingga berkesan cerewet. Pada usia ini juga, mereka mengalami
pengembangan inisiatif/ide sampai pada hal-hal yang berbau fantasi.
2.9. Pertumbuhan dan Perkembangan Usia Sekolah (6-12 tahun)
Pertumbuhan dan perkembangan pada masa sekolah akan mengalami
proses percepatan pada umur 10-12 tahun, di mana penambahan berat badan per
tahun akan dapat 2,5 kg dan ukuran panjang tinggi badan sampai 5 cm per
tahunnya. Pada usia sekolah ini secara umum aktivitas fisik pada anak semakin
tinggi dan memperkuat kemampuan motoriknya. Pertumbuhan jaringan limfatik pada
usia ini akan semakin besar bahkan melebihi jumlahnya orang dewasa. Kemampuan
kemandirian anak akan semakin dirasakan di mana lingkungan luar rumah dalam hal
ini adalah sekolah cukup besar, sehingga beberapa masalah sudah mampu diatasi
dengan sendirinya dan anak sudah mampu menunjukkan
penyesuaian diri dengan lingkungan yang ada, rasa tanggung jawab dan
percaya diri dalam tugas sudah mulai terwujud sehingga dalam menghadapi
kegagalan maka anak sering kali dijumpai
reaksi kemarahan atau kegelisahan, perkembangan kognitif, psikososial,
interpersonal, psikoseksual, moral, dan spiritual sudah mulai menunjukkan
kematangan pada masa ini. Secara khusus perkembangan pada masa ini anak banyak
mengembangkan kemampuan interaksi sosial, belajar tentang nilai moral dan
budaya dari lingkungan keluarganya dan mulai mencoba mengambil
bagian dari kelompok untuk berperan, terjadi perkembangan secara lebih
khusus lagi, terjadi perkembangan konsep diri, keterampilan membaca, menulis
serta berhitung, belajar menghargai di sekolah (Hidayat, 2008).
2.10. Pertumbuhan dan Perkembangan Usia Remaja (12- 18
tahun)
Pada masa ini terjadi peristiwa yang sangat penting dan perlu perhatian
yaitu peristiwa pubertas. Peristiwa tersebut akan dialami pada anak baik
laki-laki maupun perempuan akan tetapi dalam perkembangan mempunyai ciri yang
menonjol dari masing-masing jenis kelamin. Pada anak laki-laki ditandai adanya
tumbuhny rambut pubis, penambahan ukuran penis, testis mulai membesar dan pada
perempuan dapat dilihat dari perubahan dada dan adanya rambut pada pubis.
Perkembangan secara khusus pada masa ini adalah kematangan identitas
seksual dengan berkembangnya organ reproduksi merupakan masa krisis identitas
di mana anak memasuki per
kembangan dewasa yang akan meninggalkan masa kanak-kanak dalam pencapaian
tugas perkembangannya membutuhkan fasilitas bantuan dari orangtua.
Latihan 2
1. Jelaskan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan secara singkat!
2 Apa yang kamu ketahui tentang pola perkembangan sefalokaudal? Berikan
contohnya!
3. Jelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan!
4. Jelaskan penggolongan usia anak sesuai dengan tahapan tumbuh
kembangnya!
5. Apa akibatnya jika seorang bayi usia 4 bulan sering mendapatkan tindakan
pengabaian dan kekerasan fisik dari ibunya?
6.
Jelaskan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak usia toddler!
Zahra Aulya R Xi p1 pelajarannya sangat seru dan menyenangkan
BalasHapusShinfi Nuraini xip1: Materinya sangat membantu dalam proses pembelajaran dan mudah dipahami
BalasHapusVanya revalinaita XIP1
BalasHapusMaterinya seruuu sekalii ibu menjelaskan dengan baik
materinya lengkap, mudah di pahami dan ibu sangat jelas dalam menjelaskan materinya😍🌹
BalasHapusanida Khairunnisa xip1 pelajaran menyenangkan dan seruu
BalasHapusmaterinya saat lengkap dan mudah dimengerti
BalasHapusmasyaallah materinyaa sangat lengkap sekalii dan seruu untuk dipelajarii. ibu juga sangat seruuu dan saat menjelaskan tambahan materi ketika presentasi sangat lengkapp. terimakasiii ibuuu
BalasHapusmaterinya mudah untuk dipahami
BalasHapusnama:adeela nur Azzah
BalasHapuskelas:xip1
pelajarannya sangat seru dan mudah dipahami
materinya menarik dan gurunya seru jadi ga tegang saat belajar
BalasHapusMaterinya sangat lengkap dan ada semua serta di berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari nya jadi lebih mengerti 🤩
BalasHapusMaterinya sangat lengkap, dan mudah dipahami lalu saat menambahkan materinya penjelasan ibu sangat seruu
BalasHapussyalva nur Rizka XI p3
BalasHapusbagusss, materinya sangat lengkap, saat menjelaskan materinya sangat seruu
materinya sangat lengkap dan mudah dipahami
BalasHapusmateri lengkap dan keren
BalasHapusMenteri ibu mudah di pahami dan materinya sangat lengkap
BalasHapusmateri lengkap
BalasHapusmateri lengkap masyaallah
BalasHapusjasmine shyfa ramadhani xip3
BalasHapusmaterinya lengkap dan cara belajar ny pun tidak bikin ngantuk, dan pelajaran nya mudah di pahami
Rizkya Diah Ayu Rohmah XI p3
BalasHapusmaterinya sangat mudah di pahami dan sangat jelas
materinya banyak bangett Bu, jd aga susah memahaminyaa😞😞
BalasHapusmaterinya mudah dipahami dan menyenangkan
BalasHapusNama : Resti Amelia Putri
BalasHapuskelas :Xip3
materinya lengkap dan mudah di pahami menyala bu Hanif 🔥🔥
vira reviana
BalasHapusmateri nya sangat lengkap, gurunya seru tidak dibuat bingung oleh pembahasannya
Shaila Aprilianap XI.P3
BalasHapusmaterinya mudah dipahami
Syela Mega Wulandari XI P3
BalasHapusmaterinya seruu asikk lengkap dan mudah untuk dipahami ibunya jga asikkk
nama :putri Nurmalasari
BalasHapuskelas : Xip3
materinya lengkap dan seru
Rizka Septiani Dewi XI.P3
BalasHapusmaterinya lengkap, mudah dipahmi
materi yg ibu sampaikan lengkap, mudah dipahami🙏
BalasHapusRaden Nadia XIP2
BalasHapusmaterinya mudah di pahami,seru dan lengkap
lengkap sekali ibuuu, mantaapp 🤩🤩👍🏻
BalasHapusmateri yng ibu jelaskan lengkap , mudah di pahami 🙏
BalasHapusmaterinya mudah dipahami ibu👍🏼
BalasHapussemangat selalu ibu, materi nya cukup mudah
BalasHapusmaterinya mudah di pahami
BalasHapusraisya nursa'bani xip2
BalasHapuspenjelasan materinya mudah dipahami
materinya mudah di pahami😻
BalasHapusmaterinya sangat lengkap ibu
BalasHapuspenjelasan materi yang disampaikan mudah dipahami ibu 😻😻
BalasHapusmantep,lengkap sekali
BalasHapusmaterinya lengkap bu
BalasHapusmaterinya lengkap banget bu (keisha nathania)
BalasHapusElshya Vina putri Pertiwi XIp2
BalasHapusMaterinya lengkap dan cara mengajar nya juga sangat asik
materinya lengkap sekali bu
BalasHapusGisela audini putri Xip2
BalasHapusmaterinya sangat lengkap
Haura salsabila XIp2
BalasHapuspembelajaran nya sangat mudah di pahami dan pembelajaran nya seru
naila farafishah xi p2
BalasHapusmateri materinya sangat lengkap bu, 2w 1k alias wadaw wow keren 😍😍
Aneta XIp2
BalasHapusmateri mudah di pahami
Dinda XIp2
BalasHapusmaterinya mudah di mengerti
Indri lestari 11p2
BalasHapusPelajaran ibu sangat mudah dipahami dan seruu cara pembelajaran nyaa
Materinya mudah sekali dipahami ibuu ❤️
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussangat mudah dimengerti😍
BalasHapusFarah Fauziyyah 11P2
BalasHapusMaterinya mudah dipahami, dan penjelasan pada tiap pointnya sangat mudah dipahami juga 😀
Amanda pz
BalasHapusPembelajarannya seru dan mudah dipahami ibu🖤
Dhea 11p2
BalasHapusIbuuu ngajar nya seruu,materi nyaa jdi jga jelas💗
Sofy p3
BalasHapusmateri nyaa sangat lengkap dan mudah di pahami jugaa
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskamelia putri xi-p2 (16)
BalasHapusmateri sangat sangat lengkap dan sangat mudah di pahami!!❤️